Mungkin mereka mau menggantinya dengan sebutan " BABI FLU " sehingga kesan yang timbal babinya yang pada sakit.
Cape..deh. _____ From: AFR [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, April 29, 2009 12:41 PM To: Milis is-lam Subject: [is-lam] Pejabat AS Ingin Kata "Babi" Dicabut dari Nama Flu Babi yohhh kono ... ditutup-tutupi, biar tetap diyakini bahwa mengkonsumsi babi & turunannya itu aman bagi kesehatan (terutama bagi non-Muslim). kaum kafir ini berani mencoba mengadu nasib jiwa konsemen thd barang haram itu dgn melawan Sunatullah. mudah2an seluruh ummat Islam semakin sehat & tebal iman. dan bagi non-muslim mudah2an terbuka hidayah bahwa hukum Islam itu tidak diragukan. lalu bersyahadat ... org yahudi Isreal 'mengklaim' haram menurut agama mereka tapi mereka boleh menjual. artinya, mereka menghendaki biarlah org lain yg mati sekarat terkena penyakit yg dibawanya (mencelakai ummat lain). semantara ummat Islam totally haram termasuk bisnis dgn brg itu berikut derivatnya. salam, Fahru --- Pejabat AS Ingin Kata "Babi" Dicabut dari Nama Flu Babi WASHINGTON -- Apa arti sebuah nama? Bagi produsen daging babi di AS, nama virus yang saat ini menyebar di Meksiko mempengaruhi usaha mereka, sehingga para pejabat AS menyampaikan argumentasi bagi perubahan nama flu babi. Dalam suatu taklimat, Menteri Keamanan Dalam Negeri Janet Napolitano dan Menteri Pertanian Tom Vilsack dengan berat hati berulang-kali menyebut flu itu sebagai "virus H1N1". "Ini bukan penyakit yang ditularkan oleh makanan, tapi virus. Tidak tepat merujuknya sebagai flu babi karena sungguh bukan itu masalahnya," kata Vilsack. Israel sudah menolak nama flu babi, dan memilih menyebutnya "flu Meksiko". Hukum mengenai makanan dalam agama Yahudi melarang pemeluknya makan daging babi. Organisasi Kesehatan Hewan Dunia, yang berpusat di Paris, juga keberatan dengan nama tersebut, dan mengatakan virus itu berisi unsur virus unggas dan manusia dan sejauh ini "tak ada babi" yang ditemukan menderita penyakit tersebut. Selain itu, ada perasaan yang berkembang di sektor pertanian untuk menyebutnya virus Amerika Utara, meskipun ahli penyakit Anthony Fauci mengatakan dalam dengar pendapat di Senat bahwa rancangan "flu babi" mencerminkan protokol penamaan ilmiah. Bagi produsen daging babi di AS, nama flu babi telah merugikan, sehingga para pejabat pemerintah mengambil sikap dengan menegaskan bahwa daging babi Amerika aman dimakan dan negara lain tak perlu melarang impor. Harga daging babi, kedelai dan jagung telah anjlok dalam dua hari belakangan, "dan jika ini berlanjut, tentu saja ada potensi besar. Itu sebabnya mengapa penting untuk meluruskan ini", kata Vilsack. Di ''Centers for Disease Control and Prevention'' (CDC) juga ada pembicaraan untuk melucuti kata "babi" dari nama flu babi, yang dikatakan penjabat Direktur CDC Richard Besser mengarah kepada "salah penafsiran bahwa orang dapat terserang penyakit tersebut dari babi". "Itu tak menguntungkan bagi produsen daging babi. Itu tak membantu bagi orang yang makan daging babi. Itu tak membantu bagi orang yang bertanya-tanya, bagaimana mereka dapat terinfeksi ini," kata Besser pada suatu taklimat./ant/reuters/taq __________ NOD32 3976 (20090330) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
