hehehe...teruskan saja mas berkhayalnya tentang negeri ini, nanti juga lama2 negeri ini berubah sendiri, yah paling tidak dalam khayalan mas bango.....:-)) bwehehehe ternyata ada benarnya kalo anda golput daripada nanti malah salah pilih.....:)))
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf Of Bango Samparan Sent: Tuesday, June 30, 2009 12:48 PM To: [email protected] Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 06.20/05.00]RE:JWB:Re:[***SPAM***Score/Req:08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBeriman dan Saleh -Re: Muslimyang BaikJelasIdentitasnya Uhuk ... uhuk, maaf lho mas, karena saya memang tidak pernah berkhayal kalau memilih itu berarti berbuat, dan berbuat seperti itu berarti memakmurkan negeri, saya harus membuat njenengan patah hati, sehingga anda berkhayal lagi bahwa saya telah gagal memenuhi permintaan mas untuk berkhayal=)) Mas Yandi, orang yang suka menyuruh orang lain untuk berkhayal tuh, biasanya karena dia adalah Jawara Berkhayal lho =)) Uhuk ... uhuk, dulu waktu rekan-rekan tarbiyah katanya bersungguh hati menawarkan kader-kadernya untuk masuk ke dunia politik, kami sungguh yakin, SDM yang kami tunggu-tunggu untuk memimpin negeri ini sudah atau setidaknya mulai definitif. Sayang, karena pendekatan yang terlalu pragmatif, kami harus kecewa kembali, dan undur diri dari memilih. Nah, mas Yandi, semoga paragraf di atas membuat mas Yandi tahu, bahwa mas Yandi selama ini telah terus berkhayal tentang saya. Lanjutkan. Lho, apanya? Golputnya no! Golput mendidik masyarakat untuk menghilangkan rasa takut untuk menentukan pilihan: memilih atau tidak memilih. Anda mau memilih monggo, tidak memilih monggo. Dalam timbangan akal, golput itu hanya PERBUATAN untuk tidak memilih. Bhua ... ha ... ha, kasian-kasian, gitu saja kok dibikin repot terus. Kurang kerjaan saja! Salam hangat B. Samparan
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
