Tapi yo jangan lupa lho, itu kan Ar Rahman dan Ar Rahiim-nya versi mas Dewa 
yang Gede:-)

Apakah demikian keadaannya. Wallahua'lam bish showab.

Salam hangat

B. Samparan

--- On Tue, 6/30/09, Syarif Hidayat <[email protected]> wrote:

From: Syarif Hidayat <[email protected]>
Subject: [Is-lam] 
***SPAM***Score/Req:06.20/05.00]RE:JWB:Re:[***SPAM***Score/Req:08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBerimandanSaleh
 -Re: Muslimyang BaikJelasIdentitasnya*****
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 30, 2009, 9:39 PM

Hmmmm,,,,
Sepertinya,.. saya telah telah berhasil... :)


----- Original Message ----- 
From: "Dewa Gede Permana" <[email protected]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, June 30, 2009 8:33 PM
Subject: Re: [Is-lam] 
***SPAM***Score/Req:06.20/05.00]RE:JWB:Re:[***SPAM***Score/Req:08.50/05.00]MemilihPemimpinyangBerimandanSaleh
 
 -Re: Muslimyang BaikJelasIdentitasnya*****


Nah sekarang, Allah kan gak berubah-ubah. Awal - Akhir tetap.
Yang disebut cinta sejati itu sesungguhnya adalah bersifat tetap, tak
ada syarat.
Contoh riil nya bisa kita tanya kepada ibunda kita masing-masing,
betapa cintanya beliau kepada anak-anaknya.
Tak perduli anak itu badung, nyusahin waktu lahiran, gedenya ndablek
dan trus lupa ortu, tapi tetap saja hati kecil seorang ibu menyayangi
anak-anaknya.
Nah, darimana datangnya rasa cinta, rasa kasih-sayang orangtua ini?
apakah itu rasa-rasa yg dibuat-buat oleh manusia ataukah semacam
refleks?

Kepada orangtua saja kita gak mampu bayar hutang cinta-kasih,
bagaimana terhadap Rahman-Rahiimnya Tuhan?
Yang diemban manusia adalah  menebarkan rasa cinta-kasih jenis seperti
ini kepada sesama, bagaikan seperti seorang ibu kepada anaknya,
sebagaimana seorang mukmin itu bersaudara.... kaki sakit, tangan pun
ikut merasakan... ini adalah pengibaratan rasa cinta.
Apakah akan melibatkan tindakan tegas berbentuk hukuman kah? why not.
Anak kalo susah di kasih tau ortu juga kadang menerapkan hukuman
kog.... tapi semua itu dasarnya adalah cinta, demi kebaikan anak itu
sendiri, bukan demi nafsu melampiaskan rasa dendam. Ini lah bedanya.


Andai cinta itu bisa berubah-ubah maka yakinlah bahwa itu sebetulnya
pekerjaan nafsu, bersifat labil, bersyarat, tdk ikhlas, musnah tak
berbekas..... dan disebutnya sebagai cinta duniawi, dan kalo ABG
bilang itu cinta monyet... :)


:)
salam hangat





      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke