Wa'alaikumsalam wr. wb,

Satu lagi penyebabnya adalah karena umat Islam tidak mampu berpolitik.

Kita kehilangan tokoh2 seperti Agus Salim, M Natsir, dll. Beliau ini
bisa berpolitik dengan bersih, namun sangat cerdas. Sehingga bisa
bermanfaat besar.

Salah satu kelebihan Yahudi adalah kemampuannya berpolitik yang
canggih. Dari situ mereka bisa mendapatkan berbagai keuntungan lainnya
- ekonomi, teknologi, dll

Politikus Islam sejauh ini cuma sibuk meraup untung sendiri. Ada yang
baik, tapi bodoh. Ada yang pintar, tapi culas.

Padahal politikus yang cerdas & baik itu bisa membawa manfaat yang
sangat signifikan. Lihat saja Obama, baru beberapa jam menjadi
presiden, dia sudah banyak sekali sibuk menjungkirbalikkan berbagai
ngawurnya Bush.

Kita ? Kita malah menuntut Obama untuk menyelesaikan masalah Timur
Tengah DETIK ini juga ! ! !    :-)


Ini kita bicara konflik yang sudah berjalan selama belasan tahun.
Memangnya Obama itu Tuhan ??  :-)
Hanya dengan membalikkan tangan, maka semua konflik selesai ? :-)

Semua hal membutuhkan waktu, dan konsistensi dalam mengerjakannya.
Daripada teriak2, lebih baik kita membantu, sehingga Obama (dan pihak2
lainnya) bisa mewujudkan perdamaian di Palestina --- karena lawan kita
adalah lobi Yahudi. Kekuatan lobi yang paling powerful di dunia !

Sampai tadi malam pun saya masih melihat seorang ulama menuntut hal
yang sama juga. Saya cuma bisa geleng-geleng kepala menyaksikan
pameran kebodohan & emosionalitas umat kita ini.

Masih menunggu munculnya politikus muslim yang baik & cerdas.



Salam, HS



On 1/22/09, A Nizami <[email protected]> wrote:
> Assalamu'alaikum wr wb,
>
> Gambar2 ada di:
> http://syiarislam.wordpress.com/2008/02/18/mengapa-ummat-islam-mundur-dan-ummat-selain-islam-maju/
>
> Saat ini boleh dikata ummat Islam adalah ummat yang
> paling tertinggal dibanding ummat-ummat beragama
> lainnya.
>
> Ummat Yahudi meski berjumlah hanya 15 juta, namun
> menguasai ekonomi dan politik dunia. Mereka bisa
> menguasai masjidil Aqsha tanpa perlawanan berarti dari
> ummat Islam yang katanya berjumlah 1,2 milyar atau 80
> kali lipat lebih banyak dari kaum Yahudi.
>
> Ummat Nasrani di Eropa, Australia, AS, sangat maju di
> bidang teknologi dan menguasai negara-negara Islam
> secara ekonomi dan politik. Mereka mampu membuat
> mobil, kapal selam, kapal induk yang mampu memuat
> ratusan kapal terbang, rudal antar benua, pesawat
> ulang alik yang mengelilingi bumi, bahkan bisa membuat
> pesawat ruang angkasa yang bisa melaju jauh hingga
> melewati planet Saturnus.
>
> Bahkan Amerika Serikat dan sekutunya mampu menyerang
> dan menjajah dan membunuh ummat Islam di Afghanistan
> dan Irak tanpa perlawanan dari seluruh ummat Islam.
> Sebagian ummat Islam dengan semangat "Toleransi"
> justru bekerjasama dengan AS dan Sekutunya yang
> sebenarnya merupakan kafir harbi.
>
> Ummat Islam boleh dikata ummat yang paling miskin,
> paling bodoh, dan paling suka bertengkar dengan
> sesama.
>
> Padahal zaman Nabi, sahabat, dan beberapa generasi
> sesudahnya selama 700 tahun ummat Islam begitu maju
> menguasai dunia. Islam berkibar dari Ternate, India,
> Timur Tengah, Yugoslavia, Albania, Bulgaria, Yunani,
> bahkan hingga Spanyol.
>
> Ummat Islam mampu mengalahkan orang-orang kafir,
> Yahudi, bahkan 2 kerajaan Super Power saat itu yaitu
> Romawi dan Persia. Bahkan ibukota kedua negara
> tersebut, yaitu Constantinople (Istambul) dan Baghdad
> saat ini tetap berada di tangan Islam yaitu di negara
> Turki dan Irak.
>
> Istana Alhambra dengan air mancurnya peninggalan Islam
> di kota Granada, SpanyolSemangat jihad ummat Islam
> begitu tinggi sehingga 200 ribu pasukan Romawi tidak
> mampu mengalahkan pasukan Islam yang dipimpin Khalid
> bin Walid yang berjumlah hanya 3 ribu orang. Bukannya
> tentara Islam yang mundur, justru pasukan Romawilah
> yang mundur ketakutan akibat strategi Khalid bin
> Walid.
>
> Dalam Perang Salib antara ummat Kristen dengan Ummat
> Islam yang terjadi beberapa kali dari tahun 1096
> hingga 1291 untuk memperebutkan Palestina, hanya
> perang Salib pertama yang dimenangkan ummat Kristen.
> Setelah itu ummat Islam yang menang dan berkuasa
> hingga abad 20 sebelum akhirnya jatuh ke tangan
> Israel.
>
> Dalam bidang ilmu pengetahuan juga begitu. Ibnu Sina
> (Avicenna) dikenal sebagai Bapak Kedokteran dunia.
> Ketika perang Salib dan Raja Richard the Lion Heart
> sakit, tak ada satu dokter Eropa pun yang mampu
> mengobatinya. Justru Sultan Salahuddin Al Ayyubi yang
> menyelinap ke tenda Richard yang bisa mengobatinya.
> Itulah keunggulan ilmu kedokteran Islam saat itu.
>
> Ilmuwan Islam Al Khawarizmi juga mengembangkan ilmu
> Matematika seperti Aljabar (Algebra), Algoritma
> (Algorithm) yang kita kenal hingga sekarang. Bahkan
> angka yang kita pakai sekarang pun merupakan hasil
> penemuan ilmuwan Islam yang disebut dengan "ARABIC
> NUMERAL" yang menggantikan Sistem Bilangan Romawi
> yang sangat tidak fleksibel. Pada saat munculnya
> Islam, bangsa Barat belum mengenal angka 0 (Nol).
> Islamlah yang mengenalkan angka itu pada mereka.
>
> Mengapa ini semua bisa terjadi?
>
> Syekh Amir Syakib Arsalan menulis satu buku yang
> mengungkap hal ini dengan judul "Mengapa Ummat Islam
> Mundur dan Ummat Selainnya Maju?"
>
> Sebab pertama kenapa ummat Islam mundur adalah karena
> ummat Islam sudah tidak mempraktekkan ajaran Islam
> yang termuat dalam Al Qur'an dan Hadits. Padahal itu
> adalah pedoman kita agar hidup bahagia dunia dan
> akhirat.
>
> Nabi SAW bersabda: "Aku tinggalkan bagimu dua perkara,
> jika kamu berpegang teguh kepada keduanya kamu tidak
> akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah dan
> Sunnah Rasul(hadits)". Ditambah lagi Qur'an sendiri
> menyatakan dalam surat Al-Furqon ayat 30. Berkatalah
> Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al
> Qur'an itu sesuatu yang tidak diacuhkan". Menyoroti
> masalah ini Ibnu Taimiyyah mengatakan: "Barang siapa
> yang tidak membaca Qur'an maka dia telah menjauhi
> Qur'an, dan barang siapa yang membaca tapi tidak
> pernah merenungkan isinya maka dia telah menjauhi
> Qur'an, dan barang siapa yang membaca lalu merenungkan
> isinya tapi tidak pernah mengamalkan nya maka dia
> telah menjauhi qur'an pula". Tapi hal iniditujukan
> kepada orang yang berbeda kemampuan pemahamannya
> terhadap Qur''an.
>
> Dalam Islam begitu banyak ajaran yang jika
> dilaksanakan akan bermanfaat bagi ummat Islam sendiri.
>
> Sebagai contoh, Nabi berkata bahwa menuntut ilmu
> merupakan kewajiban bagi setiap Muslim lelaki dan
> perempuan [Ibnu Majah). Artinya jika kita mempelajari
> ilmu yang bermanfaat kita akan mendapat pahala, sedang
> jika tidak belajar kita akan berdosa.
>
> Namun kenyataannya banyak ummat Islam yang malas
> belajar. Bahkan ada yang beranggapan wanita tidak
> perlu sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya juga tinggal
> di dapur.
>
> Akibatnya ummat Islam jadi bodoh dan terbelakang.
>
> Sebaiknya ummat Non Muslim begitu rajin belajar. Tidak
> hanya S1, tapi juga S2, bahkan S3 dan banyak juga yang
> tetap belajar meski tidak melalui pendidikan formal
> seperti Bill Gates yang meski tidak lulus kuliah tapi
> tetap terus belajar sehingga bisa membuat sistem
> operasi komputer yang dipakai luas di seluruh dunia.
>
> Ummat Non Muslim begitu cerdas hingga mereka bisa
> membuat pesawat terbang, kapal induk, peluru kendali,
> mobil, komputer, dan sebagainya, sementara ummat Islam
> karena bodoh nyaris tidak bisa apa-apa.
>
> Nabi juga berkata: "Kebersihan sebagian dari
> iman." Namun ternyata ummat Islam banyak yang hidup
> jorok. Bahkan banyak pesantren yang merupakan tempat
> kaderisasi ulama yang begitu kotor tempat wudlu, kamar
> mandi, apalagi WC-nya. Saya sempat melihat air yang
> begitu kotor dan hijau dipakai untuk berwudlu di
> pesantren.
>
> Sebaliknya, ummat Non Muslim hidup begitu bersih.
> Untuk kamar kecil saja, airnya begitu bersih dan
> jernih. Bahkan mereka bisa mencari nafkah dengan
> menjadikan kebersihan sebagai usaha/bisnis mereka.
> Sebagai contoh perusahaan Swedia, Electrolux,
> memproduksi berbagai produk kebersihan seperti Vacuum
> Cleaner, alat pel listrik, dan sebagainya. Unilever
> merupakan perusahaan Multinasional yang kaya dengan
> produk kebersihan seperti sabun mandi, shampo
> (pembersih rambut), dan juga sabun cuci. Mereka jadi
> bersih dan makmur dengan menjalankan kebersihan yang
> sebenarnya merupakan ajaran Islam.
>
> Kedua adalah ummat Islam tidak bersatu, tapi
> berpecah-belah. Padahal ummat Islam diperintahkan
> untuk bersatu.
>
> Allah sudah mengingatkan kepada kita . QS. Ali Imran :
> 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
> (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan
> ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu
> (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
> mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena
> ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu
> telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
> menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
> menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
> petunjuk.
>
> Nabi Muhammad SAW bersabda: "Akan terpecah belah
> umatku seperti terpecah-belahnya Yahudi dan Nasrani
> menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali
> kaum yang mengikuti ajaran-ajaranku dan
> sahabat-sahabatku".
>
> Pada zaman Nabi, ummat Islam juga berusaha untuk
> dipecah-belah dan diadu-domba baik oleh orang kafir
> Mekkah, mau pun kaum Yahudi misalnya dengan berusaha
> menimbulkan fanatisme suku antara kelompok Muhajirin
> dan Anshar. Tapi Nabi berhasil mendamaikan dan
> mempersatukan mereka. Seharusnya para ulama yang
> merupakan pewaris Nabi harus berusaha mempersatukan
> ummat Islam yang terpecah-belah baik dalam kelompok
> bangsa/negara mau pun aliran.
>
> Bahkan ummat Islam juga disusupi oleh kaum munafik
> yang dipimpin Abdullah bin Ubay bin Salul untuk
> memecah-belah ummat Islam dari dalam. Kaum munafik ini
> bahkan membangun masjid guna memecah-belah ummat
> Islam.
>
> "Di antara orang-orang munafik itu ada yang
> mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan pada
> orang-orang mukmin, untuk kekafiran dan untuk memecah
> belah antara orang-orang mukmin serta menunggu
> kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan
> Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah:
> "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah
> menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah
> pendusta.
>
> Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu
> selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan
> atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama
> adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di
> dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin
> membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai
> orang-orang yang bersih. [At Taubah:107-108]
>
> Ummat Islam bukan hanya tidak sholat di masjid itu
> (Masjid Dliror), bahkan membakarnya sehingga
> orang-orang munafik tidak bisa memecah-belah ummat
> Islam.
>
> "Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan
> dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah
> telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan
> usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi
> petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan
> Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali
> kamu tidak mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk
> kepadanya.
>
> Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir seperti mereka.
> Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka
> penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah pada
> jalan Allah. Jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah
> mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah
> kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi
> pelindung, dan jangan pula
>
> menjadi penolong" [An Nisaa':88-89]
>
> Surat Al Baqoroh ayat 1-20 menjelaskan Muslim yang
> lurus, orang yang kafir, dan orang yang munafik. Ini
> agar ummat Islam bisa bersatu dengan Muslim yang lurus
> dan terhindar dari pecah-belah / adu domba kaum kafir
> dan munafik.
>
> Dengan persatuan, ummat Islam tidak terkalahkan. Tidak
> hanya kaum kafir Quraisy yang gagal mengalahkan ummat
> Islam, tapi juga kaum Yahudi, Persia, dan Romawi.
> Mereka akhirnya takluk di tangan pejuang Islam.
>
> Negara-negara Barat maju karena mereka bersatu. Di
> bawah kepemimpinan Amerika Serikat dan kelompoknya
> yang disebut NATO, mereka bersatu menyerang ummat
> Islam di Afghanistan, Iraq, dan juga memberikan
> dukungan penuh pada Israel yang menjajah Palestina dan
> menguasai masjid Al Aqsha.
>
> Presiden AS, George W Bush mengatakan: "Either with
> us or against us!". Berjuang bersama kami. Jika
> tidak berarti melawan kami!" Jika tidak turut
> berjuang bersama George W Bush, berarti jadi musuh
> Bush cs.
>
> Ummat Islam dulu juga begitu. Ketika bin Malik, Hilal
> bin Umayyah dan Mararah bin Rabi' tidak ikut
> berperang, mereka dikucilkan sehingga merasa berdosa:
>
> "dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan
> (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah
> menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan
> jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka,
> serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat
> lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja.
> Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka
> tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang
> maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." [At
> Taubah:118]
>
> Ummat Islam gagal membebaskan masjid Al Aqsha karena
> politik adu domba dan pecah belah yang dilancarkan
> oleh AS dan sekutunya.
>
> Jika ummat Islam bersatu, tidak mungkin orang-orang
> kafir mampu memerangi ummat Islam dan menang:
>
> "Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan
> bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang
> berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara
> sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka
> itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang
> demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum
> yang tidak mengerti." [Al Hasyr:14]
>
> Sebagai contoh ratusan ribu ummat Islam dibantai di
> Iraq, Afghanistan, dan Palestina oleh AS dan Israel.
> Ternyata justru sebagian pemimpin Arab seperti
> presiden Mesir Hosni Mobarak atau Raja Arab Saudi,
> Abdullah, yang bersekutu dengan AS/Israel. Arab Saudi
> bahkan menyediakan negaranya sebagai pangkalan militer
> puluhan ribu tentara AS yang membantai ummat Islam di
> Iraq dan Afghanistan serta menyediakan minyak bagi
> tank, pesawat tempur, dan roket AS dan Israel.
>
> Sering ummat Islam ribut dan bertengkar karena masalah
> furu'iyah/cabang sehingga akhirnya terpecah-belah
> dan mudah ditaklukkan musuh.
>
> Sebab Ketiga adalah ummat Islam Cinta Dunia dan Takut
> Mati.
>
> Nabi Muhammad SAW berkata: "Kamu akan diperebutkan
> oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang
> berebut melahap isi mangkok makanan. Para sahabat
> bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya
> Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak, bahkan saat itu
> jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air
> bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit
> wahan." Mereka bertanya lagi, "Apa itu penyakit wahan,
> ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kecintaan yang
> sangat kepada dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud)
>
> Saat ini mayoritas ummat Islam terlalu cinta dunia dan
> takut mati. Kebanyakan ummat Islam boleh dikata alergi
> terhadap perang. Apalagi ada beberapa boneka kelompok
> Barat yang berusaha melenyapkan ajaran jihad dengan
> perang dan menggantinya dengan ajaran Damai dan Cinta
> meski pada saat ini ummat Islam diserang dan dibunuh
> di Afghanistan, Iraq, dan Palestina. Ajaran Jihad pun
> berusaha untuk dipersempit sehingga perang tidak
> termasuk di situ.
>
> Allah mewajibkan ummat Islam untuk berperang membela
> diri dan orang-orang yang dizalimi:
>
> "Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan
> membela orang-orang yang lemah baik laki-laki,
> wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa:
> "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini
> (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami
> pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong
> dari sisi Engkau!." [An Nisaa':75]
>
> "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang
> memerangi kamu" [Al Baqoroh:190]
>
> "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang
> itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu
> membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan
> boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia
> amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak
> mengetahui." [Al Baqarah:216]
>
> Dalam Islam kita diperintahkan untuk selalu dalam
> keadaan siap untuk berperang, sehingga ketika musuh
> menyerang, kita tidak terbantai dan terjajah:
>
> "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa
> saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang
> ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu)
> kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang
> orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya;
> sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu
> nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi
> dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya
> (dirugikan)." [Al Anfaal:60]
>
> Negara-negara Barat paham mengenai hal ini. Mereka
> punya semboyan: "Si Vis Pacem Para Bellum". Agar
> bisa damai, kita harus menyiapkan perang. Artinya jika
> kita kuat dan siap perang, maka musuh tidak berani
> menyerang dan memerangi kita sehingga kita bisa hidup
> damai.
>
> Negara-negara Barat maju karena banyak melakukan
> peperangan. Dari Eropa, mereka berperang menyerang
> penduduk-penduduk di benua Asia, Afrika, Australia,
> dan Amerika. Akibatnya saat ini Kanada, Amerika
> Serikat, Australia, serta negara-negara Amerika Latin
> seperti Meksiko dan Brazil boleh dikata mayoritas
> penduduknya dan pemimpinnya berasal dari Eropa.
>
> Negara-negara Barat juga melakukan peperangan baik
> dalam perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Korea,
> Perang Vietnam, Perang Afghanistan, Perang Iraq, dan
> sebagainya. Puluhan juta tentara mereka mati
> karenanya. Tapi musuh yang mereka bunuh (di antaranya
> ummat Islam) lebih banyak lagi dan mereka berhasil
> menguasai sumber daya dan kekayaan negara lain
> sehingga bisa maju dan kaya.
>
> Seharusnya ummat Islam harus berani berperang untuk
> membela diri. Para ulama dan pemuda Islam yang sadar
> juga harus semangat untuk berperang membela
> orang-orang yang dijajah:
>
> "Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk
> berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar
> diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua
> ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang
> sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat
> mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan
> orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti" [Al
> Anfaal:65]
>
> Saat ini kebanyakan ummat Islam takut untuk mati di
> dalam peperangan. Sebaliknya mati ketika tawuran
> sekolah, tawuran antar warga, perang Supporter bola,
> atau mati terinjak dalam konser jadi hal yang biasa
> ketimbang mati syahid di dalam peperangan.
>
> Sebab Keempat mundurnya ummat Islam adalah hilangnya
> semangat Jihad. Jihad adalah satu kesungguhan untuk
> berjuang di jalan Allah.
>
> Ada hadits dloif yang berusaha memperkecil makna Jihad
> sebagai hanya perang melawan hawa nafsu dan bukan
> berperang. Padahal jihad adalah perjuangan yang
> sungguh-sungguh sehingga bukan hanya harta saja yang
> dikorbankan, tapi juga nyawa.
>
> Ayat di bawah menjelaskan orang yang berjihad dengan
> harta dan nyawa jauh lebih tinggi derajadnya ketimbang
> orang yang tidak ikut berperang:
>
> "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak
> ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan
> orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta
> mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang
> berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang
> yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka
> Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah
> melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang
> duduk dengan pahala yang besar" [An Nisaa':95]
>
> Ummat Islam ketika perang dulu tidak takut mati.
> Justru mereka berperang dengan sengit agar bisa mati
> syahid dan mendapatkan surga:
>
> "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang
> mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga
> untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu
> mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi)
> janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan
> Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya
> (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan
> jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah
> kemenangan yang besar." [At Taubah:111]
>
> Orang-orang kafir heran, ummat Islam bukannya berusaha
> menghindari mati, tapi justru berusaha mati di dalam
> peperangan. Sehingga mereka begitu fokus menyerang
> musuh dan sulit untuk dikalahkan.
>
> Dalam Perang Mu'tah, 3.000 pasukan Muslim dengan
> sabar melawan 200.000 pasukan Romawi. Mereka tidak
> mundur ketakutan. Justru pasukan Romawi yang mundur
> ketakutan karena strategi Panglima Muslim, Khalid bin
> Walid. Ketika ada yang mengusulkan untuk minta bantuan
> pasukan kepada Nabi, Abdullah bin Rawahah (salah satu
> syuhada) berkata: "Demi Allah apa yang tidak kalian
> sukai sebenarnya justru yang kita cari, yaitu mati
> syahid. Kita tidak berperang karena jumlah, kekuatan,
> dan banyaknya personil. Kita perang karena Islam yang
> dengannya Allah memuliakan kita. Maka berangkatlah
> karena di sana hanya ada 2 kebaikan: Menang atau Mati
> Syahid!" (Siroh Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman al
> Mubarakfury).
>
> Zaid bin Harits, Ja'far bin Abu Thalib, Abdullah bin
> Rawahah mati syahid. Total hanya 12 pasukan Muslim
> yang mati syahid. Sementara jumlah tentara Romawi yang
> gugur lebih banyak lagi.
>
> Ibnu 'Umar yang melihat jasad Ja'far mengatakan
> bahwa ada 70 luka karena tikaman dan sabetan di tubuh
> Ja'far. Semua di tubuh bagian depan.
>
> Itulah kehebatan semangat Jihad yang dimiliki ummat
> Islam. Meski kalah jumlah dan menghadapi Superpower
> dunia saat itu, mereka tidak gentar dan menang.
>
> Sesungguhnya Jihad adalah semangat yang membuat ummat
> Islam menjadi kuat dan sulit untuk dizalimi, dijajah,
> atau dikalahkan. Orang-orang kafir membenci ini dan
> berusaha menghapusnya dengan memasukkan berbagai
> ajaran/paham sehingga ummat Islam jauh dari jihad.
> Misalnya dengan tasawuf, ummat Islam diasyikkan dengan
> "mujahadah" sehingga lebih asyik menyepi dan
> "berzikir" ketimbang berjihad.
>
> Padahal jihad adalah satu kewajiban:
>
> "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad
> yang sebenar-benarnya.." [Al Hajj:78]
>
> Jihad adalah pintu atau syarat untuk masuk surga:
>
> "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga,
> padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang
> berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang
> sabar." [Ali 'Imran:142]
>
> "Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir,
> dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan
> jihad yang besar." [Al Furqon:52]
>
> Hanya orang yang munafik/tidak beriman yang tidak mau
> berperang dan berjihad:
>
> "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari
> kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak
> ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah
> mengetahui orang-orang yang bertakwa." [At
> Taubah:44]
>
> "Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang)
> merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang
> Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan
> harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka
> berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang)
> dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka
> jahannam itu lebih sangat panasnya" jika mereka
> mengetahui." [At Taubah:81]
>
> Sebab Kelima kemunduran Ummat Islam adalah karena
> tidak mandiri di bidang ekonomi. Saat ini secara
> ekonomi ummat Islam dikuasai oleh orang-orang kafir.
> Ummat Islam bukan sebagai produsen atau penghasil.
> Tapi hanya sebagai pembeli/pemakai. Jika orang-orang
> kafir mengembargo, maka ummat Islam akan kesulitan.
>
> Sumber daya dan kekayaan alam negara-negara Islam saat
> ini dikuasai oleh orang-orang kafir. Minyak, gas,
> emas, tembaga, perak, boleh dikata dikelola oleh Multi
> National Company (MNC) dari negara-negara Barat yang
> perekonomiannya didominasi Yahudi bekerjasama dengan
> segelintir pemimpin Muslim yang korup.
>
> Ummat Islam hanya mendapat persentase yang amat kecil.
> Sebagai contoh dari minyak saja mereka mengeruk
> keuntungan Rp 154 trilyun per tahun. Akibatnya ummat
> Islam jadi miskin, sementara orang-orang kafir
> bertambah kaya. Ummat Islam sering kesulitan dana
> untuk membangun masjid, sekolah-sekolah Islam dan
> tidak mampu menyantuni fakir miskin dan anak Yatim.
> Banyak anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan
> mencari makan.
>
> Nabi Muhammad bukan hanya mengadakan boikot terhadap
> produk asing. Tapi bahkan melarang orang-orang kafir
> masuk ke kota Mekkah. Padahal saat itu perekonomian
> masih dikuasai oleh orang-orang kafir. Ketika sebagian
> orang Islam ada yang khawatir nanti bisa susah/miskin,
> Allah menghibur mereka:
>
> "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
> orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah
> mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan
> jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti
> akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika
> Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui
> lagi Maha Bijaksana." [At Taubah:28]
>
> Justru dengan melarang orang-orang kafir masuk, ummat
> Islam malah mandiri di bidang ekonomi dan menjadi
> lebih makmur.
>
> Sebagai contoh, jika minyak, gas, emas, tembaga,
> perak, dan sebagainya dikelola oleh ummat Islam
> sendiri, maka semua keuntungan masuk ke tangan ummat
> Islam. Bukan recehan kecil yang hanya nol sekian
> persen yang diberikan oleh orang-orang kafir tersebut.
>
> Dengan begitu ummat Islam bisa makmur dan kuat.
> Kemiskinan bisa dikurangi.
>
> Sebab Keenam kemunduran ummat Islam adalah ummat Islam
> tidak bisa menentukan prioritas (Tertib/urutan
> kepentingan) bersama yang harus dikerjakan bersama.
>
> Sering ummat Islam mengerjakan hal-hal yang tidak
> penting dan tidak segera ketimbang hal yang sangat
> penting dan mendesak.
>
> Padahal berbagai ajaran Islam seperti sholat, haji,
> wudlu, dan sebagainya merupakan pendidikan tentang
> mengerjakan sesuatu menurut urutan yang benar/tertib.
> Ummat Islam harus bisa menentukan mana pekerjaan yang
> harus diselesaikan lebih dulu, dan mana yang bisa
> dikerjakan kemudian.
>
> Ummat Islam juga sering gagal menentukan musuh mana
> dulu yang harus dilawan sekarang dan yang mana bisa
> dilakukan kemudian. Sering ummat Islam perang sesama
> mereka sementara lawan yang harus diserang seperti
> Israel yang menjajah Palestina atau AS yang menjajah
> Iraq dan Afghanistan justru aman dari mulut dan tangan
> ummat Islam.
>
> Sebagai contoh kita menyaksikan perang Iraq melawan
> Iran yang menewaskan 2 juta ummat Islam, kemudian Iraq
> melawan Kuwait dan Saudi yang juga menewaskan banyak
> korban. Di saat yang sama negara-negara yang berperang
> dan mengorbankan nyawa jutaan rakyatnya ini tidak ada
> satu pun yang menyerang Israel untuk membebaskan
> Masjidil Aqsha.
>
> Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah ribut
> apalagi perang dengan sesama. Bahkan ketika kelompok
> munafik Abdullah bin Ubay memecah-belah ummat Islam
> sehingga dari 1.000 pasukan Muslim, 300 membelot ke
> Abdullah bin Ubay, Nabi tidak memeranginya. Kata Nabi,
> jika aku membunuhnya, nanti orang akan berkata bahwa
> ummat Islam saling bunuh. Nabi juga menandatangani
> perjanjian damai dan kerjasama pertahanan dengan
> orang-orang Yahudi untuk menghadapi serangan kaum
> kafir Mekkah. Ketika kaum Yahudi berkhianat, baru Nabi
> memerangi mereka.
>
> Jadi Nabi Muhammad SAW bertindak cerdas untuk
> menentukan lawan yang harus diserang dan mana yang
> diajak bekerjasama. Bukan memerangi seluruh dunia.
>
> Sebab Ketujuh mundurnya ummat Islam adalah ummat Islam
> gagal menemukan hal yang bermanfaat.
>
> Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: "Rosululloh
> sholallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
> "Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang
> ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna
> baginya." (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan
> lainnya)
>
> "Gemarlah kepada hal-hal yang berguna bagimu"
> [Muslim]
>
> Negara Barat maju karena banyak menemukan dan membuat
> hal yang berguna baik untuk orang lain mau pun diri
> mereka sendiri. Mereka membuat mobil dan kapal terbang
> sehingga orang bisa bepergian dengan cepat dan nyaman.
> Mereka membuat handphone dan telepon sehingga orang
> bisa berbicara dengan saudara dan temannya meski
> terpisah jauh sekali. Mereka membuat berbagai
> peralatan yang bermanfaat bagi kita semua seperti
> vacuum cleaner dan sebagainya.
>
> Dengan menggemari hal yang bermanfaat, mereka
> memberikan manfaat bagi orang lain dan diri mereka
> sendiri.
>
> Sebab kedelapan adalah ummat Islam tidak menguasai
> media massa. Akibatnya ketika Islam dicitrakan sebagai
> teroris dan hukum Islam dilecehkan, ummat Islam tidak
> bisa berbuat apa-apa. Bahkan tidak jarang ummat Islam
> diadu-domba dengan berbagai pemberitaan di media
> massa.
>
> Memang ummat Islam punya media cetak dan radio meski
> pembacanya tidak sebanyak media yang dimiliki oleh
> kelompok non Muslim dan sekuler. Contohnya di
> Indonesia oplah majalah Islam hanya 100 ribu atau
> kurang dengan pembaca kurang dari 500 ribu orang.
> Kurang dari 0,3% dari total penduduk Indonesia.
>
> Bahkan untuk TV Nasional yang dapat menjangkau 200
> juta penduduk Indonesia, tidak ada TV yang dimiliki
> oleh ummat Islam. Semuanya dimiliki kelompok Non
> Muslim atau sekuler. Bahkan 2 di antara TV Nasional di
> Indonesia dikuasai oleh Konglomerat Media Yahudi:
> Rupert Murdoch.
>
> Di dunia boleh dikata media massa dikuasai oleh Non
> Muslim. Media massa terkemuka seperti TV CNN, majalah
> Time, New York Time dikuasai oleh mereka. Begitu pula
> dengan Hollywood yang film-filmnya ditonton jutaan
> orang. Tak jarang di film tersebut selain
> dipropagandakan gaya hidup sex bebas juga ummat Islam
> digambarkan sebagai teroris.
>
> Padahal media massa sangat penting untuk menyampaikan
> berita. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al
> Qur'an yang artinya "Bacaan" atau informasi.
> Salah satu tugas utama Nabi adalah menyampaikan
> berita:
>
> "Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang
> mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang
> besar dari Allah." [Al Ahzab:47]
>
> "Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad)
> dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan
> pemberi peringatan" [Al Baqarah:119]
>
> "Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi,
> pembawa berita gembira dan pemberi peringatan" [Al
> Fath:8]
>
> Tentu saja untuk menyampaikan berita itu kepada
> masyarakat luas diperlukan berbagai media. Nabi
> melakukannya dengan berpidato ke masyarakat luas,
> dakwah dari mulut ke mulut, menyampaikan utusan, dan
> juga mengirim surat.
>
> Tak jarang banyak berita yang memojokkan ummat Islam
> dan justru membela aliran-aliran sesat. Ini karena
> media massa dikuasai kelompok yang tidak senang dengan
> Islam. Oleh karena itu ummat Islam harus menguasai
> media massa agar ummat Islam bisa mendapatkan berita
> dari sumber yang benar. Bukan berita dari orang-orang
> fasik yang memojokkan Islam:
>
> "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu
> orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah
> dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
> kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
> menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." [Al
> Hujuraat:6]
>
> Tentu saja kekurangan dana menyebabkan ummat Islam
> tidak dapat menguasai media massa. Tapi dengan media
> massa juga ummat Islam sebetulnya bisa menggalang
> dana.
>
> Untuk itu Islamic Broadcasting Forum
> (www.islamicbroadcasting.wordpress.com) dengan
> keterbatasan dana yang dimiliki berusaha mengembangkan
> TV Komunitas yang biayanya berkisar Rp 50-500 juta per
> TV agar dakwah Islam bisa lebih luas. Tentunya ini
> tidak akan berhasil jika tidak dilakukan secara
> berjama'ah oleh seluruh ummat Islam.
>
> Rujukan:
>
> Mengapa kaum muslimin mundur/ Al-Amir Syakib Arsalan,
> Bulan Bintang Jakarta, cet.5,1985.
>
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://syiarislam.wordpress.com
> http://www.media-islam.or.id
>
>
>       Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan
> Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke