Betul mas… Sudah tdk kurang-kurang nasihat kepada kita utk tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan berapa harta yg mereka miliki. Tetapi kenyataannya apa yg terjadi di lapangan adalah justru semakin memperuncing perbedaan tersebut. Sebagai contoh simpel, penelitian sosial seringkali melakukan kategorisasi tingkat sosial-ekonomi responden, begitu juga banyak obyek2 studi ditujukan untuk kalangan tertentu saja. Ini tentu saja tanpa disadari oleh pikiran ternyata menimbulkan pengkotakan2 (klasifikasi dgn value tertentu), meskipun dengan tujuan utk memudahkan penelitian (demi alasan obyektif-rasional-intelek) tsb. Inilah yg kemaren2 saya sentil dgn pernyataan “ ati-ati aja, dunia ini banyak tipu-tipu”. Jadi siapakah penipu itu sesungguhnya? Ya pikiran kita sendiri yg suka ngaku-ngaku cerdas itu lah... Harusnya dia digunakan sebagai alat (tool) saja, tapi kog malah terbalik jadi memperalat kita.
J wassalam From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of A. Dharmawan Sent: Tuesday, February 24, 2009 11:13 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Puskesmas Menolak - Korban Perkosaan 5 Hari Terlantar Pingsan di Pos Ronda Kita sudah sering mendengar : " ke fakiran akan menimbulkan ke - kafiran...". Awalnya....saya berasumsi bahwa Fakir disini adalah Miskin harta.....akan tetapi melihat kecendrungan akhir-akhir ini...ternyata tidak selalu yangMiskin yang membuat bencana, tapi justru orang-orang yang sudah sangat kaya dan mungkin pintar. Jadi sudah saatnya kita waspada...bahwa ternyata Fakir yang lebih berbahaya adalah jika kita Miskin terhadap nilai-nilai Akhlaq/moral. Ini lah yang sebenar-benarnya akan menuntun manusia ke arah budaya kafir.... wallhu'alam /agung ---- Original message ---- Date: Mon, 23 Feb 2009 20:00:19 -0800 (PST) From: AFR <[email protected]> Subject: Re: [is-lam] Puskesmas Menolak - Korban Perkosaan 5 Hari Terlantar Pingsan di Pos Ronda To: [email protected] di Jakarta tingkat kriminalnya sdh keterlaluan. bbrp bulan lalu saudara istri adik ipar ditawarin minuman yg kelihatannya masih utuh. tak tahunya sdh diisi racun yg membuat sbgian pembuluh darah ke kepalanya pecah. barang2nya di rampas lalu ditinggalkan begitu saja di stasiun. modusnya, mereka nyamperin duduk berdampingan dlm suasana tunggu- menunggu sesuatu di tempat yg sama, sok akrab lalu pura2 berbaik menawarkan minuman gelas plastic yg sdh disuntik racun. --- kesimpulannya, berbaik sangka tidak berarti tidak waspada. salam, Fahru _____ From: A Nizami <[email protected]> To: is-lam <[email protected]> Sent: Monday, February 23, 2009 2:25:57 PM Subject: [is-lam] Puskesmas Menolak - Korban Perkosaan 5 Hari Terlantar Pingsan di Pos Ronda Assalamu'alaikum wr wb, Di tengah berbagai iklan kampanye pemilu yang memuat kesuksesan berbagai parpol pendukung pemerintah dalam mensejahterakan rakyat, muncul berita tak sedap. Devi, seorang perempuan dibius dan diperkosa. Namun Puskesmas Pamulang menolak menerima dengan alasan bukan warga setempat. Polisi juga tidak memeriksa karena berpendapat korban masih pingsan. Akibatnya Devi tergolek 5 hari (mungkin hingga saat ini) di pos ronda yang terbuka dengan bantuan seadanya dari warga setempat. Harusnya Puskesmas menerimanya karena Devi adalah manusia. Tugas mereka harusnya menolong manusia. Jika tak mampu, beri rujukan ke RS terdekat. Begitu pula polisi. Harusnya mereka mengayomi dan melindungi masyarakat. Begitu ada wanita diperkosa dan pingsan, harusnya mereka melindunginya dan membawa ke RS untuk dapat perawatan. Bukan membiarkan begitu saja. Para petugas Puskesmas dan Polisi adalah petugas negara yang digaji pakai uang rakyat. Harusnya mereka melayani rakyat. Bukan tidak peduli pada rakyatnya. "Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad)" http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=52393 <http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=52393&ik=2> &ik=2 Wanita Dibius 5 Hari Pingsan Minggu 22 Februari 2009, Jam: 7:49:00 TANGERANG (Pos Kota) – Mengenaskan. Wanita korban pembiusan tergolek selama lima hari di pos ronda, Jalan Setia Budi, Gang Delima 1, RT 01/01 Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang. Diduga wanita malang itu juga diperkosa dan harta bendanya dirampok. Korban, Devi, 30, hingga Sabtu (21/2) sore belum juga siuman. Untuk memulihkan kondisi tubuhnya, pengurus RT setempat bersama warga membawa Devi ke RS Bhineka Bhakti Husada, Pamulang, pukul 16.15. Yani, 22, warga, menjelaskan pada Senin (16/2) pagi, korban datang untuk menanyakan alamat seorang wanita rekannya yang sama-sama berasal dari Cirebon, Jawa Barat. “Ia bilang hendak diajak kerja sama,” katanya. Saat datang pertama kali ke tempat itu, Devi membawa tas serta HP. Karena tak berhasil bertemu orang yang dicari, Devi lalu pamit. Katanya ia akan pulang ke Cirebon. Diduga, di tengah jalan inilah korban bertemu dengan pembius hingga tak sadarkan diri lalu memperkosanya. Pada Selasa (17/2) pagi, Devi ditemukan warga tergeletak di pinggir Jalan Setia Budi, Pamulang Timur. Oleh seorang pria, wanita itu dibawa ke pos ronda. Namun kali ini semua barang bawaan Devi, termasuk HP sudah lenyap. Selain itu, Devi juga tidak bisa diajak bicara. DIBAWA KE PUSKESMAS Ketua RT 01/01, Muhamad TS bersama warga pada Rabu (18/2) membawa Devi ke Puskesmas Pamulang untuk diobati. Namun pihak puskesmas menolak mengobati Devi dengan alasan wanita itu tidak mempunyai KTP atau tanda pengenal apa pun. “Akhirnya ia kami bawa kembali ke pos ronda. Warga pun mengobati secara perlahan, termasuk memberi makan dan minuman ringan,” katanya. Di lain pihak, warga juga melapor ke Polsek Pamulang. Namun, petugas mengaku belum bisa memeriksa. Sejak itulah, Devi dibaringkan di pos ronda. “Pada Kamis (19/2), ia dimandikan Ibu Pungut dibantu ibu yang lain. Melihat kondisinya warga menduga ia diperkosa,” kata Yani. Menurut Muhamad TS, sejak Devi dibawa ke pos ronda, ia belum bisa bercerita. Hanya sekali-kali sadar dan berbicara sedikit. “Warga patungan untuk membeli obat, makanan maupun minuman,” tukasnya. Kapolsek Pamulang, AKP Heru Purnomo, berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. “Soal adanya laporan warga ke polisi, belum ditindaklanjuti karena yang bersangkutan belum sadar. Kalau dia sadar, baru kami minta keterangan,” ujarnya. (tiyo/M4/ok)@ === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id <http://www.media-islam.or.id/> Ingin belajar Islam? Kirim email ke: [email protected] Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam >________________ >_______________________________________________ >Is-lam >mailing list >[email protected] >>http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
