Ber-Kifayah dan Hindari Ghibah
Sebelumnya baiklah diketahui dulu konsep dari fardhu/ kewajiban KIFAYAH dan konsep dari GHIBAH. Kita mulai dulu dari GHIBAH saya copas-kan posting email dari ibu Harti tentang GHIBAH: Seorang sahabat bertanya kepada Rasul SA: "ya Rasul, apakah GHIBAH itu?" Jawab Rasul SAW: "kalian membicarakan seseorang yang orang tsb tidak senang kalian membicarakannya" Sahabat: "bagaimana kalau kenyataannya memang benar demikian?" Rasul SAW: "itulah GHIBAH. Jika membicarakan sesuatu yang tidak menyenangkan dan bukan berdasar kenyataan, itu namanya FITNAH" Sekarang bagiamana pula dengan KIFAYAH atau FARDHU KIFAYAH atau KEWAJIBAN KIFAYAH? Kifayah adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh KELOMPOK, jika tidak dilaksanakan maka berdosalah KELOMPOK tersebut, tapi bila telah dilaksanakan walau dalam pelaksanaan hanya dilakukan oleh SATU orang maka terhindarlah kewajiban kelompok tersebut. Dalam perkataan lain, KEWAJIBAN KELOMPOK, TAPI BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG per ORANG. Contoh yang populer adalah me-MAKAM-kan orang mati. Kalau tidak ada satu orangpun yang memakamkan orang yang mati pada suatu komunity, maka ber-DOSA-lah semua orang kampung tersebut, tapi sebaliknya jika sudah ada yang mewakili untuk memakamkan orang mati tersebut, maka selamatlah kelompok itu dari kewajiban fardhu kifayah. Maka memakamkan orang mati adalah termasuk fardhu KIFAYAH. Tapi fardhu kifayah tidak hanya sebatas itu, tapi yang populer menyelesaikan orang mati untuk dikuburkan adalah fardhu KIFAYAH, tetapi ada lagi yang sangat penting dalam hal fardhu KIFAYAH yaitu Mencegah Perbuatan Munkar, atau lebih Populer Lagi Adalah Mengingatkan Jangan Sampai Kesalahan Sampai Ber-Cucu Alias Berlanjut Sehingga Tidak Ada Yang Berani Menegur Dan Tidak Berani Mengatakan Yang Benar Adalah Benar Alias Katakanlah Yang Benar Walaupun Pahit. Untuk sebagai LESSON LEARNT al-Qur'an dan al-Hadits dengan jelas dan gamblang mengatakan FIR'AUN telah dusta dan durhaka dan celakalah kedua tangan ABU LAHAB dan bagaimana cerita Tsa'labah. Disitu sangat jelas kita dimintakan dengan jelas apa KESALAHAN yang telah terjadi sehingga tidak akan ter-ulang lagi. Jadi kalau kita katakan bahwa ORBA telah melakukan KESALAHAN BESAR itu adalah ber-KIFAYAH sehingga kalau kita sebut sekalipun nama ORBA-1 juga tidak bisa dikatakan kita meng-ungkit-ungkit kesalahan orang yang telah MATI atau jika orang tersebut masih hidup HALAL kalau kita ungkitkan kesalahanya. Tapi ingat ada lesson learnt yang akan diangkat, sehingga KESALAHAN tersebut tidak ber-anak ber-cucu karena tidak ada yang berani mengatakan YANG BENAR ADALAH BENAR. Tapi sangat jauh ber-beda dengan GHIBAH. Insya Allah bersambung, salam cool selalu. Alkhori M Alkhor Community Qatar
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
