hehehe.......lagian sopo to mas sing ngurusi sampeyan.....saya kan cuma 
mengapresiasi postingan2 dari mas bango.....
masih ingetkan mas tulisan mas bango tentang sophist dan 
illusionist........saya cuma ingin memperjelas aja siapa yang sophist dan 
illusionist.....

-----Original Message-----
From: [email protected] 
[mailto:[email protected]]on Behalf Of Bango Samparan
Sent: Tuesday, June 30, 2009 2:05 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Is-lam] [***SPAM*** 
Score/Req:06.20/05.00]RE:JWB:Re:[***SPAM***Score/Req:08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBerimandan
 Saleh -Re: Muslimyang BaikJelasIdentitasnya


Bhe we he, laiyo tho mengapa mas Yandi harus repot-repot ngurusi saya. Wong 
saya ya nggak repot ngurusi yang mau milih. Monggo mau milih atau tidak milih, 
semua itu mengandung konsekuensi dan pertanggungjawaban.

Saya ini pengajar ekonomi, sering diskusi dengan mahasiswa saya tentang kondisi 
negeri ini. Kadang-kadang saya juga malah mengajar Ekonomi Pembangunan dan 
Ekonomi Publik. Di kelas saya sering bilang sama mahasiswa saya, ilmu ekonomi 
kita tuh sangat bermanfaat untuk menjadi bekal bila kalian ingin jadi politisi 
yang baik, jadi kalau kalian memang ingin, setelah lulus salah satu lapangan 
kerja kalian adalah menjadi aktivis partai. Seorang mahasiswa saya, yang sangat 
apresiatif  berdiskusi dengan saya dan bahkan sikap golput saya, jadi calegnya 
Gerinda, dan terpilih. Ha ... ha, tapi dia ya jujur sama saya, nggak ada duit, 
nggak jalan lah pak.

Nah, saya kan jadi ketawa ngakak, kalau karena sikap golput saya, orang lalu 
menuduh saya tidak berbuat apa-apa untuk negeri ini.

Ha ... ha, lihat gaya-gaya pelecehan mas Yandi terhadap temen-temen yang 
golput, bahkan pada posting yang terakhir itu. 

Ha ... ha, kalau mau diskusi baik-baik, c'mon, go ahead, make my day. 
Setidaknya sebuah diskusi yang baik, justru akan mematangkan sikap kita dalam 
menentukan pilihan: memilih atau tidak memilih.

Anda mau menuduh golput yang jumlahnya kurang lebih 30% persen dari penduduk 
negeri ini sebagai tidak berbuat apa-apa? Silahkan ... silahkan ... moga-moga 
itu hanya khayalan Anda saja mas. Sebab, kalau itu keyakinan, saya sungguh 
kasihan bagaimana Anda akan mempertanggung-jawaban tuduhan itu di akhirat 
nanti. Itu kalau Anda, tidak menganggap akhirat itu hanya khayalan lho:-)

Salam hangat
B. Samparan     


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke