Guru ngaji anak saya itu pernah bilang gini: Islam itu cuman satu, gak ada islam fiqih, islam tasauf, islam jil, islam xyz...
Gitu katanya, he-he-he.. J wassalam From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Alkhori M Sent: Thursday, February 05, 2009 8:41 AM To: [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected]; [email protected] Subject: [is-lam] Tasauf Tanpa Fiqih Bisa Sesat Tasauf Tanpa Fiqih Bisa Sesat, Kalimat atau judul diatas sebagai wanti wanti jika mendalami Tasauf selalu ingat rambu rambunya adalah Fiqih. Seseorang memulai agama Islam selamanya (never ever jumping) adalah dimulai dengan belajar Fiqih. Fiqih itu adalah rambu rambu lintas kalau dijalan raya. Fiqih itu adalah hukum, karena fiqih itu hukum maka domainya hanya bilangan BINER yaitu true or false yaitu Benar atau Salah. Makanya bajunya orang Fiqih itu SEMPIT makanya orang Fiqih itu KAKU dalam kehidupan. Untuk mudahnya apa yang dimaksud dengan kalimat peringatan Tasauf Tanpa Fiqih Bisa Sesat, sangat mudah dipaparkan jika memakai beberapa contoh dibawah ini. 1. Sewaktu kecil, kita belajar bersepeda dengan bersusah payah akhirnya kita pandai juga bersepeda RODA DUA. Agar naik sepeda tidak jatuh peganglah selalu stang/ stir sepeda. Itulah Fiqih. Makin hari kita bersepeda makin pintar hingga kita bersepeda sudah bisa lepas tangan. Orang yang latihan setiap hari malah bisa naik sepeda roda satu tanpa pegangan tapi tidak jatuh. Hal tersebut tentu kita tidak percaya bahwa orang bisa naik sepeda roda satu tanpa pegangan lagi dan tidak pernah jatuh. Sementara kalau kita yang mencobanya tentu akan jatuh bangun. Tapi karena kita pernah melihatnya, maka kita percaya bahwa hal tersebut bisa dilakukan oleh orang sudah sangat ahli. Kita kita ini yang tidak ahli ini naik sepeda harus roda dua, kalau tidak bakal terjatuh nah itulah kita kita ini adalah sebagai orang yang hanya paham Fiqih, sementara orang yang sudah sangat ahli dan bisa bersepeda roda satu tanpa pegangan nah itulah mereka para Sufi. Jadi kita jangan coba coba ber-Tasauf tanpa guru bisa sesat, ibarat orang yang naik sepeda roda satu karena bukan ahlinya tentu akan jatuh bangun. Itulah maksudnya Tasauf tanpa Fiqih bisa SESAT. Bukanlah berarti TASAUF adalah SESAT, sangat disayangkan Ulama Fiqih yang Ilmunya baru seumur jagung, berani beraninya mengatakan Tasauf tidak ada contohnya dari Nabi dan itu adalah SESAT. Kalau ingin belajar Tasauf tanyakan pada ulama Tasauf tentu akan didapatkan jawaban yang dicari. Itu baru sebuah contoh, insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari DOHA. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
