Assalamu'alaikum wr wb,

Dengan berpegangan pada Al Qur'an dan Hadits, semoga kita tidak tersesat atau 
tertipu oleh orang2 yang sesat....

http://media-islam.or.id/2007/09/27/dalil-nabi-muhammad-nabi-terakhir/
Dalil Nabi Muhammad Nabi Terakhir

Di bawah adalah dalil Nabi Muhammad Nabi dan Rasul terakhir dan tidak ada Nabi 
sesudahnya. Ini adalah dalil-dalil dari Al Qur’an dan Hadits yang mematahkan 
argumen kelompok Ahmadiyah yang menyatakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Nabi.

Ketika disodorkan ayat: QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah 
seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup 
Nabi-nabi”. ada yang berargumen bahwa Nabi Muhammad hanya Nabi terakhir. Bukan 
Rasul terakhir. Namun hadits di bawah menunjukkan bahwa Nabi Muhammad bukan 
hanya Nabi terakhir, tapi juga Rasul terakhir:

Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada 
akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, 
Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

Date: Fri, 13 Dec 1996 15:36:34 MET

From: M. Nurhuda <[email protected]>

To: [email protected]

Assalamu’ alaikum Wr. Wb,

Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.

TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH

—————————————–

1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di 
antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi 
Muhammad SAW bersabda:

“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun satu 
bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali tempat 
batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang mengelilinginya dan 
mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh batu ini.?’ Nabi menjawab 
: Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”

3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW 
bersabda:

“Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya 
Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir 
yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi 
setelahnya”

4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi 
Muhammad SAW:

“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup para 
Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

5. Khutbah terakhir Rasulullah …

” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan 
tidak ada agama baru yang akan lahir.Karena itu, wahai manusia, berpikirlah 
dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku tinggalkan 
dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu ikuti 
keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …”

6. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika 
seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak ada 
nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi penerusku 
(Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

7. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang 
datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki 
mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi 
dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum 
dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi 
keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari 
lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir 
dalam jajaran Nabi-nabi”.. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

8. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam macam 
kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: - Aku dikaruniai keahlian 
berbicara yang efektif dan sempurna. - Aku diberi kemenangan karena musuh 
gentar menghadapiku - Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. -Seluruh bumi 
telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci bagiku. 
Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di suatu tempat 
ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas bumi. Dan jika air 
tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan tanah (Tayammum) dan 
membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi langka. - Aku diutus 
Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh dunia. – Dan jajaran 
Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

9. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai pada 
akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi, 
Kitab-ur-Rouya, Bab Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

10. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih dan 
kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus berkumpul 
pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat adalah 
satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang Terakhir dalam 
arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, 
Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab Asma-un-Nabi; 
Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim, Kitab-ut-Tarikh, Bab 
Asma-un-Nabi).

11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim seorang 
Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang kemunculan 
Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa mereka). Aku yang 
terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir yang beriman. Tidak 
diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara kamu”. (Ibnu Majah, 
Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr 
ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya dan 
bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau akan 
meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, 
dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada 
lagi Nabi sesudahku”.. (Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).

13. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku, tetapi 
hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat. Beliau 
berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat Abu 
Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan turunnya 
wahyu Allah di masa yang akan datang. Paling tinggi, jika seseorang mendapat 
inspirasi dari Allah, dia akan menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku, 
orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

15. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah seperti 
hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”. 
(Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).

16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu, 
benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka 
bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan berkomunikasi 
dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib)

17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan 
karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi, 
Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

Wassalam

M. Nurhuda

http://media.isnet.org/islam/Ahmadiyyah/Dalil17.html


      Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan 
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke