Judulnya diganti, karena kepanjangan menjadi Engineering Ajaran Islam.

Abstrak:

Ajaran Islam itu adalah identik dengan pembawa risalahnya sendiri yaitu
Rasulullah Muhammad SAW, tapi sejak diturunkan "Alyaum Akmaltu." maka
wafatlah sang Rasul pembawa risalah islam dan seluruh ajaran Islam sebagai
rujukan digunakanlah "Al-Qur'an dan As-Sunnah" dan alqur'an dan alsunnah
inilah sebagai rujukan utama ajaran Islam. Dari kedua warisan tersebut yaitu
"Alqur'an dan Alsunnah" karena keterbatasan kemampuan daya tampung pikiran
manusia maka terpenggal-penggal ilmu alqur'an dan alsunnah menjadi beberapa
ilmu yang bisa dituliskan derivativenya seperti, fiqih, tasauf, tauhid dll
dll. Malah diantara pecahan ilmu itu sendiri, entah apa sebabnya ada yang
mengatakan tidak ada terdapat pada zaman Rasulullah SAW. Padahal kalau mau
jujur memang pada saat rasulullah masih hidup tidak dikenal yang namanya
alqur'an dan alsunnah. Karena untuk alqur'an adalah dikenal sebagai wahyu
yang setiap turun wahyu tersebut dimntakan kepada sahabat untuk menghafalnya
dan menuliskan pada mushaf mushaf yang terpisah. Dan untuk alsunnah sendiri
para sahabat bisa melihat dan menanyakan langsung pada Nabiallah. Barulah
setelah nabi wafat muncul al-Qur'an dan as-Sunnah seperti kita lihat
sekarang ini. Jadi semua ilmu ilmu yang ada zaman sekarang ini tidak ada
pada zaman rasul, karena semuanya itu ter-integrated pada diri Nabi Muhammad
SAW sendiri. Semua itu ada pada diri nabi Muhammad SAW. Jadi kalau ada yang
mengatakan ini ilmu tidak ada pada zaman nabi dan itu ilmu tidak ada zaman
nabi malahan boleh kita tambahkan semua ilmu itu tidak ada pada zaman nabi,
karena semuanya itu boleh ditanyakan pada nabi langsung pada saat itu. Itu
adalah yang berhubungan dengan Engineering Ajaran Islam.

Kesimpulan:

Setelah nabi wafat, maka dituliskan al-Qur'an dan itupun terus disempurnakan
cara tulisanya hingga kita bisa melihat bentuk yang sekarang ini dan malahan
bisa dipegang dalam bentuk CD atau DVD. Begitu juga tentang As-Sunnah atau
al-Hadits baru setelah beberapa ratus tahun kemudian dicoba untuk
mengumpulkan al-hadits tersebut, maka kemudian muncul pakar pakar hadits dan
pada merekalah kita harus berterima kasih, karena telah membuat hadits
hadits tersebut mempunyai nomor urut sehingga mudah untuk ditelusuri. 

 

Engineering Aqidah, tidak banyak masalah yang timbul, karena Take it or
Leave it sungguh sederhana anda percaya anda ambil kalau tidak percaya anda
tinggalkan, cukup hanya True or False logiknya 0 atau 1. Tapi lain halnya
between Fiqih dan Tasauf juga yang paling rumit Fiqih dan Tauhid. Makanya
sering dikatakan ajaran islam itu belum dikatakan kamil sebelum among of
three bisa di-marry-kan yaitu Fiqih, Tasuaf & Tauhid. Sementara untuk ilmu
Hadits tidak banyak yang bertentangan.

Mengapa Fiqih menggugat Tasauf?

Mengapa Fiqih dengan Aqidahnya membunuh "Tauihd" sehingga patutkah Shaikh
Siti Jenar harus dibunuh ?

Insya Allah akan bersambung, salam kompak selalu dari Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

===========================================================================

Engineering Fiqih, Engineering Tasauf & Engineering Tauhid dan Tidak Ada
Engineering Aqidah

Judul tersebut diatas kelihatan aneh, mungkin ada juga yang missleading
dalam hati berkata, ini mengada ada. Tapi sebelum JUMPING TO CONCLUSION
baiklah dilihat paradigma ajaran Islam mungkin bisa juga dikatakan sebagai
flow chart dari ajaran Islam. Dalam mempelajari ajaran Islam semuanya
dirujuk kepada Al-Qur'an dan Al-Hadith kedua ini adalah Main Reference Islam
dan tanpa kita sadari didalam belajar Islam telah tercakup didalamnya
beberapa Core Teaching of Islam yaitu diantaranya yaitu:

*       AQIDAH,  diaqidah adalah TAKE IT or LEAVE IT, jadi hanya ada dua
pilihan, karena hanya dua pilihan tidak ada ENGINEERING, didalam aqidah
hanya ada dua pilihan IMAN atau KAFIR. Apanya yang mau di rekayasa kalau
hanya dua pilihan.

*       FIQIH, disini walaupun di-ENGINEERING-kan dan para fuqaha bisa
ber-argumentasi tapi hanya berkisar didalam ruang SALAH & BENAR dengan
pertimbangan BAIK & BURUK yang akan berakibat pada ummat Islam. Disini
terlihat hak priviledge dari para Fuqaha. Para Fuqaha didalam ber-Ijtihad
jika hasilnya benar diperoleh 2 pahala, sebaliknya dalam ber-Ijtihad
ternyata keliru atau salah masih diberikan 1 pahala. Para Fuqaha ibarat
orang yang lagi mendaki gunung, maka semakin tinggi berada di gunung itu,
maka semakin luas yang bisa dilihat. Makanya Fuqaha diberikan hak istimewa
ketika sedang dalam proses ber-Ijtihad.

*       TASAUF, engineering didalam tasauf adalah bagaimana membersihkan
HATI untuk mencapai akhlak mulia dengan ruang lingkupnya adalah KEINDAHAN
alias SENI.

*       TAUHID atau KALAMULLAH atau THEOLOGY, engineering didalam Tauhid
memang un-limited sehingga menyerempet-nyerempet BAHAYA, sehingga orang
Aqidah with regret has to say "KAMU SUDAH KAFIR" dan orang Fiqih also with
regret has to say "KAMU SUDAH SESAT atau KAMU Bid'ah" maka orang Fiqih
tersebut akan menggunakan bullet "Kullu Bid'ah Dhalalah wa Kullu Dhalalah
Fin Naar" mengapa bisa terjadi demikian ?

*       Al-Qur'an, engineering al-Qur'an tidak bakalan selesai selesai,
karena Alif Laaam Mimmm, Alif Laaam Raaa & Alif Laaam Shaaa, wallahu a'lam,
hanya Allah-lah yang tahu.

*       Al-Hadith, ibarat IT, kalau ada bad-sector tidak ada link-nya, maka
seperti komputer, maka akan HALT, akan HANG dts dst dst

Insya Allah akan bersambung/ Salam kompak selalu dari Doha.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke