Wa'alaikumsalam wr. wb, Satu lagi penyebabnya adalah karena umat Islam tidak mampu berpolitik.
Kita kehilangan tokoh2 seperti Agus Salim, M Natsir, dll. Beliau ini bisa berpolitik dengan bersih, namun sangat cerdas. Sehingga bisa bermanfaat besar. Salah satu kelebihan Yahudi adalah kemampuannya berpolitik yang canggih. Dari situ mereka bisa mendapatkan berbagai keuntungan lainnya - ekonomi, teknologi, dll Politikus Islam sejauh ini cuma sibuk meraup untung sendiri. Ada yang baik, tapi bodoh. Ada yang pintar, tapi culas. Padahal politikus yang cerdas & baik itu bisa membawa manfaat yang sangat signifikan. Lihat saja Obama, baru beberapa jam menjadi presiden, dia sudah banyak sekali sibuk menjungkirbalikkan berbagai ngawurnya Bush. Kita ? Kita malah menuntut Obama untuk menyelesaikan masalah Timur Tengah DETIK ini juga ! ! ! :-) Ini kita bicara konflik yang sudah berjalan selama belasan tahun. Memangnya Obama itu Tuhan ?? :-) Hanya dengan membalikkan tangan, maka semua konflik selesai ? :-) Semua hal membutuhkan waktu, dan konsistensi dalam mengerjakannya. Daripada teriak2, lebih baik kita membantu, sehingga Obama (dan pihak2 lainnya) bisa mewujudkan perdamaian di Palestina --- karena lawan kita adalah lobi Yahudi. Kekuatan lobi yang paling powerful di dunia ! Sampai tadi malam pun saya masih melihat seorang ulama menuntut hal yang sama juga. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala menyaksikan pameran kebodohan & emosionalitas umat kita ini. Masih menunggu munculnya politikus muslim yang baik & cerdas. Salam, HS On 1/22/09, A Nizami <[email protected]> wrote: > Assalamu'alaikum wr wb, > > Gambar2 ada di: > http://syiarislam.wordpress.com/2008/02/18/mengapa-ummat-islam-mundur-dan-ummat-selain-islam-maju/ > > Saat ini boleh dikata ummat Islam adalah ummat yang > paling tertinggal dibanding ummat-ummat beragama > lainnya. > > Ummat Yahudi meski berjumlah hanya 15 juta, namun > menguasai ekonomi dan politik dunia. Mereka bisa > menguasai masjidil Aqsha tanpa perlawanan berarti dari > ummat Islam yang katanya berjumlah 1,2 milyar atau 80 > kali lipat lebih banyak dari kaum Yahudi. > > Ummat Nasrani di Eropa, Australia, AS, sangat maju di > bidang teknologi dan menguasai negara-negara Islam > secara ekonomi dan politik. Mereka mampu membuat > mobil, kapal selam, kapal induk yang mampu memuat > ratusan kapal terbang, rudal antar benua, pesawat > ulang alik yang mengelilingi bumi, bahkan bisa membuat > pesawat ruang angkasa yang bisa melaju jauh hingga > melewati planet Saturnus. > > Bahkan Amerika Serikat dan sekutunya mampu menyerang > dan menjajah dan membunuh ummat Islam di Afghanistan > dan Irak tanpa perlawanan dari seluruh ummat Islam. > Sebagian ummat Islam dengan semangat "Toleransi" > justru bekerjasama dengan AS dan Sekutunya yang > sebenarnya merupakan kafir harbi. > > Ummat Islam boleh dikata ummat yang paling miskin, > paling bodoh, dan paling suka bertengkar dengan > sesama. > > Padahal zaman Nabi, sahabat, dan beberapa generasi > sesudahnya selama 700 tahun ummat Islam begitu maju > menguasai dunia. Islam berkibar dari Ternate, India, > Timur Tengah, Yugoslavia, Albania, Bulgaria, Yunani, > bahkan hingga Spanyol. > > Ummat Islam mampu mengalahkan orang-orang kafir, > Yahudi, bahkan 2 kerajaan Super Power saat itu yaitu > Romawi dan Persia. Bahkan ibukota kedua negara > tersebut, yaitu Constantinople (Istambul) dan Baghdad > saat ini tetap berada di tangan Islam yaitu di negara > Turki dan Irak. > > Istana Alhambra dengan air mancurnya peninggalan Islam > di kota Granada, SpanyolSemangat jihad ummat Islam > begitu tinggi sehingga 200 ribu pasukan Romawi tidak > mampu mengalahkan pasukan Islam yang dipimpin Khalid > bin Walid yang berjumlah hanya 3 ribu orang. Bukannya > tentara Islam yang mundur, justru pasukan Romawilah > yang mundur ketakutan akibat strategi Khalid bin > Walid. > > Dalam Perang Salib antara ummat Kristen dengan Ummat > Islam yang terjadi beberapa kali dari tahun 1096 > hingga 1291 untuk memperebutkan Palestina, hanya > perang Salib pertama yang dimenangkan ummat Kristen. > Setelah itu ummat Islam yang menang dan berkuasa > hingga abad 20 sebelum akhirnya jatuh ke tangan > Israel. > > Dalam bidang ilmu pengetahuan juga begitu. Ibnu Sina > (Avicenna) dikenal sebagai Bapak Kedokteran dunia. > Ketika perang Salib dan Raja Richard the Lion Heart > sakit, tak ada satu dokter Eropa pun yang mampu > mengobatinya. Justru Sultan Salahuddin Al Ayyubi yang > menyelinap ke tenda Richard yang bisa mengobatinya. > Itulah keunggulan ilmu kedokteran Islam saat itu. > > Ilmuwan Islam Al Khawarizmi juga mengembangkan ilmu > Matematika seperti Aljabar (Algebra), Algoritma > (Algorithm) yang kita kenal hingga sekarang. Bahkan > angka yang kita pakai sekarang pun merupakan hasil > penemuan ilmuwan Islam yang disebut dengan "ARABIC > NUMERAL" yang menggantikan Sistem Bilangan Romawi > yang sangat tidak fleksibel. Pada saat munculnya > Islam, bangsa Barat belum mengenal angka 0 (Nol). > Islamlah yang mengenalkan angka itu pada mereka. > > Mengapa ini semua bisa terjadi? > > Syekh Amir Syakib Arsalan menulis satu buku yang > mengungkap hal ini dengan judul "Mengapa Ummat Islam > Mundur dan Ummat Selainnya Maju?" > > Sebab pertama kenapa ummat Islam mundur adalah karena > ummat Islam sudah tidak mempraktekkan ajaran Islam > yang termuat dalam Al Qur'an dan Hadits. Padahal itu > adalah pedoman kita agar hidup bahagia dunia dan > akhirat. > > Nabi SAW bersabda: "Aku tinggalkan bagimu dua perkara, > jika kamu berpegang teguh kepada keduanya kamu tidak > akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah dan > Sunnah Rasul(hadits)". Ditambah lagi Qur'an sendiri > menyatakan dalam surat Al-Furqon ayat 30. Berkatalah > Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al > Qur'an itu sesuatu yang tidak diacuhkan". Menyoroti > masalah ini Ibnu Taimiyyah mengatakan: "Barang siapa > yang tidak membaca Qur'an maka dia telah menjauhi > Qur'an, dan barang siapa yang membaca tapi tidak > pernah merenungkan isinya maka dia telah menjauhi > Qur'an, dan barang siapa yang membaca lalu merenungkan > isinya tapi tidak pernah mengamalkan nya maka dia > telah menjauhi qur'an pula". Tapi hal iniditujukan > kepada orang yang berbeda kemampuan pemahamannya > terhadap Qur''an. > > Dalam Islam begitu banyak ajaran yang jika > dilaksanakan akan bermanfaat bagi ummat Islam sendiri. > > Sebagai contoh, Nabi berkata bahwa menuntut ilmu > merupakan kewajiban bagi setiap Muslim lelaki dan > perempuan [Ibnu Majah). Artinya jika kita mempelajari > ilmu yang bermanfaat kita akan mendapat pahala, sedang > jika tidak belajar kita akan berdosa. > > Namun kenyataannya banyak ummat Islam yang malas > belajar. Bahkan ada yang beranggapan wanita tidak > perlu sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya juga tinggal > di dapur. > > Akibatnya ummat Islam jadi bodoh dan terbelakang. > > Sebaiknya ummat Non Muslim begitu rajin belajar. Tidak > hanya S1, tapi juga S2, bahkan S3 dan banyak juga yang > tetap belajar meski tidak melalui pendidikan formal > seperti Bill Gates yang meski tidak lulus kuliah tapi > tetap terus belajar sehingga bisa membuat sistem > operasi komputer yang dipakai luas di seluruh dunia. > > Ummat Non Muslim begitu cerdas hingga mereka bisa > membuat pesawat terbang, kapal induk, peluru kendali, > mobil, komputer, dan sebagainya, sementara ummat Islam > karena bodoh nyaris tidak bisa apa-apa. > > Nabi juga berkata: "Kebersihan sebagian dari > iman." Namun ternyata ummat Islam banyak yang hidup > jorok. Bahkan banyak pesantren yang merupakan tempat > kaderisasi ulama yang begitu kotor tempat wudlu, kamar > mandi, apalagi WC-nya. Saya sempat melihat air yang > begitu kotor dan hijau dipakai untuk berwudlu di > pesantren. > > Sebaliknya, ummat Non Muslim hidup begitu bersih. > Untuk kamar kecil saja, airnya begitu bersih dan > jernih. Bahkan mereka bisa mencari nafkah dengan > menjadikan kebersihan sebagai usaha/bisnis mereka. > Sebagai contoh perusahaan Swedia, Electrolux, > memproduksi berbagai produk kebersihan seperti Vacuum > Cleaner, alat pel listrik, dan sebagainya. Unilever > merupakan perusahaan Multinasional yang kaya dengan > produk kebersihan seperti sabun mandi, shampo > (pembersih rambut), dan juga sabun cuci. Mereka jadi > bersih dan makmur dengan menjalankan kebersihan yang > sebenarnya merupakan ajaran Islam. > > Kedua adalah ummat Islam tidak bersatu, tapi > berpecah-belah. Padahal ummat Islam diperintahkan > untuk bersatu. > > Allah sudah mengingatkan kepada kita . QS. Ali Imran : > 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali > (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan > ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu > (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah > mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena > ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu > telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah > menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah > menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat > petunjuk. > > Nabi Muhammad SAW bersabda: "Akan terpecah belah > umatku seperti terpecah-belahnya Yahudi dan Nasrani > menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali > kaum yang mengikuti ajaran-ajaranku dan > sahabat-sahabatku". > > Pada zaman Nabi, ummat Islam juga berusaha untuk > dipecah-belah dan diadu-domba baik oleh orang kafir > Mekkah, mau pun kaum Yahudi misalnya dengan berusaha > menimbulkan fanatisme suku antara kelompok Muhajirin > dan Anshar. Tapi Nabi berhasil mendamaikan dan > mempersatukan mereka. Seharusnya para ulama yang > merupakan pewaris Nabi harus berusaha mempersatukan > ummat Islam yang terpecah-belah baik dalam kelompok > bangsa/negara mau pun aliran. > > Bahkan ummat Islam juga disusupi oleh kaum munafik > yang dipimpin Abdullah bin Ubay bin Salul untuk > memecah-belah ummat Islam dari dalam. Kaum munafik ini > bahkan membangun masjid guna memecah-belah ummat > Islam. > > "Di antara orang-orang munafik itu ada yang > mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan pada > orang-orang mukmin, untuk kekafiran dan untuk memecah > belah antara orang-orang mukmin serta menunggu > kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan > Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: > "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah > menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah > pendusta. > > Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu > selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan > atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama > adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di > dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin > membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai > orang-orang yang bersih. [At Taubah:107-108] > > Ummat Islam bukan hanya tidak sholat di masjid itu > (Masjid Dliror), bahkan membakarnya sehingga > orang-orang munafik tidak bisa memecah-belah ummat > Islam. > > "Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan > dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah > telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan > usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi > petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan > Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali > kamu tidak mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk > kepadanya. > > Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir seperti mereka. > Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka > penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah pada > jalan Allah. Jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah > mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah > kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi > pelindung, dan jangan pula > > menjadi penolong" [An Nisaa':88-89] > > Surat Al Baqoroh ayat 1-20 menjelaskan Muslim yang > lurus, orang yang kafir, dan orang yang munafik. Ini > agar ummat Islam bisa bersatu dengan Muslim yang lurus > dan terhindar dari pecah-belah / adu domba kaum kafir > dan munafik. > > Dengan persatuan, ummat Islam tidak terkalahkan. Tidak > hanya kaum kafir Quraisy yang gagal mengalahkan ummat > Islam, tapi juga kaum Yahudi, Persia, dan Romawi. > Mereka akhirnya takluk di tangan pejuang Islam. > > Negara-negara Barat maju karena mereka bersatu. Di > bawah kepemimpinan Amerika Serikat dan kelompoknya > yang disebut NATO, mereka bersatu menyerang ummat > Islam di Afghanistan, Iraq, dan juga memberikan > dukungan penuh pada Israel yang menjajah Palestina dan > menguasai masjid Al Aqsha. > > Presiden AS, George W Bush mengatakan: "Either with > us or against us!". Berjuang bersama kami. Jika > tidak berarti melawan kami!" Jika tidak turut > berjuang bersama George W Bush, berarti jadi musuh > Bush cs. > > Ummat Islam dulu juga begitu. Ketika bin Malik, Hilal > bin Umayyah dan Mararah bin Rabi' tidak ikut > berperang, mereka dikucilkan sehingga merasa berdosa: > > "dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan > (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah > menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan > jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, > serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat > lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. > Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka > tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang > maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." [At > Taubah:118] > > Ummat Islam gagal membebaskan masjid Al Aqsha karena > politik adu domba dan pecah belah yang dilancarkan > oleh AS dan sekutunya. > > Jika ummat Islam bersatu, tidak mungkin orang-orang > kafir mampu memerangi ummat Islam dan menang: > > "Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan > bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang > berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara > sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka > itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang > demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum > yang tidak mengerti." [Al Hasyr:14] > > Sebagai contoh ratusan ribu ummat Islam dibantai di > Iraq, Afghanistan, dan Palestina oleh AS dan Israel. > Ternyata justru sebagian pemimpin Arab seperti > presiden Mesir Hosni Mobarak atau Raja Arab Saudi, > Abdullah, yang bersekutu dengan AS/Israel. Arab Saudi > bahkan menyediakan negaranya sebagai pangkalan militer > puluhan ribu tentara AS yang membantai ummat Islam di > Iraq dan Afghanistan serta menyediakan minyak bagi > tank, pesawat tempur, dan roket AS dan Israel. > > Sering ummat Islam ribut dan bertengkar karena masalah > furu'iyah/cabang sehingga akhirnya terpecah-belah > dan mudah ditaklukkan musuh. > > Sebab Ketiga adalah ummat Islam Cinta Dunia dan Takut > Mati. > > Nabi Muhammad SAW berkata: "Kamu akan diperebutkan > oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang > berebut melahap isi mangkok makanan. Para sahabat > bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya > Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak, bahkan saat itu > jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air > bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit > wahan." Mereka bertanya lagi, "Apa itu penyakit wahan, > ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kecintaan yang > sangat kepada dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud) > > Saat ini mayoritas ummat Islam terlalu cinta dunia dan > takut mati. Kebanyakan ummat Islam boleh dikata alergi > terhadap perang. Apalagi ada beberapa boneka kelompok > Barat yang berusaha melenyapkan ajaran jihad dengan > perang dan menggantinya dengan ajaran Damai dan Cinta > meski pada saat ini ummat Islam diserang dan dibunuh > di Afghanistan, Iraq, dan Palestina. Ajaran Jihad pun > berusaha untuk dipersempit sehingga perang tidak > termasuk di situ. > > Allah mewajibkan ummat Islam untuk berperang membela > diri dan orang-orang yang dizalimi: > > "Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan > membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, > wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: > "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini > (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami > pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong > dari sisi Engkau!." [An Nisaa':75] > > "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang > memerangi kamu" [Al Baqoroh:190] > > "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang > itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu > membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan > boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia > amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak > mengetahui." [Al Baqarah:216] > > Dalam Islam kita diperintahkan untuk selalu dalam > keadaan siap untuk berperang, sehingga ketika musuh > menyerang, kita tidak terbantai dan terjajah: > > "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa > saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang > ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) > kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang > orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; > sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu > nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi > dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya > (dirugikan)." [Al Anfaal:60] > > Negara-negara Barat paham mengenai hal ini. Mereka > punya semboyan: "Si Vis Pacem Para Bellum". Agar > bisa damai, kita harus menyiapkan perang. Artinya jika > kita kuat dan siap perang, maka musuh tidak berani > menyerang dan memerangi kita sehingga kita bisa hidup > damai. > > Negara-negara Barat maju karena banyak melakukan > peperangan. Dari Eropa, mereka berperang menyerang > penduduk-penduduk di benua Asia, Afrika, Australia, > dan Amerika. Akibatnya saat ini Kanada, Amerika > Serikat, Australia, serta negara-negara Amerika Latin > seperti Meksiko dan Brazil boleh dikata mayoritas > penduduknya dan pemimpinnya berasal dari Eropa. > > Negara-negara Barat juga melakukan peperangan baik > dalam perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Korea, > Perang Vietnam, Perang Afghanistan, Perang Iraq, dan > sebagainya. Puluhan juta tentara mereka mati > karenanya. Tapi musuh yang mereka bunuh (di antaranya > ummat Islam) lebih banyak lagi dan mereka berhasil > menguasai sumber daya dan kekayaan negara lain > sehingga bisa maju dan kaya. > > Seharusnya ummat Islam harus berani berperang untuk > membela diri. Para ulama dan pemuda Islam yang sadar > juga harus semangat untuk berperang membela > orang-orang yang dijajah: > > "Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk > berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar > diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua > ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang > sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat > mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan > orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti" [Al > Anfaal:65] > > Saat ini kebanyakan ummat Islam takut untuk mati di > dalam peperangan. Sebaliknya mati ketika tawuran > sekolah, tawuran antar warga, perang Supporter bola, > atau mati terinjak dalam konser jadi hal yang biasa > ketimbang mati syahid di dalam peperangan. > > Sebab Keempat mundurnya ummat Islam adalah hilangnya > semangat Jihad. Jihad adalah satu kesungguhan untuk > berjuang di jalan Allah. > > Ada hadits dloif yang berusaha memperkecil makna Jihad > sebagai hanya perang melawan hawa nafsu dan bukan > berperang. Padahal jihad adalah perjuangan yang > sungguh-sungguh sehingga bukan hanya harta saja yang > dikorbankan, tapi juga nyawa. > > Ayat di bawah menjelaskan orang yang berjihad dengan > harta dan nyawa jauh lebih tinggi derajadnya ketimbang > orang yang tidak ikut berperang: > > "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak > ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan > orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta > mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang > berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang > yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka > Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah > melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang > duduk dengan pahala yang besar" [An Nisaa':95] > > Ummat Islam ketika perang dulu tidak takut mati. > Justru mereka berperang dengan sengit agar bisa mati > syahid dan mendapatkan surga: > > "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang > mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga > untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu > mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) > janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan > Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya > (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan > jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah > kemenangan yang besar." [At Taubah:111] > > Orang-orang kafir heran, ummat Islam bukannya berusaha > menghindari mati, tapi justru berusaha mati di dalam > peperangan. Sehingga mereka begitu fokus menyerang > musuh dan sulit untuk dikalahkan. > > Dalam Perang Mu'tah, 3.000 pasukan Muslim dengan > sabar melawan 200.000 pasukan Romawi. Mereka tidak > mundur ketakutan. Justru pasukan Romawi yang mundur > ketakutan karena strategi Panglima Muslim, Khalid bin > Walid. Ketika ada yang mengusulkan untuk minta bantuan > pasukan kepada Nabi, Abdullah bin Rawahah (salah satu > syuhada) berkata: "Demi Allah apa yang tidak kalian > sukai sebenarnya justru yang kita cari, yaitu mati > syahid. Kita tidak berperang karena jumlah, kekuatan, > dan banyaknya personil. Kita perang karena Islam yang > dengannya Allah memuliakan kita. Maka berangkatlah > karena di sana hanya ada 2 kebaikan: Menang atau Mati > Syahid!" (Siroh Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman al > Mubarakfury). > > Zaid bin Harits, Ja'far bin Abu Thalib, Abdullah bin > Rawahah mati syahid. Total hanya 12 pasukan Muslim > yang mati syahid. Sementara jumlah tentara Romawi yang > gugur lebih banyak lagi. > > Ibnu 'Umar yang melihat jasad Ja'far mengatakan > bahwa ada 70 luka karena tikaman dan sabetan di tubuh > Ja'far. Semua di tubuh bagian depan. > > Itulah kehebatan semangat Jihad yang dimiliki ummat > Islam. Meski kalah jumlah dan menghadapi Superpower > dunia saat itu, mereka tidak gentar dan menang. > > Sesungguhnya Jihad adalah semangat yang membuat ummat > Islam menjadi kuat dan sulit untuk dizalimi, dijajah, > atau dikalahkan. Orang-orang kafir membenci ini dan > berusaha menghapusnya dengan memasukkan berbagai > ajaran/paham sehingga ummat Islam jauh dari jihad. > Misalnya dengan tasawuf, ummat Islam diasyikkan dengan > "mujahadah" sehingga lebih asyik menyepi dan > "berzikir" ketimbang berjihad. > > Padahal jihad adalah satu kewajiban: > > "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad > yang sebenar-benarnya.." [Al Hajj:78] > > Jihad adalah pintu atau syarat untuk masuk surga: > > "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, > padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang > berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang > sabar." [Ali 'Imran:142] > > "Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, > dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan > jihad yang besar." [Al Furqon:52] > > Hanya orang yang munafik/tidak beriman yang tidak mau > berperang dan berjihad: > > "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari > kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak > ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah > mengetahui orang-orang yang bertakwa." [At > Taubah:44] > > "Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) > merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang > Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan > harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka > berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) > dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka > jahannam itu lebih sangat panasnya" jika mereka > mengetahui." [At Taubah:81] > > Sebab Kelima kemunduran Ummat Islam adalah karena > tidak mandiri di bidang ekonomi. Saat ini secara > ekonomi ummat Islam dikuasai oleh orang-orang kafir. > Ummat Islam bukan sebagai produsen atau penghasil. > Tapi hanya sebagai pembeli/pemakai. Jika orang-orang > kafir mengembargo, maka ummat Islam akan kesulitan. > > Sumber daya dan kekayaan alam negara-negara Islam saat > ini dikuasai oleh orang-orang kafir. Minyak, gas, > emas, tembaga, perak, boleh dikata dikelola oleh Multi > National Company (MNC) dari negara-negara Barat yang > perekonomiannya didominasi Yahudi bekerjasama dengan > segelintir pemimpin Muslim yang korup. > > Ummat Islam hanya mendapat persentase yang amat kecil. > Sebagai contoh dari minyak saja mereka mengeruk > keuntungan Rp 154 trilyun per tahun. Akibatnya ummat > Islam jadi miskin, sementara orang-orang kafir > bertambah kaya. Ummat Islam sering kesulitan dana > untuk membangun masjid, sekolah-sekolah Islam dan > tidak mampu menyantuni fakir miskin dan anak Yatim. > Banyak anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan > mencari makan. > > Nabi Muhammad bukan hanya mengadakan boikot terhadap > produk asing. Tapi bahkan melarang orang-orang kafir > masuk ke kota Mekkah. Padahal saat itu perekonomian > masih dikuasai oleh orang-orang kafir. Ketika sebagian > orang Islam ada yang khawatir nanti bisa susah/miskin, > Allah menghibur mereka: > > "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya > orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah > mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan > jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti > akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika > Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui > lagi Maha Bijaksana." [At Taubah:28] > > Justru dengan melarang orang-orang kafir masuk, ummat > Islam malah mandiri di bidang ekonomi dan menjadi > lebih makmur. > > Sebagai contoh, jika minyak, gas, emas, tembaga, > perak, dan sebagainya dikelola oleh ummat Islam > sendiri, maka semua keuntungan masuk ke tangan ummat > Islam. Bukan recehan kecil yang hanya nol sekian > persen yang diberikan oleh orang-orang kafir tersebut. > > Dengan begitu ummat Islam bisa makmur dan kuat. > Kemiskinan bisa dikurangi. > > Sebab Keenam kemunduran ummat Islam adalah ummat Islam > tidak bisa menentukan prioritas (Tertib/urutan > kepentingan) bersama yang harus dikerjakan bersama. > > Sering ummat Islam mengerjakan hal-hal yang tidak > penting dan tidak segera ketimbang hal yang sangat > penting dan mendesak. > > Padahal berbagai ajaran Islam seperti sholat, haji, > wudlu, dan sebagainya merupakan pendidikan tentang > mengerjakan sesuatu menurut urutan yang benar/tertib. > Ummat Islam harus bisa menentukan mana pekerjaan yang > harus diselesaikan lebih dulu, dan mana yang bisa > dikerjakan kemudian. > > Ummat Islam juga sering gagal menentukan musuh mana > dulu yang harus dilawan sekarang dan yang mana bisa > dilakukan kemudian. Sering ummat Islam perang sesama > mereka sementara lawan yang harus diserang seperti > Israel yang menjajah Palestina atau AS yang menjajah > Iraq dan Afghanistan justru aman dari mulut dan tangan > ummat Islam. > > Sebagai contoh kita menyaksikan perang Iraq melawan > Iran yang menewaskan 2 juta ummat Islam, kemudian Iraq > melawan Kuwait dan Saudi yang juga menewaskan banyak > korban. Di saat yang sama negara-negara yang berperang > dan mengorbankan nyawa jutaan rakyatnya ini tidak ada > satu pun yang menyerang Israel untuk membebaskan > Masjidil Aqsha. > > Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah ribut > apalagi perang dengan sesama. Bahkan ketika kelompok > munafik Abdullah bin Ubay memecah-belah ummat Islam > sehingga dari 1.000 pasukan Muslim, 300 membelot ke > Abdullah bin Ubay, Nabi tidak memeranginya. Kata Nabi, > jika aku membunuhnya, nanti orang akan berkata bahwa > ummat Islam saling bunuh. Nabi juga menandatangani > perjanjian damai dan kerjasama pertahanan dengan > orang-orang Yahudi untuk menghadapi serangan kaum > kafir Mekkah. Ketika kaum Yahudi berkhianat, baru Nabi > memerangi mereka. > > Jadi Nabi Muhammad SAW bertindak cerdas untuk > menentukan lawan yang harus diserang dan mana yang > diajak bekerjasama. Bukan memerangi seluruh dunia. > > Sebab Ketujuh mundurnya ummat Islam adalah ummat Islam > gagal menemukan hal yang bermanfaat. > > Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: "Rosululloh > sholallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: > "Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang > ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna > baginya." (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan > lainnya) > > "Gemarlah kepada hal-hal yang berguna bagimu" > [Muslim] > > Negara Barat maju karena banyak menemukan dan membuat > hal yang berguna baik untuk orang lain mau pun diri > mereka sendiri. Mereka membuat mobil dan kapal terbang > sehingga orang bisa bepergian dengan cepat dan nyaman. > Mereka membuat handphone dan telepon sehingga orang > bisa berbicara dengan saudara dan temannya meski > terpisah jauh sekali. Mereka membuat berbagai > peralatan yang bermanfaat bagi kita semua seperti > vacuum cleaner dan sebagainya. > > Dengan menggemari hal yang bermanfaat, mereka > memberikan manfaat bagi orang lain dan diri mereka > sendiri. > > Sebab kedelapan adalah ummat Islam tidak menguasai > media massa. Akibatnya ketika Islam dicitrakan sebagai > teroris dan hukum Islam dilecehkan, ummat Islam tidak > bisa berbuat apa-apa. Bahkan tidak jarang ummat Islam > diadu-domba dengan berbagai pemberitaan di media > massa. > > Memang ummat Islam punya media cetak dan radio meski > pembacanya tidak sebanyak media yang dimiliki oleh > kelompok non Muslim dan sekuler. Contohnya di > Indonesia oplah majalah Islam hanya 100 ribu atau > kurang dengan pembaca kurang dari 500 ribu orang. > Kurang dari 0,3% dari total penduduk Indonesia. > > Bahkan untuk TV Nasional yang dapat menjangkau 200 > juta penduduk Indonesia, tidak ada TV yang dimiliki > oleh ummat Islam. Semuanya dimiliki kelompok Non > Muslim atau sekuler. Bahkan 2 di antara TV Nasional di > Indonesia dikuasai oleh Konglomerat Media Yahudi: > Rupert Murdoch. > > Di dunia boleh dikata media massa dikuasai oleh Non > Muslim. Media massa terkemuka seperti TV CNN, majalah > Time, New York Time dikuasai oleh mereka. Begitu pula > dengan Hollywood yang film-filmnya ditonton jutaan > orang. Tak jarang di film tersebut selain > dipropagandakan gaya hidup sex bebas juga ummat Islam > digambarkan sebagai teroris. > > Padahal media massa sangat penting untuk menyampaikan > berita. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al > Qur'an yang artinya "Bacaan" atau informasi. > Salah satu tugas utama Nabi adalah menyampaikan > berita: > > "Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang > mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang > besar dari Allah." [Al Ahzab:47] > > "Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) > dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan > pemberi peringatan" [Al Baqarah:119] > > "Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, > pembawa berita gembira dan pemberi peringatan" [Al > Fath:8] > > Tentu saja untuk menyampaikan berita itu kepada > masyarakat luas diperlukan berbagai media. Nabi > melakukannya dengan berpidato ke masyarakat luas, > dakwah dari mulut ke mulut, menyampaikan utusan, dan > juga mengirim surat. > > Tak jarang banyak berita yang memojokkan ummat Islam > dan justru membela aliran-aliran sesat. Ini karena > media massa dikuasai kelompok yang tidak senang dengan > Islam. Oleh karena itu ummat Islam harus menguasai > media massa agar ummat Islam bisa mendapatkan berita > dari sumber yang benar. Bukan berita dari orang-orang > fasik yang memojokkan Islam: > > "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu > orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah > dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah > kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang > menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." [Al > Hujuraat:6] > > Tentu saja kekurangan dana menyebabkan ummat Islam > tidak dapat menguasai media massa. Tapi dengan media > massa juga ummat Islam sebetulnya bisa menggalang > dana. > > Untuk itu Islamic Broadcasting Forum > (www.islamicbroadcasting.wordpress.com) dengan > keterbatasan dana yang dimiliki berusaha mengembangkan > TV Komunitas yang biayanya berkisar Rp 50-500 juta per > TV agar dakwah Islam bisa lebih luas. Tentunya ini > tidak akan berhasil jika tidak dilakukan secara > berjama'ah oleh seluruh ummat Islam. > > Rujukan: > > Mengapa kaum muslimin mundur/ Al-Amir Syakib Arsalan, > Bulan Bintang Jakarta, cet.5,1985. > > === > Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 > ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 > Informasi selengkapnya ada di: > http://syiarislam.wordpress.com > http://www.media-islam.or.id > > > Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan > Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
