Ya, ini sebuah pelajaran sangat berharga buat kita apalagi menimpa orang-orang 
dekat. Biasanya jika kena ke orang lain yg tak kita kenal kita kurang begitu 
ngeh. Sekitar 5-6 bulan yll saya juga mendapatkan SMS dari salah seorang ikhwan 
dari Bali yg memberitakan telah beredarnya permen gula-gula berkemasan cukup 
bagus namun telah disisipi bahan sejenis putaw dan beredar di sekolah-sekolah 
elite dan telah memakan beberapa korban, itu bisa tersebar lewat guru, orangtua 
murid, kantin, maupun pihak luar yang notabene mereka sendiri sebetulnya tidak 
tahu apa-apa. Jadi ada baiknya kpd anak-anak dibiasakan utk bawa bekal makanan 
+ minuman yg sudah dipersiapkan dari rumah shg mereka tak terpikir utk 
mengkonsumsi makanan dari luar tanpa sepengetahuan orangtua; se-higienis 
apapun, se-aman apapun kondisi kantin, se-terproteksi apapun lingkungan sekolah 
tersebut ortu tetep kudu waspada. 

 

Kebetulan ini adalah kebiasaan yg sudah kami praktekan sejak jauh-jauh hari 
dari mereka TK hingga sekarang kelas VI SD. Meskipun ada efek negatif dari 
aturan baku ini namun tentu semua cara pasti ada resiko baik-buruknya. Sampai 
saat ini anak-anak saya belum bisa mengapresiasi nilai uang, apalagi me-manage 
uang secara riil, sehingga krn dikamus mereka blm terbentuk term mahal-murah, 
ketika diajak berbelanja apa yg mereka mau ya langsung aja dimasukin gerobak. 
Beberapa kali sudah saya test masing2 bawa keranjang sendiri2 dan budgetnya 
sekian, kemudian bapaknya nunggu diluar. Ujung2nya out of budget mlulu, padahal 
nilai matematikanya ya nggak pernah jeblok. Tapi tak apalah, yg penting kans 
utk terhindar dari bahaya masih lebih tinggi dibanding jika mereka berbelanja 
sendiri tanpa kontrol orangtua.

 

Berbaik sangka bukan berarti tidak waspada.

Waspada juga bukan berarti harus berburuk sangka.

Jadi hilangkan saja prasangka-prasangka, yg penting tetep dlm kondisi waspada.

Waspada… waspada… dzikir… dzikir….dzikir….

Kalau saya tdk salah tangkap, mungkin waspada yg seperti itu yang dimaksudkan 
oleh Mas Fahru.

 

J

wassalam

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of AFR
Sent: Tuesday, February 24, 2009 11:00 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [is-lam] Puskesmas Menolak - Korban Perkosaan 5 Hari Terlantar 
Pingsan di Pos Ronda

 

di Jakarta tingkat kriminalnya sdh keterlaluan. 

 

bbrp bulan lalu saudara istri adik ipar ditawarin minuman yg kelihatannya masih 

utuh. tak tahunya sdh diisi racun yg membuat sbgian pembuluh darah ke kepalanya 

pecah. barang2nya di rampas lalu ditinggalkan begitu saja di stasiun. 

 

modusnya, mereka nyamperin duduk berdampingan dlm suasana tunggu-

menunggu sesuatu di tempat yg sama, sok akrab lalu pura2 berbaik menawarkan 

minuman gelas plastic yg sdh disuntik racun.

---

 

kesimpulannya,

berbaik sangka tidak berarti tidak waspada.

 

 

salam,

Fahru

  _____  

From: A Nizami <[email protected]>
To: is-lam <[email protected]>
Sent: Monday, February 23, 2009 2:25:57 PM
Subject: [is-lam] Puskesmas Menolak - Korban Perkosaan 5 Hari Terlantar Pingsan 
di Pos Ronda


Assalamu'alaikum wr wb,
Di tengah berbagai iklan kampanye pemilu yang memuat kesuksesan berbagai parpol 
pendukung pemerintah dalam mensejahterakan rakyat, muncul berita tak sedap.

Devi, seorang perempuan dibius dan diperkosa. Namun Puskesmas Pamulang menolak 
menerima dengan alasan bukan warga setempat. Polisi juga tidak memeriksa karena 
berpendapat korban masih pingsan. Akibatnya Devi tergolek 5 hari (mungkin 
hingga saat ini) di pos ronda yang terbuka dengan bantuan seadanya dari warga 
setempat.

Harusnya Puskesmas menerimanya karena Devi adalah manusia. Tugas mereka 
harusnya menolong manusia. Jika tak mampu, beri rujukan ke RS terdekat.

Begitu pula polisi. Harusnya mereka mengayomi dan melindungi masyarakat. Begitu 
ada wanita diperkosa dan pingsan, harusnya mereka melindunginya dan membawa ke 
RS untuk dapat perawatan. Bukan membiarkan begitu saja.

Para petugas Puskesmas dan Polisi adalah petugas negara yang digaji pakai uang 
rakyat. Harusnya mereka melayani rakyat. Bukan tidak peduli pada rakyatnya.

"Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) 
melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan 
mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad)"

http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=52393 
<http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=52393&ik=2> &ik=2
Wanita Dibius 5 Hari Pingsan      
Minggu 22 Februari 2009, Jam: 7:49:00     
TANGERANG (Pos Kota) – Mengenaskan. Wanita korban pembiusan tergolek selama 
lima hari di pos ronda, Jalan Setia Budi, Gang Delima 1, RT 01/01 Kelurahan 
Pamulang Timur, Tangerang. Diduga wanita malang itu juga diperkosa dan harta 
bendanya dirampok.

Korban, Devi, 30, hingga Sabtu (21/2) sore belum juga siuman. Untuk memulihkan 
kondisi tubuhnya, pengurus RT setempat bersama warga membawa Devi ke RS Bhineka 
Bhakti Husada, Pamulang, pukul 16.15.

Yani, 22, warga, menjelaskan pada Senin (16/2) pagi, korban datang untuk 
menanyakan alamat seorang wanita rekannya yang sama-sama berasal dari Cirebon, 
Jawa Barat. “Ia bilang hendak diajak kerja sama,” katanya.

Saat datang pertama kali ke tempat itu, Devi membawa tas serta HP. Karena tak 
berhasil bertemu orang yang dicari, Devi lalu pamit. Katanya ia akan pulang ke 
Cirebon. Diduga, di tengah jalan inilah korban bertemu dengan pembius hingga 
tak sadarkan diri lalu memperkosanya.

Pada Selasa (17/2) pagi, Devi ditemukan warga tergeletak di pinggir Jalan Setia 
Budi, Pamulang Timur. Oleh seorang pria, wanita itu dibawa ke pos ronda. Namun 
kali ini semua barang bawaan Devi, termasuk HP sudah lenyap. Selain itu, Devi 
juga tidak bisa diajak bicara.

DIBAWA KE PUSKESMAS
Ketua RT 01/01, Muhamad TS bersama warga pada Rabu (18/2) membawa Devi ke 
Puskesmas Pamulang untuk diobati. Namun pihak puskesmas menolak mengobati Devi 
dengan alasan wanita itu tidak mempunyai KTP atau tanda pengenal apa pun.

“Akhirnya ia kami bawa kembali ke pos ronda. Warga pun mengobati secara 
perlahan, termasuk memberi makan dan minuman ringan,” katanya.

Di lain pihak, warga juga melapor ke Polsek Pamulang. Namun, petugas mengaku 
belum bisa memeriksa. Sejak itulah, Devi dibaringkan di pos ronda. “Pada Kamis 
(19/2), ia dimandikan Ibu Pungut dibantu ibu yang lain. Melihat kondisinya 
warga menduga ia diperkosa,” kata Yani.

Menurut Muhamad TS, sejak Devi dibawa ke pos ronda, ia belum bisa bercerita. 
Hanya sekali-kali sadar dan berbicara sedikit. “Warga patungan untuk membeli 
obat, makanan maupun minuman,” tukasnya.

Kapolsek Pamulang, AKP Heru Purnomo, berjanji akan mengusut tuntas kasus 
tersebut. “Soal adanya laporan warga ke polisi, belum ditindaklanjuti karena 
yang bersangkutan belum sadar. Kalau dia sadar, baru kami minta keterangan,” 
ujarnya.
(tiyo/M4/ok)@ 
===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id <http://www.media-islam.or.id/> 
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke