Ber-Kifayah dan Hindari Ghibah, lanjutan 2,

 

Sewaktu penulis masih magang di Plaju, waktu itu penulis dan rekan-rekan
di-pondok-an di Diklat Pertamnina Plaju hampir 2 tahun, apa yang penulis
rasakan antara orang yang tinggal di kompleks Pertamina dengan orang kampung
disekitar itu macam kucing dengan tikus saja layaknya. Pernah mungkin ada
kesalahan kecil yang dilakukan rekan-rekan, mereka menyerbu kedalam mencari
kawan tersebut dan melihat hal tersebut rekan-rekan pada lari. Entah kenapa
saya yang berwajah bodoh ini, malahan tidak diapa-apain dikirain saya adalah
juga orang kampung tersebut. Ini bukanlah ingin mengatakan mereka itu jahat,
tapi yang jelas memang hubungan orang-orang pertamina dgn orang kampung
tersebut tidak dibina dengan baik. Jangankan pertamina dgn orang kampung,
orang pertamina dgn pertamina sendiri juga tidak akur. Itu adalah antara
senior staf dan pekerja biasa alias white colar dan blue colar, mengapa
terjadi demikian itu tidak lain karena KESOMBONGAN dan KEANGKUHAN bersarang
di hati mereka. Tentu tidak semua begitu, mereka-mereka yang sudah
ber-pendidik-an dan sudah pernah bertugas keluar hubungan sesama karyawan
terbina sangat baik sekali, tapi yang serba tanggung ini memang CONGKAK. Dan
itu telah terjadi puluhan tahun, hingga beberapa tahun yang lalu saya pernah
kesana Plaju, TIDAK ADA PERUBAHAN YANG SIGNIFICANT DISANA, karena tidak ada
yang berani ber-KIFAYAH, bagaimana berani ber-KIFAYAH cari kerja SUSAH,
kalau membantah BOS bakalan tidak naik golongan bisa-bisa di-PECAT. Yang
hidup dalam kompleks Pertamina AIR BERSIH melimpah, tapi tidak lebih 10
meter diluar PAGAR, orang kampung masih men-CUCI pakai Air Paret?

 

Bagaimanakah dilingkungan ANDA-ANDA apakah kejadian yang SAMA akan
di-BIAR-kan, jangan biarkan keMUNKARAN berlanjut, mari ber-KIFAYAH, negara
sudah hampir 65 tahun merdeka, jangan biarkan keDZALIMAN terjadi didepan
MATA anda.

 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

==============================

Ber-Kifayah dan Hindari Ghibah

Sebelumnya baiklah diketahui dulu konsep dari fardhu/ kewajiban KIFAYAH dan
konsep dari GHIBAH. Kita mulai dulu dari GHIBAH saya copas-kan posting email
dari ibu Harti tentang GHIBAH: 

Seorang sahabat bertanya kepada Rasul SA:  "ya Rasul, apakah GHIBAH itu?"
Jawab Rasul SAW:  "kalian membicarakan seseorang yang orang tsb tidak senang
kalian membicarakannya"
Sahabat: "bagaimana kalau kenyataannya memang benar demikian?"
Rasul SAW:  "itulah GHIBAH.  Jika membicarakan sesuatu yang tidak
menyenangkan dan bukan berdasar kenyataan, itu namanya FITNAH" 

Sekarang bagiamana pula dengan KIFAYAH atau FARDHU KIFAYAH atau KEWAJIBAN
KIFAYAH?

Kifayah adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh KELOMPOK, jika
tidak dilaksanakan maka berdosalah KELOMPOK tersebut, tapi bila telah
dilaksanakan walau dalam pelaksanaan hanya dilakukan oleh SATU orang maka
terhindarlah kewajiban kelompok tersebut. Dalam perkataan lain, KEWAJIBAN
KELOMPOK, TAPI BOLEH DILAKUKAN OLEH ORANG per ORANG. Contoh yang populer
adalah me-MAKAM-kan orang mati. Kalau tidak ada satu orangpun yang
memakamkan orang yang mati pada suatu komunity, maka ber-DOSA-lah semua
orang kampung tersebut, tapi sebaliknya jika sudah ada yang mewakili untuk
memakamkan orang mati tersebut, maka selamatlah kelompok itu dari kewajiban
fardhu kifayah. Maka memakamkan orang mati adalah termasuk fardhu KIFAYAH.

Tapi fardhu kifayah tidak hanya sebatas itu, tapi yang populer menyelesaikan
orang mati untuk dikuburkan adalah fardhu KIFAYAH, tetapi ada lagi yang
sangat penting dalam hal fardhu KIFAYAH yaitu Mencegah Perbuatan Munkar,
atau lebih Populer Lagi Adalah Mengingatkan Jangan Sampai Kesalahan Sampai
Ber-Cucu Alias Berlanjut Sehingga Tidak Ada Yang Berani Menegur Dan Tidak
Berani Mengatakan Yang Benar Adalah Benar Alias Katakanlah Yang Benar
Walaupun Pahit.

Untuk sebagai LESSON LEARNT al-Qur'an dan al-Hadits dengan jelas dan
gamblang mengatakan FIR'AUN telah dusta dan durhaka dan celakalah kedua
tangan ABU LAHAB dan bagaimana cerita Tsa'labah. Disitu sangat jelas kita
dimintakan dengan jelas apa KESALAHAN yang telah terjadi sehingga tidak akan
ter-ulang lagi. Jadi kalau kita katakan bahwa ORBA telah melakukan KESALAHAN
BESAR itu adalah ber-KIFAYAH sehingga kalau kita sebut sekalipun nama ORBA-1
juga tidak bisa dikatakan kita meng-ungkit-ungkit kesalahan orang yang telah
MATI atau jika orang tersebut masih hidup HALAL kalau kita ungkitkan
kesalahanya. Tapi ingat ada lesson learnt yang akan diangkat, sehingga
KESALAHAN tersebut tidak ber-anak ber-cucu karena tidak ada yang berani
mengatakan YANG BENAR ADALAH BENAR. Tapi sangat jauh ber-beda dengan GHIBAH.
Insya Allah bersambung, salam cool selalu. 

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke