urusan politik itu adlh urusan pengaruh-mempengaruhi ssorg thd yg lain agar jalan pikirannya salah satu dr mereka dpt diterima yg lain, termasuk golput itu sendiri. kalo ditilik dari sifat2-nya golput & pro-pemilihan memiliki karakter sama: antara yg sejati & yg pengecut.
GOLPUT: golput yg sejati itu mereka yg tidak perlu byk bicara, shg antara mereka juga thd pro-pemilihan tak ada yg tahu, gak peduli, gak mau ambil pusing alasan apa mereka bergolput ria. diamnya mereka ini, gambaran sifat konsisten karena dgn tidak byk omong, org tidak akan tahu dan tak ada org yg terprovokasi utk golput. sedang, golput yg byk omong dgn mengurai berbagai alasan2 keputusasaan thd lingkungan, sekritis mungkin mereka inilah si pengecut itu. pengecutnya dimana? mereka ini cari kawanan utk turut golput tapi sejatinya kere, gak punya duit & nyali membuat wadah. pintar berteori, tak pintar berpraktis. mempengaruhi org yg pro-pemilihan tapi tak mau menampung. PRO-PEMILIHAN: kepengecutan pro-pemilihan itu lbh pd pelaku politik itu sendiri. terutama membuat janji2 utk dpt menang, ketika memang melupakannya. sdgkan pro-pemilih yg memilih dgn pertimbangan paling sederhana saja, mereka ini sedikitnya punya jiwa husnudzon & berharapan baik selalu. setidaknya bertawakal. yg paling ideal pro-pemilihan yg terjun ke medan, mendukung misi & visi partai sebisa mungkin. --- tahulah sekarang, masing2 individu punya bawaan mental sendiri2 dari yg pengecut sangat pengecutnya, hingga ideal. coba, evaluasi ada dimana diri ini? bgmanapun hasil & jalannya pemilihan, baik/buruk akibatnya semua dipaksa menghadapinya, semua akan ditanyai. salam, Fahru ________________________________ From: Bango Samparan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Tuesday, June 30, 2009 11:10:40 AM Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 06.20/05.00] RE: JWB:Re:[***SPAM*** Score/Req: 08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBeriman dan Saleh - Re: Muslim yang BaikJelasIdentitasnya Ha ... ha, kasian Anda lho mas Yandi, membedakan antara 'berbuat' dan 'tidak berbuat' saja kagak ngerti. 1. Yandi memilih, habis itu ya kembali ke pekerjaan sehari-hari. 2. Bango Sambaran tidak memilih, habis itu ya kembali ke pekerjaan sehari-hari. 3. Mbok sayur memilih, habis itu jualan sayur lagi. 4. Abang becak memilih, habis itu narik becak lagi. 5. Someone choose, then he or she will back to his or her daily activities. Nah, siapa yang sedang nganggur-nganggur saja mas? BTW, semua perbuatan kita itu ya mengandung kemungkinan 'memakmurkan' atau 'tidak memakmurkan' negeri. Demikian pula, perbuatan kita itu mengandung kemungkinan bernilai 'ibadah' dan 'sia-sia'. Jadi jangan main klaim dong, apalagi kalau hanya berdasar "pokoke ..." Kasian juga Anda, mas Yandi, nggak bisa membedakan antara 'realitas' dan 'khayalan'. Lawong kita, sama-sama menghadapi alternatif SBY-Boediono, Yusuf Kalla-Wiranto, dan Mega-Prabowo, kok saya dibilang berkhayal. Menghadapi pilihan ini, saya hanya belum bisa memilih, lalu golput saja, kok dibilang macam-macam. Sementara Anda, pokoke merasa harus milih di antara salah satunya. Itu saja tho bedanya=)) Tuh Boediono pernah lho mengajar Ekonomi Industri, tema besarnya structure, conduct and performance. Sayang, beliau sering lupa sendiri dengan isi matakuliahnya, beliau sering bingung membaca structure negara kita. He ... he, makanya saya masih belum bisa memilih. Yang layak jadi presiden menurut saya, barangkali malah Anda lho mas Yandi, saya seneng dengan optimisme Anda tentang kemakmuran itu=)) Milih berarti berbuat, berbuat berarti memakmurkan negeri ini. LANJUTKAN .... Salam hangat B. Samparan --- On Tue, 6/30/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]> wrote: >From: Yandi Dwiputra F <[email protected]> >Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 06.20/05.00] RE: >JWB:Re:[***SPAM*** Score/Req: 08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBeriman dan Saleh >- Re: Muslim yang BaikJelasIdentitasnya >To: [email protected] >Date: Tuesday, June 30, 2009, 7:27 AM > > >yah >piye to kang.....yang milih aja dibilang belum berbuat apalagi yang >golput....ayak ayak wae sampeyan....hehehe > >jadi >pengen tau nih siapa sih sebenarnya yang ada dalam dunia khayal sampeyan yang >layak jadi pemimpin dinegeri ini....heuhuehue..... >-----Original Message----- >>From: >> [email protected] >> [mailto:[email protected]]on Behalf Of Bango >> Samparan >>Sent: Monday, June 29, 2009 4:57 PM >>To: >> [email protected] >>Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** >> Score/Req: 06.20/05.00] RE: JWB:Re:[***SPAM*** Score/Req: >> 08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBeriman dan Saleh - Re: Muslim yang >> BaikJelasIdentitasnya >> >> >>Memang untuk mengevaluasi siapa yang illusionist itu >> tidak mudah kok mas, apalagi kalau orang sudah terilusi:-) >> >>Tuh >> lihat tipikalnya. Merasa kalau sudah memilih itu sudah berbuat, dan >> perbuatan itu pasti bermuara pada Indonesia akan makmur. Tapi, karena >> merasa tidak terilusi, lalu secara heroik menyatakan, yang tidak >> memilih >> itu berarti tidak berbuat, dan berarti tidak ikutan memakmurkan >> Indonesia. >> >>Di akhirat nanti mas, banyak orang lho mas yang nyesel >> karena telah berbuat ini itu:-) Lalu antara pemimpin dan pengikut >> saling >> tuduh siapa yang salah:-) >> >> >> >> >-----Inline Attachment Follows----- > > >_______________________________________________ >Is-lam mailing list >[email protected] >http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam >
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
