----- Original Message ----- 
From: altaufan_riza 
To: hendrik ; yuda ; cicuk (IT Support) ; saidi ; wahyu 
Sent: Wednesday, December 10, 2008 8:02 AM
Subject: Delapan Arena Korupsi versi Presiden SBY


Delapan Arena Korupsi versi Presiden SBY
 
KOMPAS/ALIF ICHWAN
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
/
Artikel Terkait: 
  a.. Hari Antikorupsi di Monas Tanpa KPK 
  b.. Jaksa Agung Ajak 10.000 Pegawainya Kumpul di Monas 
  c.. Saatnya Utamakan Kejujuran 
  d.. Sosialisasi Antikorupsi Lewat Konvoi Motor 
  e.. KPK Harus Rajin Tangani Korupsi di Daerah

  a.. Hari Antikorupsi se-Dunia
 Selasa, 9 Desember 2008 | 10:26 WIB
JAKARTA, SELASA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mensinyalir, terdapat 
delapan arena yang rawan tindakan pidana korupsi dan kemudian membuat negara 
merugi bukan kepalang.

1. Pendapatan negara
2. Pos anggaran pada APBN dan APBD
3. Kemungkinan kolusi antara penguasa dan pengusaha
4. Bisnis pejabat keluarga pada proyek di APBN/APBD
5. Pengadaan barang
6. Penerimaan pajak dan bea cukai
7. Pendaftaran pegawai, TNI/Polri
8. Pengurusan izin.

Kedelapan wilayah yang rawan ini dibeberkan Presiden Yudhoyono saat 
memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, 
Selasa (9/12) pagi.

"Saya berharap wilayah rawan itu diperhatikan agar tidak terjadi penyimpangan, 
" ujar Presiden Yudhoyono.

Selain membeberkan delapan arena penyimpangan dan penyelewengan yang mengarah 
tindakan korupsi, SBY juga berharap semua pihak untuk terus membangun budaya 
bebas korupsi di Tanah Air.

"Kantin kejujuran contoh sejak awal melatih jujur dan itu baik untuk pendidikan 
dini yang mesti dilakukan sekolah," tandasnya seraya menjelaskan, ekses 
pemberantasan korupsi mesti dibabat habis.

"Kadang-kadang ada ekses yang bisa menghambat, lewati medan itu untuk 
betul-betul bebas korupsi," katanya. (Persda Network/ade)


Ade Mayasanto 
Sumber : Persda Network

Share on Facebook 
   - Beri Rating Artikel - ---------- Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat 
Kurang   A A A   
Ada 12 Komentar Untuk Artikel Ini. Posting komentar Anda
misbah @ Rabu, 10 Desember 2008 | 03:50 WIB
SBY cuma jago Retorika, kerja NO
erwien hindarto @ Rabu, 10 Desember 2008 | 02:20 WIB
menurut erwien yang merugikan adalah point 1,2,4,5,6,karena pasti yang dicuri 
uang negara.sebenarnya erwien pikir pasangan Presiden Susilo Bambang Yudoyono 
dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah pasangan serasi.yang satu dari kalangan 
pengusaha dan satunya dari militer.tinggal bagi tugas saja,biar masalah ekonomi 
wakil presiden ikut membantu menyelesaikan,tentunya dengan seijin 
presiden.sedangkan presiden bisa melakukan pembenahan sistem.sebagai pemimpin 
harus percaya diri dan tegas,jangan lemah.
susilo @ Selasa, 9 Desember 2008 | 12:06 WIB
kedelapan arena korupsi itu sby penguasanya! hidup sby!!!
rakyat @ Selasa, 9 Desember 2008 | 12:01 WIB
ya Bapak, kedelapan sektor itu sudah mencakup keseluruhan sistem yang ada di 
pemerintahan, sama saja dengan mengatakan, semua sektor pada pemerintahan rawan 
korupsi!!!
R. Dachroni @ Selasa, 9 Desember 2008 | 11:56 WIB
Kejujuran yang hakiki hanya mampu ditanamkan melalui proses pendidikan di 
keluarga bukan pada kantin kejujuran.


Trims
Taufan

<<reg_pol.gif>>

<<icon_print.gif>>

<<icon_mail.gif>>

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke