KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan5.

Sub-titel: Dakwah Berdasarkan KESAMAAN Bukan Dakwah Meruncingkan PERBEDAAN

Pada suatu malam ba'da shalat Isha pada sebuah mesjid yang cukup megah
seperti biasanya sebelum pulang kami pengurus BDI mesjid tersebut biasalah
sebelum bubaran ngerumpi alias chatting dulu tapi bukan ber-ghibah. Seorang
rekan ber-nostalgia dengan cerita sbb. Pada saat itu kami sebuah rombongan
kecil terdiri 5 orang mengadakan dakwah, tapi apa yang terjadi jangankan
orang yang hadir nyamukpun tidak mau datang. Sejak itu kami rubah strategi,
orang lapar bukan ayat & wahyu yang mereka inginkan, tapi sumpalan atau
ganjalan perut yang mereka dambakan, maka kelaparan/ kemiskinan sangat rawan
kekafiran jika iman belum mencapai tingkat muttaqin. Sejak itu dakwah
berubah yaitu menjadi dakwah sembako. Juga pada saat itu methode dakwah
selalu yang ditonjolkan adalah dakwah KESAMAAN, tidak ada berbicara
KHILAFIYAH tidak ada dakwah yang mengatakan INI SESAT & ITU BID'AH alias
tidak dicari perbedaan perbedaan tapi semua itu adalah KESAMAAN. Dengan
methode KESAMAAN tersebut bersinarlah dakwah tersebut, baru kemudian
dimasukan methode PEMURNIAN AQIDAH. Orang yang sudah tebal imanya maka tidak
lagi terguncang jika diberikan PEMURNIAN dan sekali-kali juga disisipkan
PEMBARUAN. Memang pada setiap agama PEMBARUAN dan PEMURNIAN kalau
dipermukaan terlihat berbeda tapi sebenarnya keduanya merupakan kebutuhan
dasar setiap agama.

 

Tapi apa jadinya sekarang ini, mereka pada lupa bahwa syetan tidak senang
kalau ummat Islam itu hidup dalam kedamaian, maka selalu ditiupkan
PERBEDAAN-PERBEDAAN yang ada. Pada setiap kesempatan setiap kelompok atau
setiap golongan meng-CLAIM merekalah yang benar. Setiap menit dan setiap
detik ke-EGO-an yang digemakan, kamilah ahlul sunnah wal jama'ah, kalau
sekarang ditanyakan apa maksud dari sunnah wal jama'ah juga tidak jelas
jawabanya, paling dijawab yaitu kelompok yang mengikuti al-Qur'an dan
al-Hadits, hanya itu DOANG alias hanya itu THOK??? Al-qur'an meaning less
kalau bukan dibaca sebagai orang Muttaqin.

Lagi hanya sebuah contoh kasus:

Contoh kasus (maaf ini hanya contoh bukan ingin mempopulerkan atau ingin
membela ahmadiyah)

Khataman Nabiyin vs. Ahmadiyah:

1.      Ahmadiyah dikatakan golongan atau kelompok sesat, karena tidak
mengakui khataman nabiyin.
2.      Sementara orang ahmadiyah mengakunya: Kami mengakui Muhammad SAW
adalah khataman nabiyin, yaitu tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW.

Mengapa tidak mau sadar bahwa musuh Islam tidak nyenyak tidurnya alias tidak
senang kalau Islam itu damai sesamanya padahal:

Islam Sunni (mostly di Asia Tenggara adalah Sunni ber-mazhab Syafe'i)
tuhanya adalah yang maha esa yaitu Allah, rasulnya Muhammad SAW.

Ahmadiyah juga tuhan yang esa Allah dan rasulnya Muhammad SAW. Tapi
cerdiknya musuh Islam yang dicari yang dicongkel adalah PERBEDAAN (tapi
melupakan KESAMAAN). Dimana tujuan Al Huda Lil Muttaqiin dan methode IQRA'
yaitu Dengan Nama Tuhan Yang Pengasih Dan Penyayang dimana disembunyikan
Rahmatan Lil 'Alamiin. Semua pada membusungkan DADA seolah-olah sudah
memegang KUNCI SURGA, dengan lantang berkata "KALIAN KAFIR CALON PENGHUNI
NERAKA" makanya pelajari Islam Dengan Methode Yang Benar, Yang Islami Adalah
Instropeksi Bukan Agressi.

Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

=====================================================

KHATAMAN NABIYIN, LA NABIYA BA'DAHU, lanjutan4.

Sub-Titel: Methode IQRA' (tentu bukan methode iqra' cara cepat belajar
membaca tulisan arab al-qur'an).

IQRA' BACALAH, 

Umur Berapakah Muhammad SAW Pada Saat Wahyu Diturunkan? Yaitu Sekitar 40
Tahun.

IQRA' BACALAH, Bacalah Dengan Nama Tuhan Dst. Dst. Dst.

 

Setiap memulai pekerjaan apapun selalu kita mulai dengan membaca : Dengan
Nama Tuhan Yang Pengasih Dan Penyayang. Dengan berbuat demikian diharapkan
NUANSA atau AURA KASIH dan SAYANG selalu mendahului apapun pekerjaan yang
bakal kita lakukan, makanya Adhienul Islam itu penuh dengan KASIH dan SAYANG
sehingga terciptalah KEDAMAIAN dimana Islam berada, karena salah satu arti
dari Islam maknanya adalah DAMAI.

Nah sekarang perlu dipertanyakan, apakah sudah tercapai tujuan Adhienul
Islam sewaktu Adhienul Islam tersebut di-SEMPURNA-kan ketika rasulullah
Muhammad SAW sebagai nabi terkhir?

Nah sekarang perlu dipertanyakan, apakah sudah tercapai tujuan Adhienul
Islam sewaktu Adhienul Islam tersebut di-SEMPURNA-kan ketika rasulullah
Muhammad SAW sebagai Khataman Nabiyin?

Seandainya ada golongan atau kelompok yang bisa menciptakan KEDAMAIAN
bukankah MEREKA atau KAMI atau KITA atau KAMU atau KITA-KITA INI SEMUA yang
boleh menyandang ummat Khataman Nabiyin seperti termakna dari Adhienul Islam
yaitu Agama yang penuh dengan KEDAMAIAN sesuai dengan cita-cita rasulullah
diturunkan ke Bumi Allah ini.

 

Contoh kasus (maaf ini hanya contoh bukan ingin mempopulerkan atau ingin
membela ahmadiyah)

Khataman Nabiyin vs. Ahmadiyah:

3.      Ahmadiyah dikatakan golongan atau kelompok sesat, karena tidak
mengakui khataman nabiyin.
4.      Sementara orang ahmadiyah mengakunya: Kami mengakui Muhammad SAW
adalah khataman nabiyin, yaitu tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW.

Kedua bullet diatas jadi kontradiksi tidak matching terdapat discrepancy,
kalau demikian mana yang benar? Dimanakah kalimat Dengan Nama Tuhan Yang
Pengasih Dan Penyayang kalau sesama mengaku bertuhan esa yaitu Allah dan
rasulullah Muhammad SAW adalah khataman nabiyin, tapi tidak bisa berdamai
padahal Adhienul Islam diturunkan untuk terciptanya kedamaian di bumi Allah
ini, kalau begitu dimana root causenya, apakah perlu diadakan RCFA* atau RA*
?

Ada pula yang nyelutuk, tunggu dulu, itu Mirza Ghulam Ahmad (MGA) adalah
nabinya orang Ahmadiyah, kalau ahmadiyah mengakui khataman nabiyin mengapa
mereka mengaku MGA sebagai nabinya ahmadiyah. Nah kalau begini masalah
menjadi bertambah RUMIT. Makanya judul diatas adalah IQRA' dan IQRA' Baca
dan bacalah. Subhanallah, marilah dibaca QS. Maryam disana insya Allah akan
tersedia jawabanya, jika al-Qur'an itu digunakan sebagai petunjuk bagi orang
Muttaqin. Agar bisa al-qur'an menjelma sebagai HIDAYAH, tidak cukup hanya
ber-modal-kan Islam saja, tapi harus Al Huda Lil Muttaqin.

 

Insya Allah bersambung, salam kompak selalu.

Legend *RCFA=Root Cause Failure Analysis dan RA=Risk Assessment.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke