Bhe we he, laiyo tho mengapa mas Yandi harus repot-repot ngurusi saya. Wong 
saya ya nggak repot ngurusi yang mau milih. Monggo mau milih atau tidak milih, 
semua itu mengandung konsekuensi dan pertanggungjawaban.

Saya ini pengajar ekonomi, sering diskusi dengan mahasiswa saya tentang kondisi 
negeri ini. Kadang-kadang saya juga malah mengajar Ekonomi Pembangunan dan 
Ekonomi Publik. Di kelas saya sering bilang sama mahasiswa saya, ilmu ekonomi 
kita tuh sangat bermanfaat untuk menjadi bekal bila kalian ingin jadi politisi 
yang baik, jadi kalau kalian memang ingin, setelah lulus salah satu lapangan 
kerja kalian adalah menjadi aktivis partai. Seorang mahasiswa saya, yang sangat 
apresiatif  berdiskusi dengan saya dan bahkan sikap golput saya, jadi calegnya 
Gerinda, dan terpilih. Ha ... ha, tapi dia ya jujur sama saya, nggak ada duit, 
nggak jalan lah pak.

Nah, saya kan jadi ketawa ngakak, kalau karena sikap golput saya, orang lalu 
menuduh saya tidak berbuat apa-apa untuk negeri ini.

Ha ... ha, lihat gaya-gaya pelecehan mas Yandi terhadap temen-temen yang 
golput, bahkan pada posting yang terakhir itu. 

Ha ... ha, kalau mau diskusi baik-baik, c'mon, go ahead, make my day. 
Setidaknya sebuah diskusi yang baik, justru akan mematangkan sikap kita dalam 
menentukan pilihan: memilih atau tidak memilih.

Anda mau menuduh golput yang jumlahnya kurang lebih 30% persen dari penduduk 
negeri ini sebagai tidak berbuat apa-apa? Silahkan ... silahkan ... moga-moga 
itu hanya khayalan Anda saja mas. Sebab, kalau itu keyakinan, saya sungguh 
kasihan bagaimana Anda akan mempertanggung-jawaban tuduhan itu di akhirat 
nanti. Itu kalau Anda, tidak menganggap akhirat itu hanya khayalan lho:-)

Salam hangat
B. Samparan

--- On Tue, 6/30/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]> wrote:

From: Yandi Dwiputra F <[email protected]>
Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 
06.20/05.00]RE:JWB:Re:[***SPAM***Score/Req:08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBeriman
 dan Saleh -Re: Muslimyang BaikJelasIdentitasnya
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 30, 2009, 1:19 PM



 


hehehe...teruskan saja mas berkhayalnya tentang negeri ini, nanti juga 
lama2 negeri ini berubah sendiri, yah paling tidak dalam khayalan mas 
bango.....:-)) bwehehehe
ternyata ada benarnya kalo anda golput daripada 
nanti malah salah pilih.....:)))

  -----Original Message-----
From: 
  [email protected] 
  [mailto:[email protected]]on Behalf Of Bango 
  Samparan
Sent: Tuesday, June 30, 2009 12:48 PM
To: 
  [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** 
  Score/Req: 
  
06.20/05.00]RE:JWB:Re:[***SPAM***Score/Req:08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBeriman
 
  dan Saleh -Re: Muslimyang BaikJelasIdentitasnya


  
    
    
      Uhuk ... uhuk, maaf lho mas, karena saya memang tidak 
        pernah berkhayal kalau memilih itu berarti berbuat, dan berbuat seperti 
        itu berarti memakmurkan negeri, saya harus membuat njenengan patah 
hati, 
        sehingga anda berkhayal lagi bahwa saya telah gagal memenuhi permintaan 
        mas untuk berkhayal=)) 

Mas Yandi, orang yang suka menyuruh orang 
        lain untuk berkhayal tuh, biasanya karena dia adalah Jawara Berkhayal 
        lho =))

Uhuk ... uhuk, dulu waktu rekan-rekan tarbiyah katanya 
        bersungguh hati menawarkan kader-kadernya untuk masuk ke dunia politik, 
        kami sungguh yakin, SDM yang kami tunggu-tunggu untuk memimpin negeri 
        ini sudah atau setidaknya mulai definitif. Sayang, karena pendekatan 
        yang terlalu pragmatif, kami harus kecewa kembali, dan undur diri dari 
        memilih.

Nah, mas Yandi, semoga paragraf di atas membuat mas 
        Yandi tahu, bahwa mas Yandi selama ini telah terus berkhayal tentang 
        saya.

Lanjutkan. Lho, apanya? Golputnya no! Golput mendidik 
        masyarakat untuk menghilangkan rasa takut untuk menentukan pilihan: 
        memilih atau tidak memilih. Anda mau memilih monggo, tidak memilih 
        monggo.

Dalam timbangan akal, golput itu hanya PERBUATAN untuk 
        tidak memilih. Bhua ... ha ... ha, kasian-kasian, gitu saja kok dibikin 
        repot terus. Kurang kerjaan saja!

Salam hangat
B. 
    Samparan

-----Inline Attachment Follows-----

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke