1500 diganti 3700, sekitar 2 kalinya lebih. bgmana dgn ayat ini

a'udzubillahi min as-syaithaani rajiim,

Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan dia telah mengetahui 
bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus (100) orang 
yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus (200) orang kafir; 
dan jika diantaramu ada seribu (1000) orang (yang sabar), niscaya mereka akan 
dapat mengalahkan dua ribu (2000) orang, dengan seizin Allah. 
Dan Allah beserta orang-orang yang sabar. (al-Anfal:66)

gathuk-mathuk? 
biasanya itu akan muncul dr mulut org yg kurang beriman.
yaitu mereka yg berusaha menyisihkan ayat-ayat yg terkesan
"kebetulan" menjadi bahan olok2an.


salam,
Fahru

________________________________
From: Wong Lim Pok <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, February 5, 2009 9:42:24 AM
Subject: [is-lam] Tanda-tanda kebesaran Allah terus terkuak. Selama serangan 
Israel yang menelan 1500 nyawa, Allah memunculkan 3700 bayi


Written by usamah     
Tuesday, 03 February 2009 13:10  
Tanda-tanda kebesaran Allah terus terkuak. Selama serangan Israel yang menelan 
1500 nyawa, Allah memunculkan 3700 bayi 
  
Hidayatullah.com—Berbedadengan mental tentara Zionis-Yahudi yang dikenal takut 
mati, Melahirkan adalah bagian dari pada jihad bagi warga Gaza. Karenanya, 
kematian bukan sesuatu yang ditangisi. "Kalau mereka membunuh seribu dari kami, 
maka kami akan mendatangkan beribu-ribu penggantinya," demikian ujar seorang 
ibu di Gaza 
Jika ada pepatah mengatakan, "hilang satu, tumbuh seribu', di Gaza justru lebih 
dari itu."Hilang seribu, tumbuh tiga ribu".  Kesedihan rakyat Gaza atas 
hilangnya nyawa 1412 putra- putrid Gaza,  justru diobati Allah dengan lahirnya 
3700 bayi. Menariknya, mereka lahir selama 22 hari gempuran Israel terhadap 
kota kecil ini. 
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan 
pemerintahan Gaza menyatakan, dalam 22 hari serangan Israe, sebanyak 3700 bayi 
lahir di Gaza. 
"3700 bayi telah terlahir anatara 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009. 
ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1412 rakyat 
Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak," ujarnya. 
Bulan Januari ini saja, terdaftar angka kelahiran tertinggi, dibanding 
bulan-bulan sebelumnya. "Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza, 
dan dalam satu bulan tercatat 3000 hingga 4000 kelahiran. Akan tetapi di masa 
serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3700 kelahiran dan pada sisa bulan 
Januari tercatat 1300 kelahiran. Yakni dalam bulan Januari, terjadi peningkatan 
kelahiran hingga mencapai1000 kasus," ucapnya dikutip islamonline.net. 
"Ini adalah karamah untuk penduduk Gaza, yang telah kehilangan banyak nyawa," 
ungkapnya dengan penuh kegembiraan. 
Menurutnya, jika dibandingkan antara angka kematian dan kelahiran di Gaza, maka 
angka kalahiran mencapai 50 ribu sedangkan kematian mencapai 5 ribu tiap 
tahunnya. 
 "Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus mesa depan 
Gaza, 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2000 anak serta 1000 
wanita mengalami luka-luka," unggapnya. 
Langit Turunkan "Anwar Baru" 
Anwar, adalah nama anak Gaza yang baru lahir dari keluarga Mahmud Ulyan. Nama 
itu juga nama saudara kandungnya yang telah syahid. 
"Mereka membunuh Anwar, dan langit telah menurunkan Anwar yang baru." 
Jalan Al Yarmuk, barat kota Gaza telah kehilangan 15 penduduknya selama 
serangan Israel berlangsung. Akan tetapi mereka mendapatkan 30 bayi, yang lahir 
di masa itu. 
Tampaknya Israel akan terus berhadapan dengan masalah demografi Palestina, 
dimana angka kelahiran di negeri itu semakin bertambah setelah terjadi 
peperangan. Ummu Ahmad, ibu 4 anak menegaskan hal itu. 
"Dengan izin Allah, saya akan melahirkan setiap tahun satu anak, kami akan 
terus memerangi mereka, kalau mereka membunuh seribu dari kami, maka kami akan 
mendatangkan beribu-ribu penggantinya." 
Statistik menunjukkan bahwa dalam sepuluh tahun, terjadi peningkatan jumlah 
penduduk di Gaza, dari 1 juta menjadi 1,5 juta jiwa. Yakni bahwa peningkatan 
mencapai hingga 50%. Kalau tahun 1997 Gaza meyumbang 36% jumlah penduduk 
Palestina, kini penduduk Gaza menyumbang 40 % kepada penduduk Palestina secara 
keseluruhan. 
Perkiraan tahun 2025 rakyat Palestina mencapai 6 juta jiwa. Peningkatan inilah 
yang dikhawatirkan Israel. Urnun Suvir, dosen Universitas Haifa menulis dalam 
buku terbarunya, bahwa meningkatnya jumlah penduduk Palestina, akan mengancam 
strategi Israel dan mengancam keberadaan "negara Israel".   
Israel boleh saja berencana melakukan makar. Namun faktanya, makar oleh jauh 
lebih hebat dan lebih dasyat. [iol/tho/www.hidayatullah.com] 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke