Written by usamah    

Tuesday, 03 February 2009 13:10 


Tanda-tanda kebesaran Allah terus terkuak. Selama serangan Israel yang
menelan 1500 nyawa, Allah memunculkan 3700 bayi 

  

Hidayatullah.com <http://hidayatullah.com/> -Berbeda dengan mental tentara
Zionis-Yahudi yang dikenal takut mati, Melahirkan adalah bagian dari pada
jihad bagi warga Gaza. Karenanya, kematian bukan sesuatu yang ditangisi.
"Kalau mereka membunuh seribu dari kami, maka kami akan mendatangkan
beribu-ribu penggantinya," demikian ujar seorang ibu di Gaza 

Jika ada pepatah mengatakan, "hilang satu, tumbuh seribu', di Gaza justru
lebih dari itu. "Hilang seribu, tumbuh tiga ribu".  Kesedihan rakyat Gaza
atas hilangnya nyawa 1412 putra- putrid Gaza,  justru diobati Allah dengan
lahirnya 3700 bayi. Menariknya, mereka lahir selama 22 hari gempuran Israel
terhadap kota kecil ini. 

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan
pemerintahan Gaza menyatakan, dalam 22 hari serangan Israe, sebanyak 3700
bayi lahir di Gaza. 

"3700 bayi telah terlahir anatara 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009.
ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1412 rakyat
Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak," ujarnya. 

Bulan Januari ini saja, terdaftar angka kelahiran tertinggi, dibanding
bulan-bulan sebelumnya. "Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di
Gaza, dan dalam satu bulan tercatat 3000 hingga 4000 kelahiran. Akan tetapi
di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3700 kelahiran dan pada sisa
bulan Januari tercatat 1300 kelahiran. Yakni dalam bulan Januari, terjadi
peningkatan kelahiran hingga mencapai1000 kasus," ucapnya dikutip
islamonline.net <http://islamonline.net/> . 

"Ini adalah karamah untuk penduduk Gaza, yang telah kehilangan banyak
nyawa," ungkapnya dengan penuh kegembiraan. 

Menurutnya, jika dibandingkan antara angka kematian dan kelahiran di Gaza,
maka angka kalahiran mencapai 50 ribu sedangkan kematian mencapai 5 ribu
tiap tahunnya. 

 "Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus mesa
depan Gaza, 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2000 anak serta
1000 wanita mengalami luka-luka," unggapnya. 

Langit Turunkan "Anwar Baru" 

Anwar, adalah nama anak Gaza yang baru lahir dari keluarga Mahmud Ulyan.
Nama itu juga nama saudara kandungnya yang telah syahid. 

"Mereka membunuh Anwar, dan langit telah menurunkan Anwar yang baru." 

Jalan Al Yarmuk, barat kota Gaza telah kehilangan 15 penduduknya selama
serangan Israel berlangsung. Akan tetapi mereka mendapatkan 30 bayi, yang
lahir di masa itu. 

Tampaknya Israel akan terus berhadapan dengan masalah demografi Palestina,
dimana angka kelahiran di negeri itu semakin bertambah setelah terjadi
peperangan. Ummu Ahmad, ibu 4 anak menegaskan hal itu. 

"Dengan izin Allah, saya akan melahirkan setiap tahun satu anak, kami akan
terus memerangi mereka, kalau mereka membunuh seribu dari kami, maka kami
akan mendatangkan beribu-ribu penggantinya." 

Statistik menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun, terjadi peningkatan jumlah
penduduk di Gaza, dari 1 juta menjadi 1,5 juta jiwa. Yakni bahwa peningkatan
mencapai hingga 50%. Kalau tahun 1997 Gaza meyumbang 36% jumlah penduduk
Palestina, kini penduduk Gaza menyumbang 40 % kepada penduduk Palestina
secara keseluruhan. 

Perkiraan tahun 2025 rakyat Palestina mencapai 6 juta jiwa. Peningkatan
inilah yang dikhawatirkan Israel. Urnun Suvir, dosen Universitas Haifa
menulis dalam buku terbarunya, bahwa meningkatnya jumlah penduduk Palestina,
akan mengancam strategi Israel dan mengancam keberadaan "negara Israel".   

Israel boleh saja berencana melakukan makar. Namun faktanya, makar oleh jauh
lebih hebat dan lebih dasyat. [iol/tho/www.hidayatullah.com
<http://www.hidayatullah.com/> ] 

  

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke