Alhamdulillah, dengan banyaknya komentar itu menandakan posting email tersebut dibaca. Apakah dibaca secara menyeluruh atau sepenggal-penggal Wallahua'lam. Sama seperti pembukaan tentang SSJ disitu ada hal penting dituliskan, jika itu ada dibaca maka ada beberapa komentar seharus tidak perlu ada. Makanya diatas diungkapkan apakah email diatas dibaca sepenggal lalu langsung berikan berkomentar? Wallahua'lam. Banyak posting sebenarnya ingin saya berikan komentar, tapi saya batalkan karena saya tidak membaca email tsb secara menyeluruh, kuatir nanti salah komentar jadi matching alias asbun. Saya baru akan berkomentar setelah saya bertanya utk dapatkan klarifikasi ttg sebuah posting dan berdasarkan klarifikasi tsb tahulah saya "APA MAKSUD DARI TULISAN TSB dan BLA BLA" barulah saya berani menuliskan/ posting sebuah komentar, itulah sebabnya jarang terjadi sebuah komentar, saya balas dengan komentar, karena:
* Makin sering anda memenangi sebuah diskusi dengan ber-ARGUMENTASI, makin sombonglah diri anda dan akan banyak yg merasa tidak senang, terjauhlah diri dari DAKWAH * Sebaliknya makin banyak anda mengalah, makin SABAR diri anda dan makin bertambah matang cara berfikir dan tercapailah cita cita DAKWAH seperti yg diinginkan Rasulullah Selajutnya akan saya posting sebuah sampiran, "kulit buku sebuah pengantar SOSIOLOGI" Akhirul kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa Iyakun Khatha Aan Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah. Salam kompak selalu dari Qatar. Alkhori M Alkhor Community Qatar -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Harry Sufehmi Sent: Thursday, February 26, 2009 7:05 AM To: [email protected] Subject: Re: [is-lam] Islam Sudah Sempurna - Jangan Tersesat Re: EngineeringAjaran Islam, 6 of n On 2/25/09, Alkhori M <[email protected]> wrote: > Mas Nizam, > Sangat menarik juga komentarnya. Benar Islam telah disempurnakan terbukti > dgn "Alyaum akmaltu..." lihat juga posting email saya ttg "Alyaum > akmaltu..." > Dan yg lebih menarik lagi Islam telah disempurnakan, tapi malahan kenapa > bisa ada Islam Syi'ah, Islam Sunni, ada Ahmadiyah dgn Sheikh Mirza Ghulam > Ahmad, dan yang lebih terkini adalah Islam Liberal ? Mengapa itu bisa > terjadi ? bisa berikan pencerahan? Ya secara logis saja, barang yang sudah sempurna tentu mengundang iri dan dengki kan? Jadinya banyak yang kemudian berusaha meniru-nirunya. Seperti ada barang bagus dari Eropa, yang laris dimana-mana. Tidak lama kemudian bisa dipastikan akan muncul versi "sesat" / palsu nya Made in China :-) (masih geli kalau ingat iPhone versi China, ha ha ha) Anyway, ini baru pakai logika sederhana. Dari teks Quran & Hadits sendiri jelas sudah ada berbagai peringatan mengenai akan terjadinya hal ini. (usaha-usaha penyesatan umat) > Soal SSJ terlibat politik, baca saja sendiri, kisah kisah SSJ yg banyak > versinya, yang mana dipreambule sudah saya katakan bla bla bla, Siti Jenar itu legenda mas, ada atau tidaknya saja masih bisa diperdebatkan. Apalagi mengenai RUNUTAN sejarahnya. Bisa saja ternyata beliau tidak pernah dieksekusi. Siapa tahu ternyata sebetulnya beliau bertobat. Dst. Setahu saya, sampai saat ini sejarah seputar Wali Songo (termasuk SSJ) masih belum merupakan kepastian. Menurut logika saya, rasanya sayang SEKALI jika kita banyak sibuk pada hal-hal yang masih BELUM jelas. Masih sangat samar. Padahal hasilnya jelas mengagitasi saudara-saudara kita sendiri. Saya usul kita bisa fokus ke hal-hal lainnya yang lebih riil bagi umat. Kontribusi kita semua masih ditunggu dan sangat dibutuhkan disini. > Mas Nizam, sewaktu anda berkomentar, kentara sangat kental Fiqihnya, tidak > percaya baca ulang komentar anda. Makanya judulnya adalah Engineering Ajaran > Islam dan bukan Engineering Islam. Ada apa dengan ajaran Islam? Makanya > perlu di Engineering. Berdasarkan rujukan utama ajaran Islam adalah > al-Qur'an dan As-Sunnah, yang didalamnya terdapat tiga komponen utamanya > adalah Fiqih sebagai landasan Hukum, Tauhid sebagai akhlak mulia dan yang > terakhir adalah Tauhid. Ilmu Tauhid sendiri tidak bermasalah, tapi jika > orang belajar Tauhid bisa muncul 1000 masalah. Maka ketiga ajaran Islam tsb > (Fiqih, Tasauf & Tauhid) dicoba diengineering sehingga bisa muncul banyak > pertanyaan, akan mampukah pertanyaan tersebut dijawab? Kalau mau buka bisnis, musti punya modal yang cukup. Misalnya; dana, lokasi, skill, dll. Kalau mau reengineering AGAMA, jelas modalnya musti sangat mencukupi. Pemahaman agama pada saat ini, pemahaman agama yang ideal, psikologi dakwah, dst, dst, dan logika / akal sehat yang sudah dianugrahkan Allah swt kepada kita. Dari modal yang paling kecil saja, logika, sudah ada banyak masalah pada berbagai argumentasi Anda. Maaf saya blak-blakan saja -- karena sepertinya Anda masih belum juga mengerti berbagai koreksi2 ringan dari kami disini; saya, mas Bango, mas Dewa, dst, dst. Sekali lagi saya mohon maaf. Tapi saya tidak tahu lagi bagaimana cara menyampaikannya. Semoga tidak sampai menyakiti perasaan sampeyan. Anyway -- Agama ini sebenarnya BISA dipahami oleh logika - tapi harus oleh logika yang benar & terjaga dari nafsu. Kalau sudah tercampur baur dengan nafsu & emosi -- misal: jengkel melihat situasi, jengkel melihat berbagai kebodohan umat, maka bisa dijamin hasilnya tidak akan tepat. Contoh: salah satu kawan saya yang melakukan ini sekarang sudah menjadi agnostic. Satu lagi sekarang sudah menjadi ateis. Mari kita ikhlaskan semua usaha kita dalam agama ini hanya untuk Allah swt semata saja, amin. Mari, mari... Salam, HS
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
