eitssss, baca panjang lebar gak taunya ada pesen nyempil buat ane. Kenapa
kemaren2 gak ditanyain langsung ke saya mas?

Sebetulnya saya lagi tidak "in" krn seharian tadi kerja kuli berat n capek.
Tapi ya sudahlah udah kadung terbaca pesan sampeyan ini.

Memangnya kenapa dgn yahudi ini kog sampeyan seolah-olah seperti kekagetan?
Memangnya sampeyan gak ketempelan yahudi tha?

Kalo saya mah buaanyakk, gak kehitung. Dengan akal cerdas saya bisa tinatini
(tipu sana tipu sini), pokoke kerjaan akal-akalan sampai-sampai akhirnya
tertipu sendiri, tercekik oleh mind-frame sendiri. Itulah yahudi.

Kalo sampai sekarang sampeyan masih nyangka yahudi itu adalah hanya sebutan
sebuah ras di tanah Israel, dan kemudian saking bencinya ke mereka dengan
alasan keturunan, lantas apa bedanya pikiran macam begini dengan pikirannya
hitler? Sejak kapan ya Islam mengajarkan rasisme? Dan lagian kalo sampai
sampeyan benci dengan ras yahudi ini lha emangnya nggak ada nabi yg
diturunkan disitu? Sampeyan mau benci sak nabi-nabinya juga tha?

 

Hidup yahudi! Itu artinya yahudi memang hidup di diri saya, dan memang itu
yahudi yg pertama harus dibunuh, bukan yg di Israel sono. kejauhan atuh.

Bisa saja sampeyan ikutan bunuhin yahudi2 israel tapi dengan alasan tindakan
kezaliman mereka atas palestina; dan bukan oleh alasan benci ras israel.

Saya mah males kalo nyari keburukan yg jauh-jauh, mending yg deket-deket aja
dah.. gak berat di ongkos dan gak perlu muter-muter. Langsung tembak ke
sasaran.

 

Selama sampeyan masih pakai produk2 Microsoft, akuilah yahudi memang hebat,
cerdas mennn. 

Ya iya lah, yahudi itu ciptaan siape dulu...

Dah ah.. capek, ogut mo molorrr ...

 

J

Salam yahudi.

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Alkhori M
Sent: Friday, February 06, 2009 12:59 PM
To: [email protected]
Subject: [is-lam] Menyikapi Fatwa MUI Yang Keliru, Sampiran

 

MENYIKAPI FATWA MUI YANG KELIRU, Sampiran

 

Judul ini sengaja dipostingkan, bagaimana bersikap terhadap Fatwa MUI. Yaitu
bagaimana bersikap secara arif dan bijak terhadap pada "Fuqaha yg Istiqamah
sebagai Pewaris dan Penerus Ilmu Nabi" Didalam posting itu titik tolaknya
adalah bagaimana para Fuqaha itu mempunyai hak yang sangat istimewa, walau
salah dan kelirupun masih diberikan REWARD. Dalam posting itu tidak atau
belum secara explisit dijelaskan kemana arah bersikap, tapi dari dua bullet
sudah jelas secara explisit ARAH-nya bersikap terhadap Fatwa MUI, tapi
dengan PENGECUALIAN, maka munculah komentar yang sangat menarik. Komentar
komentar itu tentu gayanya sangat bergantung pada latar belakang background
seseorang, ibarat pepatah, "Makin Tinggi Tempat Kita Berdiri Tentu Makin
Luas Yang Bisa Kita Lihat".

 

Dari komentar yang muncul dapat ditarik benang merahnya sbb:

1.      Dari yang non-Muslim, terus jumping in conclusion, bahwa Fatwa MUI
adalah Keliru, terus mengipas-ngipas MUI tidak bisa diikuti, dengan tujuan
agar maka ummat Islam tidak ada lagi panutan. Mereka bersorak untuk terus
berusaha agar ummat islam makin terpecah (dikatakan makin terpecah, hingga
sekarang muslim tidak pernah bersatu, masya-Allah)
2.      Dari yang Muslim, juga jumping in-conclusion, kelompok ini juga
seperti yang pernah di warning oleh rasulullah, "Mereka Ini Ibarat Buih
Dilaut, Banyak Tapi Tidak Punya Kekuatan" sangat mudah terprovokasi, belum
jelas apa persoalanya sudah "GRUSA-GRUSU" seolah olah merekalah pahlawan
islam. Jenis ini adalah golongan yang sangat mudah jadi "Sasaran Tembak"  
3.      SILENT is GOLD, Syaetan dan Iblis dalam suatu riwayat, mereka dari
kelompok Syaetan dan Iblis ini mengakunya lebih takut pada orang yang sedang
tidur (baca saja riwayat tersebut). Didalam milis ini banyak yang mengirim
secara JAPRI, ada yang minta penjelasan, ada ucapkan terima kasih, terutama
tentang 2 bullet, keterangan yang mengatakan Fuqaha tetap mendapat pahala
walaupun keliru dalam ber-Ijtihad.
4.      Itulah maksud pertanyaan saya tentang "Uthlubul Ilmi Minal Mahdi
Ilal Lahdi" yang ditujukan secara khusus kepada dua orang rekan kita di
milis ini sayangnya belum ada jawaban.
5.      Berdasarkan bullet ke-4 jika saya punya waktu senggang, saya
sempatkan untuk mem-posting disini, kalau bermanfaat alhamdulillah, kalau
tidak just ignore it or deleted
6.      Di Tasauf ada yang sangat menantang ajaranya yaitu "Beritahukan Apa
Yang Kamu Tahu Atau Ajari Ilmu Yang Kamu Ketahui Dan Allah Akan Mengajari
Kamu Ilmu Yang Belum Kamu Ketahui"

 

Pesan khusus buat mas A. Nizami:

Pernah saya tanyakan pada seorang member yang dalam psoting tanggal tanggal
January 29, 2009. Di Email rekan kita ini tertulis "HIDUP YAHUDI" mungkin
salah tulis atau bagaimana hingga saat sekarang belum ada jawaban. Dari
rekan yang bersangkutan jika membaca email tersebut, coba dijelaskan apa
maksud dari kata kata "HIDUP YAHUDI"

 

Salam kompak selalu dari Qatar.

Didalam tulisan yang pernah saya postingkan hanya dua tanda baca yang sering
saya pakai yaitu tanda tanya (?) dan tanda kutip (") tidak banyak dan itu
tidak termasuk titik dan koma plus tanda kurung.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke