assalaamu 'alaikum warahmatullah sebenernya yang seprti ini masih terpelihara dengan baik di daerah khususnya jawa, mungkin yang bukan jawa juga tidak kalah. cuma saya tidak tahu saja.
saya jadi teringat, dulu ketika ada pelebaran jalan, sehingga mesin pemecah batu itu memecah gunung yang ternyata di dalamnya ada sumber air, banyak orang yang menganggap air itu bertuah. orang mengambil air, menaruh bunga, dan jampi2 wewangian. sehingga banyak juga orang yang akhirnya jualan bunga yang normalnya untuk ziarah itu. airnya diambil untuk dijadikan obat. berita dari mulut ke mulut menyebar. sebenarny kalau orangnya ditanya ttg Tuhan ya sadar akan Allah, dan kesembuhan juga bersumber dari Allah, cuman mereka juga percaya dengan lantaran/sarana. Dengan sarana usaha inilah akhirnya sembuh. Saya juga belum tahu bagaimana kedudukan ilmu ketuhanan dalam hal ini. mohon pencerahan rekan-rekan di milis ini ...... terima kasih sebelumnya wa'alaikum salam warahmatullah --- On Tue, 2/17/09, AFR <[email protected]> wrote: From: AFR <[email protected]> Subject: [is-lam] Pakar ITS: Penyembuhan Batu Petir Itu Sugesti To: "Milis is-lam" <[email protected]> Date: Tuesday, February 17, 2009, 12:58 PM yg penting bisa bantu sembuhin sakit orang2 miskin. mudah2an mereka tidak terjerumus syirik. memang kalo org berobat scr medis kedokteran se-modern skrg tidak ada unsur sugestinya? apa yg ilmiah itu selalu mustajab? terlalu percayakan kedokteran juga sama resiko syiriknya. kalo 'org timur' katakan HIV, aids itu akibat free sex, daging babi, makan darah, 'org barat' tak akan begitu percaya. bahkan 'org barat' cari obat atw serumnya agar yg free sex, pemakan babi merasa 'aman' karena punya penangkalnya. masih bijak apa komentar Ibu Menkes dari pakar ITS itu. --- ini sekedar menjaga, agar yg belajar barat tidak barat sekali, tapi tetaplah pelihara timur, karena 2 'alam' itu diakui dlm Islam. fenomena yg sangat sering terjadi, kalo ada upaya 'alternatif', yg bukan datang dr 'barat' sering di-nafik-kan. jamu, pengobatan tradisional bbrp waktu lalu sampai skrg(?) sering diopinikan sbg pengobatan 'lemah' dibanding obat2an apotik. padahal semua itu adlh karunia Allah SWT. http://regional.kompas.com/read/xml/2009/02/17/11003377/Menkes.Saya.Tak.Berhak.Katakan.Ponari.Benar.atau.Salah salam, Fahru ---- Pakar ITS: Penyembuhan Batu Petir Itu Sugesti Irawulan - detikSurabaya Surabaya - Kesaktian batu yang digunakan dukun cilik Ponari asal Jombang lebih dikarenakan faktor sugesti. Batu yang tidak umum bisa saja ada, baik dari luar angkasa ataupun dari dalam bumi. Ha itu disampaikan Widya Utama, pakar lapisan batuan bumi dari Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS). "Kalau tersugesti sehat, maka akan sehat dengan sendirinya," kata Widya saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (17/2/2009). Pria yang fasih berbahasa Perancis ini mengatakan seberapa saktinya batu tersebut masih harus diteliti lebih jauh lagi. Batu petir yang dimiliki Ponari maupun Achmad Ikhsannuji warga Dusun Kebondalem, Desa Kebondalem, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi harus terlebih dulu diuji di laboratorium. "Kalau sebuah batu terkena petir memang berubah sifatnya, tapi kemudian menjadi sakti itu nanti dulu," ungkapnya. Menurut Widya, kalau seseorang tersambar petir bisa punya kekuatan itu juga sesuatu yang wajar. Manusia pada umumnya mempunyai kekuatan listrik di dalam tubuhnya, dan itu bisa dipergunakan untuk penyembuhan. "Itu bisa kita terima secara ilmiah dan juga faktor sugesti. Kemampuan semua itu bisa dilatih dan makin lama hilang karena faktor usia itu sesuatu yang alamiah," jelasnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Guru Besar Kimia dari ITS, Pery Burhan. Menurut dia secara ilmiah batu yang dipunyai Ponari tidak bisa dijelaskan. Tapi jelas dia, kalau tubuh Ponari kemudian mengandung listrik karena kena petir itu bisa lazim terjadi. Namun tambahnya, kekuatan yang dimilik oleh Ponari tidak akan bertahan lama dan akan habis dalam waktu 1-2 bulan. "Ini lazim ditemui dibanyak tempat. Tapi apakah batu itu sakti atau tidak, saya tidak bisa menjelaskan secara ilmiah. Kalau Ponari punya energi untuk menyembuhkan mungkin saja," tandasnya.(bdh/bdh) --- Menkes: Saya Tak Berhak Katakan Ponari Benar atau Salah FENOMENA dukun cilik Ponari, menurut Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari, tidak bisa diatasi dengan cara-cara rasional, seperti pelarangan praktik. Karena menurut Menkes, fenomena Ponari ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap suatu keajaiban yang tidak bisa dirasionalkan. Penyelesaian masalah ini hanya menunggu waktu. “Ini tidak bisa diatur. Itu akan hilang seiring dengan waktu. Kalau sudah tahu bahwa dia tidak sembuh, nanti lama-lama pasti akan berhenti. Kita lihat saja nanti,” kata Fadilah saat dihubungi Surya, Senin (16/2). Untuk mengatasi hal ini, pemerintah khususnya departemen kesehatan tidak bisa berbuat banyak karena kebijakan rasional pemerintah tidak akan bisa dijalan dengan kepercayaan yang sudah melekat di masyarakat. Menurut Fadilah, yang lebih dituntut peranannya dalam hal ini adalah kalangan ulama untuk menyadarkan bahwa fenomena ini bisa mengarah pada hal-hal yang berbau syirik. Fadilah juga membantah jika fenomena Ponari ini berhuhungan dengan kurang teraksesnya layanan kesehatan masyarakat di wilayah Jawa Timur khususnya. Karena, lanjut Siti Fadillah, mereka yang datang ke Ponari itu bukan orang-orang miskin, malah orang-orang kaya yang punya mobil-mobil bagus, termasuk orang yang pergi berobat ke luar negeri. “Fenomena Ponari tidak ada hubungannya tidak mahal dan murahnya. Jadi bukan masalah kurangnya layanan kesehatan, tapi itu fenomena sosial. Dimana ada sekelompok orang-orang yang ingin suatu keajaiban di dalam hidupnya,” terangnya. Menurut Menkes, praktik pengobatan yang dilakukan Ponari tidak bisa digolongkan dalam pengobatan tradisional, jadi tidak perlu dimintakan izin resmi. Siti Fadilah juga mengaku tidak perlu membuat semacam kebijakan khusus untuk mengatur masalah ini. “Yang penting dari Satpol PP mengaturnya,” katanya. Apakah Menkes percaya dengan praktik Ponari ini. “Wallahualam,” kata Siti Fadilah yang kerap berkerudung ini. Menurut dia, keajaiban selalu ada, tapi apakah Ponari itu ajaib atau tidak, Fadilah tidak bisa mengatakan karena tidak pernah bertemu. "Saya tidak berhak mengatakan itu salah atau itu benar," katanya. (UUS) -----Inline Attachment Follows----- _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
