PEMBARUAN & PEMURNIAN AJARAN ISLAM.

Abstraks:

Ini juga topik menarik untuk di-posting-kan, sehingga bagaimana dengan
EVOLUSI kalau doeloe dianggap TABU  tapi dengan ber-GULIR-nya jarum jam maka
akhirnya jadi bisa diterima sebagai kenyataan. Makanya dalam ilmu MOC
(management of change) orang alias kita-kita ini memang reluctant untuk
menerima perubahan alias pembaruan. Makanya yang bisa SURVIVE adalah
mereka-mereka yang ber-KAIZEN alias continuously improvement alias CI. Kalau
doeloe NU dan Muhammadiyah hampir tidak bisa duduk bersama, NU (dikenal dgn
kaum TUA yang tidak mau menerima perubahan) disisi lain Muhammadiyah
(dikenal dengan kaum MUDA pelopor perubahan), maaf pada saat itu mereka
ibarat siang dan malam, selalu berbantahan. Alhamdulillah masa itu telah
berakhir sekarang kedua belah pihak telah duduk manis akur dan damai, itu
tiada lain masing-masing terus melakukan PEMURNIAN ajaran Islam
masing-masing sehingga akhirnya bisa duduk dan makan kenduri bersama.

 

Pembaruan:

Kita mulai dengan yang ringan-ringan doeloe, sebelum akhirnya meningkat
hingga akhirnya sampai kepada alm. Cak Nur (tentu nanti akan banyak
komentar-komentar dengan nada telah punya KUNCI SURGA dan merasa lebih bijak
dari alm. Cak Nur) kita lihat saja, insya Allah ini juga sebuah tool untuk
ber-IQRA'. Sewaktu alm. KH. Ahmad Dahlan menge-CAT mesjid, maka sangat ramai
menentang, ini adalah bid'ah tidak ada dicontohkan nabi bahwa SHAF MESJID
harus di-CAT segala macam sanggahan terus ditujukan pada beliau. Padahal
maksud beliau menge-CAT SHAF agar dalam shalat makmun agar mudah bisa
meluruskan shaf. Tapi waktu ber-gulir orang melihat manfaatnya, maka
sekarang walau mesjid tidak di-CAT tapi ubin atau tegelnya sudah mempunyai
warna yang berbeda. Kalau mesjid yang pakai karpet juga sudah ada warna
pembatas antara saf depan dengan saf belakang. Begitulah suatu perubahan/
pembaruan selalu ditentang, walau akhirnya dengan ber-IQRA' juga dengan
adanya EVOLUSI kalau pertama ditentang dengan keras, alhamdulillah sekarang
sudah diterima. Banyak contoh contoh yang identical kalau dituliskan juga
membosankan. Contoh terakhir, kalau doeloe, tempat berwudhuk (ablution)
berbentuk BAK sehingga setiap orang mencemplungkan tangan kedalam air tsb,
sehingga rawan penyakit menular, dengan adanya teknologi dimana keran air
mudah didapat dan murah lagi harganya, sekarang semua mesjid sudah melakukan
pembaruan untuk tempat berwudhuk, insya Allah bersambung. Salam kompak
selalu. 

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke