Management Qur'ani Sebagai Way of Life seorang Muslim disingkat (MQ WOL)
Sub Titel: Sabar Milik Orang Ber-Ilmu

IQRA' yang artinya BACALAH, adalah wahyu yang pertama sekali diturunkan
kepada Rasulullah Muhammad SAW, ketika beliau berada di Gua Hira', pada saat
itu umur beliau sekitar 40 tahun.  Apakah yang tersirat dari kata-kata IQRA'
tersebut, apakah kita hanya disuruh dan diminta hanya untuk MEMBACA SAJA?
Atau kita diminta untuk MEMBACA ALAM INI? Atau kita diminta untuk MEMBACA
LINGKUNGAN SAJA? Atau kita diminta untuk MEMBACA ALQUR'AN SAJA? Tapi apapun
persepsi yang diambil yang jelas pada saat wahyu pertama yang turun adalah
IQRA'.
Selanjutnya apakah akan membaca al-Qura'n versi mushaf-nya Utsman atau
al-Qur'an versinya al-Kahfi atau al-Qur'an versinya al-Lukman?

MQ WOL: Sabar Milik Orang Ber-Ilmu (IQRA' versinya mushaf-nya Utsman), Tuhan
dalam Wahyu menyebutkan:
"Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar
di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"
"Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku".
"Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
Dalam mengharungi kehidupan di bumi allah ini, diharuskan kita memiliki
sifat-sifat SABAR, tapi sayangnya SABAR itu adalah milik orang ber-Ilmu.
Orang ber-ilmu disini bukanlah seseorang yang diberatkan dengan titel
akademik, tapi lebih cenderung ke makna yang KONTEKSTUAL dan sangat dekat
dengan makna Leksikal dan bukanlah makna KONSEPTUAL.

Contoh Actual: I
Disebuah airport, anda mendengar sebuah pengumuman, bahwa pesawat yang akan
anda tumpangi dari Medan ke Jakarta di delay TITIK. Maka dapat diduga
penumpang pesawat itu semua pada GELISAH dan mereka TIDAK SABAR. Maka pada
saat itu berjanjilah para penumpang tidak mau naik lagi maskapai ini,
perlahan tapi pasti perusahaan tersebut akan bangkrut, karena telah membuat
penumpang kecewa dan juga telah membuat penumpang tidak SABAR.

Contoh Kisah Islami:
Suatu hari Khlifah Umar Bin Khatab, beliau turba untuk melihat sendiri
keadaan rakyatnya, singkat cerita: Ditemukan pada sebuah rumah seorang
wanita lagi merebus batu: Wanita itu menceritakan pada Umar, beliau merebus
batu, jika anaknya yang lagi tidur terbangun, maka akan menangis karena
kelaparan, tapi kalau saya katakan tunggu sebentar karena makanan lagi
dimasak, maka beliau akan tertidur lagi. Maka sebagai orang yang penuh
tanggung jawab, sewaktu pembantu Umar minta biar beliau yang mengantarkan
makanan tersebut Umar menolaknya, sambil memanggul sendiri, sang Khalifah
berkata, apakah di akhirat nanti kamu bisa menggantikan saya.
"Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar
di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?"
"Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersamaku".
"Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai
pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"

Kembali lagi kecontoh actual: II
Maskapai yang sudah tahu meng-applikasikan "SABAR MILIK ORANG BER-ILMU" maka
akan membuat pengumuman "Pesawat akan delay 3 jam karena kerusakan teknis,
bagi para penumpang dipersilahkan menuju Hotel Transist, kamar dan makanan
telah disediakan, terima kasih". Disitu terlihat jelas, ada ilmu yang
dibagikan, yaitu DELAY 3 JAM, tidak ngambang seperti pengumuman pertama,
pesawat delay, sampai kapan delaynya. Para penumpang tidak punya pengetahuan
sampai kapan kita akan ter-tunda. Maka mereka jadi tidak sabar, akhirnya
perusahaan akan bangkrut. Tapi pada contoh kedua disebutkan dengan sangat
jelas DELAY 3 JAM.dan juga disediakan accomodation dan karena perusahaan
mengerti inilah saat yang baik untuk promosi yaitu jangan dibuat penumpang
tidak SABAR. Maka para penumpang menjadi IKLAN GRATIS, enak naik maskapai
itu, ketika delay kita diberikan informasi yang jelas dan tidak
ditelantarkan. 

Makanya ketahuilah bagaimana kita dirumah membuat Isteri dan anak-anak bisa
SABAR kalau kita sangat tertutup dengan keluarga. Mereka tentu tidak bisa
SABAR terhadap ORTU yang demikian. Maka sangat perlu dirumah disediakan
sebuah meja makan yang minimum bisa duduk bersama 6 orang (2 ortu + 4 anak),
maka pada saat makan tersebut, jelaskan pada keluarga bagaimana adan apa
saja persoalan keluarga yang sedang dihadapi. Ini wahyu al-Qur'an yang
mengatakan: "Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum
mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?"
Insyaallah bersambung, Akhirul kalam, Wa Iyakun Shawaaban Faminallah, Wa
Iyakun Khatha Aan Faminii Wa Minasyaithan, Astaghfirullah & Subhanallaah.
Salam kompak selalu dari Qatar.

Alkhori M
Alkhor Community
Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke