WADAH jelas beda dengan ISI. Wadah relatif tetap, tetapi isi bisa diganti-ganti. Didalam wadah ada aturan main yg hrs diikuti, apalagi tuh wadah milik publik.
Tempatnya salah tumplek ada di manusia. Bukan di pohon, di hewan, ataupun di gunung. Wis, kalau masih nggak jelas monggo di del aja... gak usah dipikirin, saya juga manusia, ketempatan salah juga. :) -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Yandi Dwiputra F Sent: Tuesday, February 03, 2009 11:12 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Kelompok Sesat Diskreditkan MUI - Re: Golput HaramFatwa MUI Ada Benarnya Jika ...!!! sampeyan itu ngomong apalagi to mas.....maksudnya ingin memperjelas kok malah tambah gak jelas..... >>Kalau saya tidak salah baca, yg dimaksudkan "pelacuran" oleh bung Alkhori >>disini adalah MUI sebagai LEMBAGA, dan bukan para Kyai person-per-person. tulisan anda diatas itu maksudnya apa sih? biar bagaimanapun yang namanya lembaga itu gak bisa disalahkan to mas? apalah artinya sebuah lembaga mas tanpa ada orang-orang didalamnya.... -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf Of Dewa Gede Permana Sent: Monday, February 02, 2009 7:02 PM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Kelompok Sesat Diskreditkan MUI - Re: Golput HaramFatwa MUI Ada Benarnya Jika ...!!! Walaykumussalam wr.wb. Kalau saya tidak salah baca, yg dimaksudkan "pelacuran" oleh bung Alkhori disini adalah MUI sebagai LEMBAGA, dan bukan para Kyai person-per-person. Bukankah hal ini memang sudah kerap terjadi di lembaga-lembaga pemerintahan di republik ini ? Bagaimana dengan kasus freeport misalnya, apakah "pelacuran" dirasa masih kurang tepat dikenakan kepada kebijakan pemerintah yg telah menjual kekayaan bangsa dgn harga murah, yg justru seharusnya dipergunakan seluas-luasnya utk kepentingan rakyat? Dalam pengertian saya, melacur adalah tindakan merusak integritas diri. Jika sebuah lembaga melakukan pelacuran, artinya lembaga tersebut telah melakukan tindakan yang merusak integritas diri lembaga itu sendiri. Dan ini memang harus diperbaiki, bukan oleh paksaan atau intervensi pihak luar, tetapi harus terdorong oleh kesadaran dalam diri lembaga itu sendiri. Suara rakyat, sesumbang apapun itu, sangatlah penting untuk didengar, tak mungkin ada asap jika tak ada api. Dan yg namanya sampah tak seharusnya ditutup-tutupi krn suatu saat pasti tercium baunya dan bisa menebarkan penyakit ke lingkungan. Sudah bukan saatnya lagi meninabobokan rakyat dengan langgam: ini tindakan oknum kepolisian, itu tindakan oknum kejaksaan, dan oknum2 lainnya, sekedar hanya untuk menutupi rasa bersalah. Akui saja ini sebagai kegagalan lembaga dan segera lakukan koreksi. Itu akan jauh lebih bijak dalam situasi macam apapun. Yang justru sangat buruk akibatnya adalah jika masyarakat sudah sama sekali tak perduli atau masabodoh terhadap penguasa. :) wassalam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
