bangsa saudi, yordania, palestina (mahmud abbas), kuwait & 
mereka yg kompromi dgn amerika, disadari/tidak dimata-matai 
juga kekuatannya. tinggal nunggu giliran saja utk diserang Israel 
sdg amerika memberi dukungan intelegen penuh pd sekutunya itu.

tapi masih ada kemungkinan baik, dlm kepemimpinan kerajaan saudi
itu ada yg menyembunyikan keimanan 1) ttg perlawanannya thd bangsa 
kafir di negerinya. kalo sdh saatnya golongan ini membuka diri, revolusi 
spt yg terjadi pd Iran tak akan dpt dihindarkan 2). konsekuensinya 
bangsa kafir itu akan jadi sasaran pertama gejolak revolusi itu sblm 
kaum yahudi.

krn mereka juga gak mau 'dipersalahkan' dunia & utk kesekian kali apes 
stlh kasus Afghanistan, Irak & revolusioner Iran, serta naluri bela diri karena 
kejepit, akhirnya mereka dgn terpaksa/sukarela turut berbalik arah membantu 
kaum revolusioner arab menghabisi bangsa Israel 3).
---

kiro-kiro saja lho ... :-)

1 & 2. pengulangan sejarah & bbrp ayat Qur'an; karena
    tidak mungkin setiap pemimpin yg jahat itu bawahannya
    adlh penjahat semua kecuali org2 bodoh & bbrp org cerdik
    pasti akan ada 'org baik' sbg penasehat agar ada alasan
    bencana bisa diturunkan. 
3. tanda kiamat; kemanapun yahudi sembunyi, 
    'persembunyian'-nya berseru: 'di sini ada yahudi ..'
    lalu dikejar & dibunuh. yg dimaksud persembunyian 
    itu ya sekutu yahudi itu sendiri.

dlm riwayat, yahudi sdkt merasa aman ketika sembunyi
di balik pohon ghorkot (kaktus), yg hidup di dataran 
tandus. simbol keadaan dimana tidak ada fasilitas 
apapun disitu, jumlah sedikit, tersebar di padang luas
shg kalo org mau menebangnya utk menyingkap 
perlindungan itu sangat mudah.

sekali lagi kiro-kiro lho ... :-)


salam,
Fahru


________________________________
From: A. Dharmawan <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Sent: Friday, January 16, 2009 9:50:20 PM
Subject: [is-lam] BENANG HITAM  KONFLIK PALESTINA DAN ARAB

 
Bahas Palestina, Arab Terpecah Dua Kubu
Jum'at, 16 Januari 2009 , 00:03:00
GAZA, (PRLM).- Negara-negara Arab terpecah dalam upaya menyelesaikan konflik 
di Jalur Gaza. Mesir, yang menjadi tuan rumah perundingan damai Israel dengan 
Otoritas Palestina dan bertindak sebagai penengah antara Hamas dan Israel, 
ingin 
mengadakan pertemuan di Kuwait, Minggu nanti. 

Namun, seperti dikutip 
CNN, Kamis (15/1), negara Arab lainnya mengatakan bahwa mereka sedang 
menghadiri 
sidang darurat di Qatar yang telah berusaha memimpin proses kesepakatan antara 
Israel dan Hamas. 

Sementara itu, kelompok perlawanan Hamas frustasi 
dengan diplomatik tarik-ulur ini. "Kami yakin kalau pertemuan negara-negara 
Arab 
bisa diadakan lebih awal," kata juru bicara Hamas, Mohammed Nizal, Rabu (14/1). 
"Apakah mungkin memasuki pekan ketiga serangan Zionis terhadap Gaza, 
negara-negara Arab tidak dapat mengadakan pertemuan untuk Gaza dan untuk 
menghentikan agresi ini?"

Isu ini seakan-akan telah membuat negara-negara 
Arab terpecah ke dua kubu. Kubu pertama, yang dimotori Mesir, adalah mereka 
yang 
tidak menginginkan pengaruh Hamas di bidang politik. Kubu kedua adalah negara 
seperti Qatar yang lebih menaruh simpati pada Hamas, yang mengendalikan Gaza. 
(das)***
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=53632
 
=================================
--------Sent  from My Solar 
Powered BlueBerry  @ 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke