Engineering Ajaran Islam, end

Mengapa Fiqih membunuh Tauhid ? Patutkah SSJ harus dibunuh?

Abstraks, dalam membaca posting tersebut, dapat terlihat reaksi, ada
bersifat Qadariyah, ada juga yg bersifat Jabariyah dan malahan ada
ber-FIQIYAH, padahal sudah jelas jelas posting ini mencoba memilah milah
persoalan ajaran Islam terbagi pada tiga komponen utama yaitu Fiqih, Tasauf
& Tauhid. Dimana ketiga itu FTT dirujuk pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Diantara ketiga itu FTT yang banyak menimbulkan masalah adalah Tauhid, pada
Ilmu Tauhid sendiri tidak punya masalah, bagi bagi orang yang belajar Tauhid
akan timbul masalah baik pada diri sendiri maupun pada lingkungan. Contoh
kasus disini adalah SSJ, maka subtitle-nya dituliskan dengan sangat
menggigit yaitu "Mengapa Fiqih membunuh Tauhid" dalam artian orang yg
belajar Fiqih, akan membunuh orang yg belajar Tauhid dan itu banyak yg sudah
terjadi, dalam email ini contohnya adalah SSJ.

 

Tulisan ini akan diakhiri sampai hanya dengan pemaparan contoh dibawah ini:

Seorang yang belajar Tauhid, akan terus mendekatkan diri pada Allah, hingga
akhirnya beliau menganggap apa saja yg dimiliki adalah punya/ milik Allah.
Sehingga kalau misalnya kita katakan jam-nya adalah bagus, beliau itu akan
menjawab, ini adalah milik Allah, dengan enteng beliau akan berkata, kalau
anda mau silahkan ambil. Coba dilihat dari sisi yang lain, tentu ada orang
mengatakan jam ini milik kamu, kenapa berani-beraninya kamu katakan jam itu
milik Allah, apa kamu sudah menjadi ALLAH? Dapatkah dipahami maksud yang
tertera dibaliknya? Insya allah dapat ditangkap maksud yg tersembunyi itu.

 

Contoh lain, jika seseorang sudah sangat dekat kepada Allah, maka beliau itu
menganggap dirinya sudah tidak ada lagi, yang ada hanyalah semua milik
allah, sehingga beliau itu telah melakukan awal peristiwa penciptaan Adam di
Surga, setelah Adam diciptakan, maka dihidupkanlah Adam dengan ditiupkan ruh
kedalamnya, maka sujudlah kepadanya. Didalam tubuh kita ini ada RUH suci,
sehingga bagi mereka mereka yang sudah mampu mensucikan dirinya, maka beliau
beliau sudah sangat bertaqarub kepadaNYA, sehingga tidak ada lagi
kesombongan didalam diri, apa yang disombongkan semua ini adalah milik
Allah, tidak ada ditonjolkan diri pribadi, karena semua adalah milik Allah
dan semua ini dan itu adalah kepunyaan Allah. Jadi kalau dikatakan bahwa
komputer ini adalah milik Allah, sementara komputer ini adalah milik saya,
janganlah diterjemahkan saya telah mendeclare jadi tuhan. Demikianlah ilmu
Tauhid tersebut dapat menimbulkan 1000 masalah dan pertanyaan, karena
Al-Qur'an dan As-Sunnah tidak berbicara tentang Tauhid secara explisit.
Kalau ada yang mengatakan bahwa Al-Qur'an dan As-Sunnah sudah berbicara
tentang Tuhan secara gamblang, maka itu juga merupakan kajian yg menarik.

 

Identik dgn SSJ, beliau itu menjadi demikian karena mendalami Tauhid,
sehingga secara Fiqih anehlah beliau ditambah terkontaminasi dgn politik,
maka kalau itu betul spt yg tertulis dgn banyak versi, makanya perlulah
ajaran ilmu Islam FTT yg berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah perlu
dipelajari secara KAMIL dengan methode yg benar. Yang dimaksud dengan
methode yg benar, jangan KEBENARAN yg SEMU yg dipelajari, tapi kebenaran yg
Haqiqiyah sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Bukan golongan saling
menyalahkan Mazhab, saya adalah ahlul sunnah wal jama'ah yg hanya mengikuti
qur'an dan hadis, tapi baca qur'an saja tidak mampu. Kalau berbeda sedikit
saja, lantas keluar dari mulutnya, kamu bid'ah dan kamu kafir dan kamu
sesat. Bacalah hadis rasulullah apakah ada ajaran Islam yg demikian? Akhirul
kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan Faminii Wa
Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu dari Qatar.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

 

 

Mengapa Fiqih membunuh Tauhid ? Patutkah SSJ harus dibunuh?

Kisah Sheik Siti Jenar (SSJ) yang mati terbunuh, bisa dibaca dibanyak
literatur. Timbul pertnyaan apakah memang ada kisah tersebut atau hanya
sekedar sebuah legendaris bagaimana perkembangan agama Islam di Nusantara.
Ada atau tidak adanya kisah tersebut benar terjadi tidaklah merupakan hal
yang penting diposting email ini, tapi yang sudah sangat BENAR dan tidak
dapat dibantah lagi adalah kisah SSJ ada dalam sejarah perkembangan Islam di
Nusantara.

1.      Fiqih adalah ilmu tentang hukum untuk perbuatan perbuatan manusia,
jika tidak ada perbuatan manusia maka tidak ada Fiqihnya, sebaliknya banyak
temuan temuan baru tentang perbuatan manusia, maka munculah Fiqih-nya,
sehingga ada yang mengarang Fiqih kontemporer yaitu Fiqih fiqih yang muncul
kemudian diabad sekarang ini.
2.      Tasauf adalah pasangan dari Fiqih, yang mana kedua ilmu tersebut
tidak boleh dipisahkan dan tidak bisa dipisahkan, harus menjadi satu
kesatuan yg saling melengkapi. Hidup dengan Fiqih, hidup jadi terarah dan
hidup dgn Fiqih ditambah Tasauf hidup menjadi Indah. Karena memang Tasauf
ilmu membersihkan Hati. Muhammad kecil sewaktu berumur sekitar 4 tahun,
dibelah dadanya untuk membersihkan hati. Dengan Fiqih tentu kita tidak
percaya bahwa Muhammad SAW pernah dibelah dadanya oleh 2 malaikat dan
dibersihkan hatinya. Tapi dengan Tasauf kita kita ini percaya hal itu pernah
terjadi.
3.      Tauhid, ilmu ini sangat banyak menimbulkan masalah, salah satu
buktinya adalah SSJ harus mati plus diikuti oleh murid muridnya. Tauhid
tidak bermasalah, tapi sangat banyak menimbulkan masalah. Itu tidak bukan
dikarenakan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai rujukan utama ajaran Islam tidak
jelas bercerita tentang Tauhid. Sehingga dengan keterbatasan AKAL manusia,
manusia itu coba memperlajari tentang TUHAN, tentu tidak akan sampai pada
AKHIR. 

Jika itu disadari oleh orang Fiqih, maka SSJ tidak ada yang harus disalahkan
dan SSJ tidak harus dibunuh? (bunuh diri?). Tapi itulah memang halnya FIQIH
memang core ilmu-nya adalah HUKUM, orang hukum memang kerjanya harus
menegakan hukum. Beda orang yang sudah ber-Fiqih plus Tasauf. Makanya pada
sebuah Pengadilan Negeri (PN), jika telah diputuskan orang tsb bersalah dan
melanggar pasal tertentu, maka pada akhirnya sebelum dijatuhkan hukuman maka
dipoles dulu dengan Tasauf yaitu terlihat dengan kalimat berikut: Menimbang,
yang Meringankan, baru kemudian memutuskan. Itulah polesan Tasauf.

Kembali ke SSJ, disamping beliau disalahkan secara Fiqih, tidak tertutup ada
unsur POLITIK, yaitu kepentingan kerajaan. Kalau orang fiqih tahu bahwa SSJ
menjadi demikian adalah karena beliau lagi mendalami Tauhid, Ulama Fiqih
yang sudah bertasauf tentu bisa mengerti. Tapi apa mau dikata, kisah SSJ
juga kental dengan Politik. Politik artinay seribu daya dan memang sangat
KOTOR, Insya Allah akan bersambung, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa
Iyakun Khatha Aan Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah.
Salam kompak selalu dari Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke