Pemda dan DPRD DKI ini memang keterlaluan sekali.. memihak kog ke kelompok elite, mentang2 disitu ada rumah sup kalla, gubernur, konglo, kantor dubes, . Hampir tiap hari ane ngantor lewat situ dan jalanan ya bagus-bagus aja, kog dibilang nggak layak. Apa ya nggak pernah liat daerah sepanjang aliran ciliwung yg kalo kena hujan gerimis orang-orang pada bingung ngangkutin kasur? Emangnye amdal berlaku buat kaum elite aja tha? Kalo proyek ini diteruskan bisa kualat sampeyan pak. nanti bener-bener bisa kebalik sampeyan.. Kemaren urusan indah2an patung dan taman, sekarang urusan jalan.. wis.. wis.. idenya gak elit blazzzzzzz.
http://news.id.msn.com/local/okezone/article.aspx?cp-documentid=2681609 Jalan Sekitar Taman Suropati Segera Ditata Ulang JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan memperbaiki jalan di sekitar Taman Suropati yang saat ini tidak layak untuk dilalui. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) DKI Jakarta Budhi Widiantoro mengatakan, dana perbaikan jalan di Taman Suropati berasal dari APBD 2009 sebesar Rp15.2 miliar. Rencana awal perbaikan, jalan terlebih dahulu akan ditutupi pasir setinggi 5 cm lalu akan dilapisi beton sepanjang 10 cm. Di atasnya beton akan dilapisi batu andesit ukuran 30 x 60 cm dengan ketebalan 15 cm. Sementara untuk bagian pedestrian akan ditutupi pasir dengan ketinggian 5 cm, pasir dan batu (sirtu) setinggi 12 cm dan batu andesit ukuran 60 x 80 cm dengan ketebalan 8 cm. "Sisi paling pinggir dibangun saluran air dan sebelahnya akan di cone blok kembali setelah salurannya dikuras," ujarnya di Jakarta, Selasa (3/3/2009). Nantinya, tambah Budi, badan jalan di Jalan Suropati itu akan ditambah dengan kumpulan pohon pelindung seperti pohon beringin. Di samping jalan akan dibuat saluran air khusus. Sementara untuk Jalan Teuku Umar hingga Jalan Profesor M Yamin, badan jalan akan di lapisi aspal hotmix di sisi kanan dan kiri. Di tengah-tengahnya akan disisakan untuk penanaman pohon pelindung. Penataan jalan disekitar Taman Suropati ini sebagai metode calming the road. Nantinya, setiap kendaraan yang lewat harus stabil pada kecepatan maksimal 12 hingga 15 kilometer per jam. Metode ini diterapkan karena Taman Suropati berintegrasi dengan Taman Menteng yang dijadikan tempat tujuan wiata dan relaksasi. "Sebagai kawasan hunian elit Ibu Kota, Menteng sudah mulai berubah. Tingginya aktifitas di kawasan itu membuat struktur tata kota mulai sedikit bergeser," jelasnya. Dalam rancangan Dinas PU, pelelangan diperkirakan memakan waktu empat bulan. Kemudian sambil dilakukan sosialisasi, evaluasi Amdal juga akan dilakukan. Perbaikan di jalan itu mendesak karena daerah tersebut termasuk kawasan elit. Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhayar Rustamuddin menyarankan agar pemprov juga membangun jogging track di Taman Suropati. Bangunan pos polisi yang diberada di taman juga harus dimodifikasi sehingga menyatu dengan taman. "Taman itu harus menjadi ruang terbuka hijau, ruang sosialisasi, dan tempat olahraga," terangnya.
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
