Hmmm, saya setuju dengan AFR,

 

 

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of AFR
Sent: Friday, December 05, 2008 8:38 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah --c|

 

kalau pendekatan iman taqdir, qadla', spt yg sampeyan uraikan, 

itu bias dan itu bukan ruang qadla' lagi namanya tapi kerelativitasan,

kenisbian hasil usaha manusia. masa iya pensikapan dlm memahami 

qadla' itu ada optimisasinya memangnya jiwa/iman manusia itu spt 

mesin?? sekali waktu jabarian dan kalo kepepet qadarian? ... :-)

 

ketetapan taqdir itu tidak peduli dgn ketajaman analisa, tingginya 

pendidikan. sebab ia sifatnya qath'i yg berlaku pd setiap makhluk. 

 

yg sering terjadi pd manusia, ketika dirinya berbuat amalan utk suatu 

perubahan, mereka merasa bahwa karena dirinya itu terjadi. org yg dulu 

tak dpt terbang spt burung, kini bisa terbang, mereka merasa karena 

ilmulah semua itu bisa terjadi. yg dulu berkendara kuda, bighal dlsbgnya

sdg kini ada truk, kapal laut, bis ... mereka kira karena teknologi semua 

itu bisa terjadi.

 

mental spt itulah myg menggerus iman ummat shg byk org lalai hakikat 

taqdir. lalu jadilah penyembah2 ilmu, teknologi & peradaban modern. 

mereka menyisihkan titik pokok dr mana sebenarnya karunia itu berasal?

bgmana semua itu terjadi? kenapa kebykan dilimpahkan pd golongan kafir?

---

 

contoh 2 itu bagus sekali, bahwa dgn org lakukan analisa permasalahan,

lalu membuat keputusan mesti lakukan ini-itu utk satu tujuan tertentu. 

kebetulan analisanya 'tepat', shg maksud & tujuannya 'tercapai'.

 

apakah manusia pelaku itu yg 'merubah' keadaan (taqdir), atw taqdir sdh 

ditetapkan atas manusia pelaku itu utk berbuat ini-itu dgn hasil sedemikian?


lebih menyengat lagi, andai byk bayi terselamatkan dgn upaya itu, Allah SWT 

yg kehendaki-kah atw manusia pelaku itu yg kehendaki?

---

 

kawans,

kunci memahami falsafah qadla' itu adlh sifat tetap, dan tidak akan

pernah berubah sekalipun manusia berusaha merubah-ubah dgn berbagai 

upayanya. bahkan, upaya manusia mau berusaha melakukan perubahan

dgn niat apapun itu sdh tertera di sana lengkap dgn hasilnya. namun
ketetapan 

itu spt apa, tidak ada yg tahu kecuali Allah SWT Sendiri. tapi harus
diyakini, 

itu ada, sdh tertulis, bersifat rahasia. 

 

sikap tawakal manusia dlm beramal adlh berbuatlah semampu kamu,

sebebas kamu mau, dengan semua karunia yg ada. mau itu barang wujud atw 

tak wujud (kecerdikan). Islam tidak pedulikan dr siapa ide brilian itu
muncul,

apakah dr kalangan kafir atw muslim. yg penting bgmana pintar kamu 

pergunakan utk hari esokmu.

 

 

'audzubillahi min asyaithaani rajiim,

 

Dan Yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan 

untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk 

di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah 

duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang 

telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu 

menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."  

(Az-Zukhruf 12-14)

---

 

notes:

kecerdikan, jabatan, harta kekayaan, kebun2, kendaraan2, keluarga, hingga

semua amal duniawi ibarat punggung binatang ternak saja yg dpt hantar 

kita kepada-Nya.


 

 

salam,
Fahru

  _____  

From: Alkhori M <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, November 28, 2008 11:11:09 AM
Subject: Re: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah

Gent / AFR/ SH,

 

1.        Jujur saja sebenarnya tidak ada orang yg pure jabariyah dan tidak
ada orang yg pure qadariyah, itu hanyalah terminologie dlm makalah untuk
nilai yang paling atas dan untuk nilai yang paling bawah atau dg perkataan
lain yaitu nilai maksimum dan nilai minimum. Sementara dalam kehidupan
manusia yang terjadi adalah menjurus ke nilai OPTIMAL dalam artian orang
hidup di dunia ini selalu dynamis makanya orang itu akan bertindak diantara
jabariyah dan qadariyah. Orang yang sudah tajam analysanya akan cenderung
ber jabariyah, sementara orang awam karena keterbatasan untuk mendapatkan
pendidikan akan cenderung ber qadariyah. Orang yang jabariyah dengan mudah
menjadi qadariyah tapi orang yang qadariyah tidak mampu berjabariyah. Untuk
menarative apa yang saya sebutkan, itu terlalu panjang dan tidak akan dibaca
untuk mudahnya akan dilanjutkan dengan beberapa contoh.

 

2.       Di Indonesia angka kematian bayi, masih tinggi. Bagi ibu ibu yg
awam dan yg tertimpa musibah ini dengan ikhlas akan mengatakan itu adalah
TAQDIR TUHAN. Tapi tidak demikian bagi pakar kesehatan, it is not the case
to scientist. Bagi mereka ada yang salah yg terjadi dan ini harus
diperbaiki. Nah disitu terlihat ada benang merah bagi pakar kesehatan ada
yang masih dapat diperbaiki untuk menekan angka kematian. Always there is a
room for improvement. Jadi terlihat makin tinggi knowledge seseorang, akan
makin menjauhi dia dari qadariyah dan akan menuju ke jabariyah. Tapi jangan
puas doeloe lihat pula contoh berikut.

 

3.       Saya setiap akan nyupir selalu saya periksa kesiapan kendaraan,
mulai dari pemeriksaan rutin hingga berkala saya lakukan. Oleh karenanya
saya yakin benar mobil saya tersebut adalah SAFE untuk digunakan. Kalau di
terminal, kalau ingin menggunakan bus, pertama tama saya usahakan melihat
bus yang akan saya tumpangi, baru saya naiki bus tersebut dan membeli tiket
tersebut. Disana masih terlihat saya masih berjabariyah, tapi apa yang bisa
saya lakukan kalau lagi di stasion kereta api, saya tidak bisa berbuat apa
apa hanya pasrah saja. Begitu juga kalau naik pesawat, kalau di LN saya
masih bisa memilih penerbangan yang terbaik, tapi kalau di Indonesia ,
terpaksa ber qadariyah beli saja tiket untuk penerbangan indonesia yg hingga
saat ini maish dilarang terbang di UE. Dicontoh contoh diatas bisa dilihat
bagaimana dynamisnya kehidupan manusia berpindah pindah dari jabriyah ke
qadariyah dan vise versa.

 

Bagaimana komentar anda AFR, masihkah anda berpendirian seperti tulisam
anda. Insya Allah kalau masih sempat akan disambung lagi tentang jabriyah
dan qadariyah, sehingga dalam beragama tidak lagi memakai KACA MATA KUDA dan
menganggap DIRI SENDIRILAH yang BENAR, kalau beda sedikit lantas menganggap
orang lain itu musuh dan halal darahnya dan yang sangat menyedihkan
menganggap diri telah berJIHAD jika telah membunuh orang yg tidak bersalah.
Sekarang timbul pertanyaan utk orang orang ini apakah mereka telah ber JIHAD
atau mereka telah ber JAHAT. Marilah membuka mata dan juga membuka hati
untuk melihat agama Islam adalah sumber KEDAMAIAN. Salam kompak selalu dari
Qatar .

 

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Syarif Hidayat
Sent: Friday, November 28, 2008 5:34 AM
To: [email protected]
Subject: [is-lam] Jabariyah & Qadariyah

 

Hmmm,..

Ikut nyumbang.

Rahasia hidup? Rahasia Takdir, Rahasia masa depan?

ALLAH yang Maha Tahu,..

Kita hanya diwajibkan menjalaninya dengan tawakal, bukan untuk mengetahui

mana yang ALLAH putuskan atau mana yang diri kita putuskan atau mana yang

akan berobah atau mana yang tidak akan berobah.

 

 

-----Original Message-----

From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]

On Behalf Of Alkhori M

Sent: Friday, November 28, 2008 9:15 AM

To: [email protected]

Subject: Re: [is-lam] antara Michael dan Mikaeel...apakah bedanya ? --c3|

 

AFR, apa benar demikian yang seperti anda tuliskan. Tentunya tidak

sesederhana ini, untuk itu anda boleh membaca tentang Jabariyah & Qadariyah.

Jika anda telah membaca tentang Jabariyah & Qadariyah ternyata pemahaman

tentang beragama itu tidaklah antara HITAM dan PUTIH, beragama itu sangat

tergantung dimana pemahaman level tentang ilmu dunia yang telah dikawinkan

dengan ilmu agama. Ilmu dunia cukup banyak sementara ilmu agama juga

beragam, yang sangat pelik adalah pemahaman ilmu agama tentang theologie

atau ilmu kalam atau ilmu tauhid. Karena manusia yang sangat terbatas daya

nalarnya, yaitu pikiran manusia terbatas apa yang pernah dilihat dan apa

yang pernah dialami. Namun dengan keterbatasan ini manusia mencoba menebak

ilmu allah, maka hasilnya adalah sebatas DUGAAN BELAKA. Mau digunakan wahyu

sebagai ref.

ternyata wahyu yang ada sangat generative. Makanya tentu dapat dibayangkan

seberapa akurasinya tulisan anda yang dibawah ini?

 

Setelah anda mendalami tentang Jabariyah & Qadariyah, tinjau kembali tulisan

anda yang dibawah, salam kompak selalu dari Qatar .

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

________________________________

From: [EMAIL PROTECTED]

[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of AFR

Sent: Friday, November 28, 2008 3:46 AM

To: [email protected]

Subject: Re: [is-lam] antara Michael dan Mikaeel...apakah bedanya ?

--c3|

saat manusia berusaha, berikhtiar dgn segala daya upayanya, itupun sdh

tertera disana. bahkan termasuk bgmana hasilnya sdh juga ditentukan. kitanya

tak tahu ...

sepenggal 'skenario' saja,

... mobil sampeyan remnya seret. lalu sempeyan berpikir bgmana perbaikinya,

ada dana cukup utk perbaiki dgn pemilihan kampas, spare part mana yg perlu

diganti, bengkel mana yg bagus .. hingga hasilnya sangat memuaskan & mobil

dpt kendara lagi dgn nyaman, lalu bersyukurlah sampeyan dgn semua itu ...

mulai dr sampeyan tahu rem mobil itu rusak, upaya perbaikan hingga sampeyan

bisa bersyukur, itu sdh ditulis disana, mas. sepenggal itu sdh tertera dlm

kitab induk sblm sampeyan tahu ada problem rem, sblm punya mobil itu, sblm

sampeyan dilahirkan, bahkan jauh lebih awal lagi dr itu. stlh diservis mobil

itu sampeyan jual atw tidak pun sdh ditulis disana. 

saat ini sampeyan mungkin gak tahu/gak rencana apapun thd mobil yg baru

diservis itu lha wong itu bagian dari rahasiaNya koq. tapi Allah SWT maha

tahu akan sempeyan apakan itu mobil. kalau Dia mau tunjukkan apa yg akan

terjadi, Dia cukup bilang 'Kun', maka jadilah apa yg Dia Kehendaki walau

mungkin kalimat-Nya tidak sesuai dgn hasrat/rencana sampeyan.

---

 

Euweuh Virusan Euy...!
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.200 / Virus Database: 270.9.14/1829 - Release Date: 12/4/2008
2:59 PM

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke