Assalamu'alaikum wr wb,

Mencintai Allah dan RasulNya di Atas yang Lainnya

Seorang Muslim wajib mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada yang lain 
termasuk bapak, anak, istri, saudara, kekayaan.

Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum 
keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri 
kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari 
Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah 
mendatangkan keputusan-Nya.” (QS At Taubah: 24)

Allah telah memberikan kita hidup, tubuh, air, udara, jagad raya sehingga kita 
bisa hidup seperti sekarang ini. Tak dapat kita menghitung nikmat yang telah 
diberikan Allah kepada kita. 

“Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohon 
kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu 
menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari 
(nikmat Allah).” [Ibrahim:34]

Oleh karena itu sepatutnya kita mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang 
lain.

Jika kita mencintai Allah, niscaya kita selalu bahagia karena Allah selalu 
bersama kita. Sebaliknya jika kita mencintai yang lain, maka kita akan sedih 
dan bahkan frustrasi jika yang kita cintai itu meninggalkan kita. Tak jarang 
kita mendengar orang jadi gila atau bunuh diri karena kekayaannya lenyap atau 
putus cinta dengan pacarnya.

Ikhlas Untuk Allah Ta’ala

Setiap shalat kita membaca Doa Iftitah yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, 
ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah semesta alam.”

Kita hidup bukan untuk mencari ketenangan atau pun kesenangan di dunia. Tapi 
untuk mengabdi kepada Allah yang telah memberikan segalanya bagi kita, meski 
nanti kita bisa merasakan pahitnya cobaan itu.

Tak jarang dalam mengabdi kepada Allah seperti amar ma’ruf nahi munkar dan 
melakukan syiar Islam Nabi mendapat tentangan yang hebat. Dari dilempari tahi 
unta, diejek, dikucilkan, hingga hendak dibunuh semua telah dialami oleh Nabi.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu 
cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa 
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam cobaan 
sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah 
datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat 
dekat.” [Al Baqarah:214]

Tapi keimanan yang kuat membuat Rasul dan orang-orang yang beriman tetap sabar 
dan tabah dalam menghadapi hidup. Semua dilakukan untuk Allah. Bukan pamer/riya 
agar dilihat orang. Bukan pula Sum’ah agar didengar orang. 

Contoh lucu bagi orang yang berbuat baik tapi tidak ikhlas demi Allah adalah 
Caleg yang menyumbang TV ke masyarakat dan ada juga yang menyumbang karpet ke 
ibu-ibu pengajian. Namun begitu mereka kalah dan tidak terpilih, segera mereka 
ambil lagi TV dan Karpet itu sehingga mendapat protes dari warga yang telah 
menerimanya.
Sikap ikhlas untuk Allah semata dalam beribadah dan berbuat kebaikan akan 
membuat jiwa kita tenang dan mendapat kenikmatan surga di akhirat nanti:
“Hai jiwa yang tenang
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” [Al 
Fajr:27-30]

Sabar Menghadapi Cobaan

Seorang Muslim senantiasa bersabar terhadap cobaan yang mereka terima.
“Dan sesungguhnya telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi 
mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan  (yang dilakukan) terhadap 
mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka...” [Al An’aam:34]
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, 
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita 
gembira kepada orang-orang yang sabar.  Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa 
musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun “ [Al 
Baqarah:155-156]

Orang yang beriman menjadikan sabar dan shalat kepada Allah sebagai penolong 
mereka:
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, 
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al Baqarah:153]
Orang yang tidak sabar hanya akan merasakan kemarahan, keputus-asaan, dan 
kesedihan. Belum lagi azab dari Allah yang azabnya begitu pedih.

Selalu Bersyukur kepada Allah

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui 
sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu 
bersyukur. “ [An Nahl:78]

Kita juga harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah yang telah 
diberikan kepada kita seperti pendengaran, penglihatan, hati, dan juga 
pengetahuan.

Luqman seorang yang diberi Allah kebijaksanaan menasehati anaknya untuk 
senantiasa bersyukur kepada Allah.

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: "Bersyukurlah 
kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya 
ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka 
sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji." [Luqman:12]

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu 
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu 
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." [Ibrahim:7]

Sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT banyak yang bisa kerjakan mulai dari 
mengerjakan perintahnya hingga menjauhi larangannya.. Dengan sering beribadah 
kepada Allah, shalat, puasa, zakat, dan bersedekah kepada fakir miskin dan 
menyantuni anak yatim itu merupakan satu bentuk syukur kepada Allah.

Bertawakal dan Berserah Diri Kepada Allah 

Ummat Islam selain harus berikhtiar dan berdoa juga harus bertawakkal dan 
berserah diri kepada Allah:

“Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan 
jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap 
gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja 
orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri." [Ibrahim:12]

Kita harus yakin bahwa apa pun hasilnya, itulah yang terbaik bagi kita.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu 
benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh 
jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah 
mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [Al Baqarah:216]

Kadang yang kita benci boleh jadi sebetulnya amat baik bagi kita. Begitu pula 
sebaliknya. Allah Maha Tahu. Allah tahu yang terbaik bagi kita karena Dia 
adalah Pencipta Segalanya. Sementara manusia adalah makhluk yang tidak 
mengetahui meski sering sok tahu. Kita harus sadar bahwa Allah yang menciptakan 
Alam Semesta itu Maha Tahu. Sementara manusia yang tidak mampu menciptakan 
seekor lalat pun adalah makhluk yang tidak mengetahui kecuali secuil ilmu yang 
telah diberikan Allah kepada mereka.

Rendah Hati
Seorang Muslim selalu rendah hati.
“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang 
berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa 
mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” [Al 
Furqon:63]
Allah marah pada orang yang sombong dan takabur:
Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa menganggap besar 
dirinya dan bersikap sombong dalam berjalan, ia akan menemui Allah dalam 
keadaan amat marah kepadanya." Riwayat Hakim dan para perawinya dapat dipercaya.
Mengapa Iblis dilaknat Allah? Karena Iblis sombong dan merasa lebih baik dari 
yang lain:
“Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari 
api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." [Shaad:76]

Qana’ah dan Sederhana

Meski Allah memerintahkan manusia untuk berusaha dan mencari kurnia Allah, 
namun Allah memerintahkan manusia untuk tidak menumpuk harta dan 
bermegah-megahan. Sebaliknya menggunakan hartanya di jalan Allah dengan 
membayar zakat, sedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim serta kerabat.
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]
“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) 
kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih 
baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah 
orang-orang beruntung.” [Ar Ruum:38]
Nabi Muhammad meski merupakan pemimpin negara di mana 2 negara Super Power 
dunia, Kerajaan Romawi dan Persia, sudah nyaris jatuh ke tangannya, tetap hidup 
sederhana. Tidak bermewah-mewahan macam para pejabat kita sekarang ini. Kata 
Siti Aisyah tidak pernah keluarga Nabi makan kenyang selama 3 hari 
berturut-turut. Umar ra pernah menangis melihat Nabi tinggal di rumah yang 
nyaris tidak ada perabotan dan tidur di atas pelepah kurma.
Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, 
kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba 
mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam 
jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam 
sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)
Saat ini kita lihat banyak ummat Islam yang bermewah-mewahan seperti di Dubai 
orang membangun gedung tertinggi dan hotel yang mewah. Sementara orang-orang 
kafir dengan mudah menyerbu dan membantai ummat Islam di Palestina, Iraq, 
Afghanistan, Chechnya, dan sebagainya. Itu karena ummat Islam sekarang kena 
penyakit Wahn: Cinta Dunia dan Takut Mati:
Rasulullah SAW bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan 
kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah 
karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu 
banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut 
rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu 
penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau 
bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad 
V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)
Itulah beberapa sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap Muslim. Semoga kita 
semua bisa memilikinya.

Media Islam - Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id
===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info: 
http://agusnizami.wordpress.com


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke