assalaamu alaikum warahmatullah
hmmmm, jadi ingat paham komunis di indonesia, komunis di mata orang indonesia itu juga bukan semata2 paham yang berbasis atheis, tapi lebih ke arah bagaimana pencapaian pemerataan. bahkan ada komunis yang rajin sholat, naik haji dll, tapi getol dengan berbagi pemerataan penghasilan dll. mungkin ahmadiyah juga begitu, kalau wwcr dengan personal ya tergantung persepsi personal masing2 orang terhadap kefahaman dia pada ahmadiyah yang dipengaruhi oleh latar belakang. didukung pula oleh bagaimana pendakwah ahmadiyah menggiring pelan2 kepada aliran ini setahap demi setahap. kemarin juga sempat berdialog, sholat adalah doa tapi tidak semua doa adalah sholat. mouse adalah tikus tapi mouse dalam komputer juga sudah bermakna beda. rasul adalah utusan, tapi rasulullah bukan hanya berarti utusan allah, tetapi sudah mengacu kepada nabi muhammad. mau utak atik pakai bahasa ? ya silahkan dijamin pusing sendiri. wassalaamu alaikum warahmatullah Mawan mawan sugiyantobogor, indonesia www.maoneid.indoinvestor.com --- On Mon, 5/4/09, syarif hidayat <[email protected]> wrote: > From: syarif hidayat <[email protected]> > Subject: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya Ba'dahu, > To: [email protected] > Date: Monday, May 4, 2009, 7:09 PM > > > > > > > > > > > > > > > Mas (BS, HS & > DGD), > > Saya rangkap > jawabanya: > 1. > Bukan > negative thd Fuqaha alias > org Fiqih (Fiqih itu adalah pondasi-nya setiap masalah > harus dirujuk ke Fiqih) > tapi lebih kepada (karena persoalanya sedikit kompleks > alias tidak sederhana) > makanya tidak bisa persoalan Ahmadiyah diselesaikan dengan > hanya memakai Fiqih > (Fiqih itu adalah PEMAHAMAN, > jadi tidak bisa > digunakan Pemahaman yang sederhana tentang > Ahmadiyah). > Nanti akan dilanjutkan. > > ??? Kalau memang sederhana kenapa > dibikin rumit? > saja-saja ada... > > 2. > Bukan > dilarang, tapi lebih > kepada, setelah dibaca ttg Ahmadiyah dari sumber Ahmadiyah > baru boleh memberikan > komentar. Ahmadiyah dikatakan kafir karena mengaku ada nabi > setelah Muhammad > SAW, sementara Ahmadiyah > tidak pernah (never ever > mengaku mempunyai nabi baru dan mereka sangat menjunjung > tinggi syari’ah > Islam, nah inikan jadi membingungkan dan > tidak matching, > salah-salah jadi pokrol bambu) makanya saya tuliskan > masalah Khataman Nubuat vs. > Ahmadiyah akan di IQRA’ sesuai al-qur’an surat Maryam, > nanti akan > dilanjutkan. > > Ah masa... apa benar,... apa > iya.... apa benar Ahmady > tidak mengaku mempunyai nabi baru??? Saya sempat punya > kenalan Ahmadi loh,.. > katanya nabinya MGA. Masih katanya juga orang Islam kalau > gak mengakui MGA, > katanya tidak diterima di syurga > katanya,... > Hi,,,hi...hi... bikin BT > ajah.. > > 3. > Soal > bias kalau Syi’ah, Sunni > & Ahmadiyah kalau ditanyakan pada sumber masing-masing > itulah adanya dan > gunanya Pondasi Islam yang selalu diingatkan yaitu > syari’ah islam yaitu > berdasarkan, (Al-qur’an, Al-Hadits, Ijma’ dan Qiyas > QHIQ). Makanya setiap > pendapat tersebut ditimbang alias di-cross check dengan > QHIQ > Salam kompak > selalu. > > > > > > ----- Original Message > ----- > From: > Alkhori > M > To: [email protected] > > Sent: Monday, May > 04, 2009 11:02 AM > Subject: Re: > [is-lam] Khataman Nabiyin, > La Nabiya Ba'dahu, lanjutan3 > > > > Mas (BS, HS & > DGD), > > Saya rangkap > jawabanya: > 1. > Bukan > negative thd > Fuqaha alias org Fiqih (Fiqih itu adalah pondasi-nya > setiap masalah harus > dirujuk ke Fiqih) tapi lebih kepada (karena persoalanya > sedikit kompleks alias > tidak sederhana) makanya tidak bisa persoalan Ahmadiyah > diselesaikan dengan > hanya memakai Fiqih (Fiqih itu adalah PEMAHAMAN, jadi > tidak bisa digunakan > Pemahaman yang sederhana tentang Ahmadiyah). Nanti akan > dilanjutkan. > 2. > Bukan > dilarang, > tapi lebih kepada, setelah dibaca ttg Ahmadiyah dari > sumber Ahmadiyah baru > boleh memberikan komentar. Ahmadiyah dikatakan kafir > karena mengaku ada nabi > setelah Muhammad SAW, sementara Ahmadiyah tidak pernah > (never ever mengaku > mempunyai nabi baru dan mereka sangat menjunjung tinggi > syari’ah Islam, nah > inikan jadi membingungkan dan tidak matching, salah-salah > jadi pokrol bambu) > makanya saya tuliskan masalah Khataman Nubuat vs. > Ahmadiyah akan di IQRA’ > sesuai al-qur’an surat Maryam, nanti akan > dilanjutkan. > 3. > Soal > bias kalau > Syi’ah, Sunni & Ahmadiyah kalau ditanyakan pada > sumber masing-masing > itulah adanya dan gunanya Pondasi Islam yang selalu > diingatkan yaitu syari’ah > islam yaitu berdasarkan, (Al-qur’an, Al-Hadits, Ijma’ > dan Qiyas QHIQ). Makanya > setiap pendapat tersebut ditimbang alias di-cross check > dengan > QHIQ > Salam kompak > selalu. > > Alkhori M > Alkhor Community > > Qatar > -----Original Message----- > From: > [email protected] > [mailto:[email protected]] On > Behalf Of Dewa Gede Permana > Sent: Monday, May 04, 2009 5:05 AM > To: > [email protected] > Subject: Re: [is-lam] Khataman Nabiyin, La Nabiya > Ba'dahu, lanjutan3 > > Saya personally akur dengan sikap > yg dinyatakan Mas > Harry. Pada > akhirnya yg membenarkan ataupun > yang meng-kelirukan > adalah diri > sendiri saja, bukan menunjuk si > ini atau si itu lagi. > Kita lahir > sendiri-sendiri dan pulang juga > sendiri-sendiri. > Sementara orang-orang > lain, entah itu saudara, para > ulama, bahkan orang2 yg > mungkin berbeda > jalan.... mereka adalah > teman-teman dalam perjalanan > juga, dimana > pengalaman2 hidup mereka adalah > bisa menjadi bahan > peringatan bagi > perjalanan diri > saya. > > :) > salam hangat > > 2009/5/4 Harry Sufehmi > <[email protected]>: > >> 3. Demikian > pula, jika ingin > tahu seluk beluk Ahmadiyah tanyakan > pada > >> ulama > Ahmadiyah > > > > Bisa tersesat betulan..... > karena pasti > akan sangat bias pro aliran > > mereka > sendiri. > > > > Bertanya kepada ulama mereka > tidak apa, tapi > harus di crosscheck lagi > > dengan Quran & Hadits; > dan ulama yang paham > soal ini. > > Jangan ditelan mentah2 begitu > > saja. > > > > Hal yang sama dengan ulama > yang mana saja - > bahkan kepada ulama Sunni > > sekalipun; kalau ada yang > aneh, saya akan > crosscheck lagi dengan > > ulama2 lainnya dan Quran > serta > hadits. > > > > Jika umat Islam selalu > kritis, tidak melulu > menerima begitu saja > > ucapan dari orang lain, > insyaAllah maka akan > sangat sulit untuk > > menyesatkan > mereka. > > > > > > > > Salam, HS > > > > > _______________________________________________ > > Is-lam mailing > list > [email protected] > > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > > > _______________________________________________ > Is-lam mailing > list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > > > -----Inline Attachment Follows----- > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://milis.isnet.org/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
