Kang Nizami yang sedang gundah,

sabar kang....sabar.....saya tau kok hati akang sekarang sedang terluka.....
semua rezeki bersumber dari Allah.....Nikmati dan syukurilah rezeki yang telah 
diberikan Allah kepada kita.....begitu juga SBY bisa terpilih kembali ya karena 
seizin Allah kang.....so syukurilah kang atas pemberian Allah ini....Kalau kita 
bersyukur, insyaAllah kita akan diberikan nikmat yang berlipat oleh 
Allah....amien...

-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[email protected]]on Behalf Of A Nizami
Sent: Friday, July 10, 2009 7:50 AM
To: [email protected]
Subject: [Is-lam] Membela Orang Kafir Membunuh Muslim? Re: Bls: Fw:
PEMULUNGNAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA



Mungkin imannya kurang mas Bango.
Kalau orang Islam itu beriman bahwa Allah lah yang Maha Pemberi Rezeki. Jadi 
kita harus bersyukur kepada Allah.

Tapi kelompok ini tidak beriman seperti itu. Menurut mereka SBY yang pemberi 
rezeki....:) Padahal sebelum SBY lahir, rakyat Indonesia bisa hidup. Setelah 
SBY mati pun rakyat Indonesia akan tetap hidup. Kita bukan menumpang hidup pada 
SBY.

Padahal kalau dilihat, selama ini 90% kekayaan alam kita hasilnya dinikmati 
oleh orang asing/kafir. Mereka ini bukan mujahid/muslim. Tapi tak lebih dari 
pembela orang2 kafir....

Padahal dalam Al Qur'an, ummat Islam itu keras terhadap orang kafir dan lemah 
lembut terhadap sesama.

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari 
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai 
mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang 
yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad 
dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. 
Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan 
Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." [Al Maa'idah:54]
 
Namun mereka dengan suka rela turut membantu agar perusahaan2 AS bisa menguasai 
kekayaan alam Indonesia sehingga anggaran militer AS bisa mencapai US$ 655 
milyar/tahun (Rp 6550 trilyun/tahun) dan membantai ummat Islam di Iraq dan 
Afghanistan. Saat ini 13 Muslim di Afghanistan tewas setiap hari dibantai 
pasukan AS dan sekutunya. Tentu orang2 yang menyumbang AS dengan kekayaan alam 
Indonesia turut berdosa.


http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/

Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin

Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 
150 orang tewas di tahun 2008-2009?

Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk?

Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)?

Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal 
dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin?

Kenapa pelayanan kesehatan umum di Indonesia sangat mahal dan tidak terjangkau?

Kenapa korupsi merajalela di Indonesia?

Kenapa rel kereta api dan kabel telpon dicuri?

Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula perampokan yang tak jarang 
menimbulkan korban jiwa?

Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp 1.200 trilyun di 
tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009?

Kenapa Indonesia selalu bergantung pada Investor Asing dan jika tak ada 
Investor Asing datang maka pembangunan tidak berjalan?

Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena Indonesia tidak punya cukup 
uang.

Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sebagian dari 
mereka terpaksa mencuri, menculik, merampok dan sebagainya untuk mendapatkan 
uang. Seorang anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah saya 
ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja susah. Jadi merampok guna 
mendapatkan uang”

Pemerintah tidak bisa membeli pesawat dan helikopter baru untuk menggantikan 
pesawat dan helikopter lama yang umurnya sudah 30 tahun lebih. Pemerintah hanya 
bisa memberi bantuan Rp 100 ribu/bulan untuk kurang dari 40 juta rakyat 
Indonesia. Itu pun BLT tidak bisa berjalan rutin setiap bulan. Pemerintah tidak 
bisa membiayai penuh pendidikan dan kesehatan sehingga mayoritas rakyat 
Indonesia meski tergolong miskin versi Bank Dunia harus membayar mahal untuk 
pendidikan dan kesehatan.

Dengan mahalnya biaya pendidikan di SMU dan Perguruan Tinggi Negeri, maka jika 
zaman ORBA mayoritas rakyat lulusan SMA, maka dalam 5-10 tahun mendatang jika 
kebijakan Ekonomi tidak berubah rata-rata pendidikan hanya lulus SMP saja.

Karena pemerintah tidak punya cukup uang, maka terpaksa harus berhutang dan 
menggantungkan pada datangnya Investor Asing. Jika tidak, pembangunan tidak 
akan jalan. Menurut penganut paham Ekonomi Neoliberalisme tanpa hutang tidak 
mungkin ada pembangunan. Padahal kalau hutang sudah membukit dan si peminjam 
sampai mendikte bangsa Indonesia untuk menyerahkan kekayaan alam dan menjual 
BUMN yang dimiliki serta menaikkan berbagai harga yang menyengsarakan rakyat, 
itu sudah tidak sehat lagi.

Hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dari GNP jelas sudah sangat besar 
dibanding Singapura yang hanya 14%, Arab Saudi 11%, Iran 8%, atau bahkan Malta 
yang 0%! Jangan “Besar Pasak daripada Tiang!” begitu kata-kata yang bijak dari 
nenek moyang kita.

Korupsi merajalela di negara kita karena gaji pejabat dan pegawai negeri di 
Indonesia sangat kecil. Menurut seorang staf Bappenas, GAJI POKOK pejabat 
tertinggi hanya Rp 3 juta. Padahal di AS, gaji pengantar Pizza saja yang 
menurut ukuran sana miskin, mencapai Rp 14 juta. Itu pun belum termasuk Tips!

Gaji Presiden Indonesia kurang dari Rp 70 juta/bulan. Kekayaan Presiden SBY 
“hanya” RP 8,5 milyar! Padahal gaji CEO Chevron (satu perusahaan migas asing 
yang beroperasi di Indonesia) mencapai US$ 7,8 juta/tahun atau Rp 7,1 
milyar/bulan. Artinya dalam 30 tahun masa kerja, CEO perusahaan migas asing ini 
pendapatannya mencapai  Rp 2,5 trilyun! Itu baru satu orang. Kalau Direksi ada 
5 orang dan komisaris ada 5 orang, semuanya bisa mendapat Rp 12 trilyun. 
Darimana uang untuk menggaji mereka sebesar itu? Di antaranya ya dari minyak 
dan gas Indonesia!

Coba anda bayangkan, jika Dirut perusahaan migas asing total gajinya mencapai 
Rp 2,5 trilyun, sementara Dirut BUMN Pertamina hanya Rp 100 juta/bulan atau Rp 
36 milyar, mana yang lebih banyak mengambil uang dari kekayaan alam Indonesia? 
Tentu Dirut perusahaan asing bukan? Bahkan seandainya Dirut BUMN itu korupsi Rp 
1 trilyun pun tetap saja lebih banyak uang yang diambil Dirut perusahaan asing 
dari bumi Indonesia dengan gaji raksasanya yang “legal.”

Silahkan lihat Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500:

http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue

1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO, Rex W. Tillerson, 
$4.12M/tahun

3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen van der Veer, 
€7,509,244

4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji CEO, Tony Hayward, 
$4.73M

6. Total S.A., pendapatan $217.6

7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO, David J. O’Reilly, 
$7.82M

8. Saudi Aramco (BUMN Saudi), pendapatan $197.9 billion/tahun

10.. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji CEO, James Mulva, 
$6.88M

Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang 
juga beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar 
atau sekitar 17 ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam 
Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya 
mencapai Rp 1.037 Trilyun.

Dari data di atas, cukup aneh jika Indonesia yang katanya untuk Migas dapat 85% 
(kalau Pertambangan lain Indonesia memang cuma dapat 15%) dan asing cuma 15% 
ternyata dapat tidak lebih dari Rp 350 trilyun/tahun dari Migas sementara 6 
perusahaan migas tersebut yang “cuma” dapat 15% bisa mendapat Rp 17.000 
Trilyun! Atau 5.600% lebih! Menurut nalar saya itu tidak masuk di akal.

Itu belum dari berbagai perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb 
yang menguasai emas, perak, tembaga, nikel, dsb di Indonesia. Bisa jadi total 
penerimaan mereka sekitar Rp 30 Ribu Trilyun/tahun.

Ada yang menyebut bahwa selain yang 15% itu, pihak asing juga mengklaim “Cost 
Recovery” untuk eksplorasi migas dan juga operasional sehingga besarnya bisa 
mencapai 30-40%. Selain itu besar migas yang diproduksi juga tidak jelas. Amien 
Rais berkata, “Jika dari perusahaan migas langsung gasnya disalurkan melalui 
pipa ke Singapura, bagaimana kita tahu berapa gas yang sebenarnya diproduksi?”

Perbedaan signifikan besarnya angka pendapatan yang diperoleh 6 perusahaan 
Migas dengan minimnya pendapatan yang diperoleh bangsa Indonesia harusnya 
menjadi satu indikasi yang harus diinvestigasi.

Arab Saudi cukup cerdas menasionalisasi perusahaan Aramco tahun 1974, Chavez 
presiden Venezuela juga menasionalisasi perusahaan migas di sana sehingga 
Venezuela yang merupakan negara penghutang terbesar, sekarang rasio hutangnya 
hanya kurang dari 40% total GDPnya. Di bawah Indonesia yang rasio hutangnya 
sudah mencapai 68% dari GDP dan terus bertambah sekitar Rp 100 trilyun/tahun. 
Kuwait dan Qatar juga mengandalkan BUMN mereka untuk mengelola kekayaan alamnya 
sehingga tidak bocor ke asing.

Akibatnya negara mereka makmur. Ketika saya tinggal di Arab Saudi selama 6 
bulan di rumah satu warga negaranya, di sana bukan cuma bensin lebih murah, 
tapi sekolah, listrik, rumah sakit gratis. Bahkan di sana kalau kuliah diberi 
uang saku.

Negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi, 
Qatar, Kuwait, dsb itu tidak pernah menyerahkan kekayaan alam mereka ke asing. 
Mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka. Qatar dan Kuwat meski SDMnya 
sedikit, mereka tetap buat BUMN sendiri. Tenaga ahli mereka cari dari luar 
negeri termasuk dari Indonesia. Coba lihat Kompas Sabtu-Minggu di kolom 
lowongan kerja, banyak iklan lowongan kerja dari BUMN Qatar, Kuwait, dsb yang 
mencari ahli migas dari Indonesia. Dan memang SDM Migas Indonesia cukup ahli 
dan melimpah karena sebagian besar pekerja di perusahaan migas asing di 
Indonesia juga merupakan putra-putri Indonesia

Selama kekayaan alam Indonesia masih dinikmati oleh asing, Indonesia tidak akan 
pernah bebas dari kemiskinan.

Tidak ada satu bangsa pun yang maju dan sejahtera yang menyerahkan kekayaan 
alamnya ke pihak asing. Jika kita lihat negara-negara yang maju/makmur seperti 
AS, Inggris, Perancis, Jerman, Swis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Venezuela, dan 
sebagainya, mereka tidak mau menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. 
Harusnya ekonom Indonesia berjuang agar Indonesia bisa mandiri. Bisa berdikari.

Bukan justru membujuk rakyat/pemerintah agar Indonesia tidak mandiri dan 
bergantung kepada perusahaan2 asing yang ternyata justru memperkaya perusahaan 
dan direksi mereka sendiri

Oleh karena itu, dari Rp 30 Ribu Trilyun/tahun yang didapat 
perusahaan-perusahaan asing tersebut, bisa jadi 10-20% berasal dari kekayaan 
alam Indonesia atau minimal Rp 3.000 Trilyun/tahun.

Saat ini APBN Indonesia hanya sekitar Rp 1.000 trilyun untuk 240 juta rakyat 
Indonesia. Artinya tiap orang hanya mendapat sekitar US$ 34/bulan. Masih di 
bawah garis kemiskinan Bank Dunia yang US$ 60/bulan/orang. Tak heran Indonesia 
tidak punya cukup uang untuk mensejahterakan rakyat, memberi pendidikan yang 
terjangkau dari SD hingga Perguruan Tinggi, memberi layanan Rumah Sakit yang 
terjangkau, Pembaruan Alutsista, menyelamatkan anak-anak jalanan, dan 
sebagainya.

Faisal, Raja Arab Saudi, menasionalisasi perusahaan migas Aramco sehingga 
menjadi BUMN di tahun 1974. Sejak itu pendapatan negara Arab Saudi meningkat 
drastis dan bisa memberikan pendidikan gratis bagi rakyatnya dari SD hingga 
Perguruan Tinggi. Rumah Sakit dan Listrik juga diberikan gratis. Sementara 
Bensin di sana hanya Rp 700/liter.

Venezuela yang sebelumnya merupakan satu negara penghutang terbesar dan miskin, 
ketika Hugo Chavez menjadi presiden, menasionalisasi berbagai perusahaan migas 
dan pertambangan sehingga pendapatannya bertambah. Hutang luar negeri Venezuela 
saat ini tinggal 40% dari GDP. Ini lebih baik ketimbang hutang Indonesia yang 
sudah mencapai 68% dan terus bertambah hampir Rp 100 trilyun/tahun setiap 
tahun. Venezuela bahkan memberi pinjaman ke beberapa negara dan mensubsidi 
rakyat miskin di AS dengan minyak murah.

AS, Inggris, Perancis, Belanda, dsb maju dan makmur karena selain mengelola 
kekayaan alamnya sendiri, mereka juga menguras kekayaan alam negara lain. Tak 
heran jika Anggaran Belanja Militer AS saja mencapai US$ 655 Milyar/tahun atau 
Rp 6.550 Trilyun/tahun sementara Anggaran Belanja Militer Indonesia cuma Rp 36 
Trilyun saja. Kurang dari 1% anggaran AS!

Bayangkan seandainya Indonesia mandiri dan mendapat tambahan Rp 3.000 trilyun 
dari hasil kekayaan alamnya sehingga APBN kita menjadi Rp 4.000 trilyun/tahun. 
Artinya ada US$ 138/bulan untuk setiap orang. Seluruh penduduk Indonesia bisa 
lepas dari garis kemiskinan VERSI BANK DUNIA yang US$ 60/bulan. Indonesia bisa 
melunasi hutangnya yang Rp 1.600 trilyun dengan mudah. Indonesia tidak perlu 
menunggu-nunggu “INVESTOR ASING” untuk membangun negerinya.

Segala janji bahwa pendidikan murah, layanan Rumah Sakit murah, pembaruan 
alutsista, atau pun mensejahterakan rakyat itu hanya omong kosong belaka jika 
Presiden kita tidak mau mandiri mengelola kekayaan alam Indonesia. Indonesia 
tidak akan punya cukup uang selama hasil kekayaan alam kita yang menikmati 
justru Kompeni-kompeni gaya baru yang didukung oleh pemerintah mereka.

Indonesia butuh pemimpin yang bijak dan berani seperti Raja Faisal dari Arab 
Saudi dan Hugo Chavez dari Venezuela yang berani menasionalisasi perusahaan 
pertambangan asing dan mandiri mengelola kekayaan alamnya.

Di bawah adalah sebagian hasil kekayaan alam Indonesia. Indonesia masih punya 
banyak kekayaan alam yang melimpah selain statistik di bawah.

tambang

kebun

MINYAK

batubara

Norway’s economy is a mixed one of public and private enterprises. Although the 
economy is based on free-market principles, the government exercises 
considerable supervision and control. The state owns railroads and most of the 
public utilities, and state-owned enterprises largely control the vital oil and 
natural gas sectors.

Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights 
reserved.
Crude Petroleum Production (thousand barrels/year)      
                                
No      Country         Production      Non BUMN Production     Description

1
        Saudi Arabia    

2.788.463
        

BUMN
        

2
        Russia  

2.705.835
        

2.705.835
        BUMN?

3
        United States   

2.098.560
        

2.098.560
        National Company

4
        Iran    

1.258.031
        

BUMN
        

5
        China   

1.238.070
        

1.238.070
        BUMN?

6
        Mexico  

1.160.479
        

1.160.479
        

7
        Norway  

1.092.157
        

BUMN
        

8
        Venezuela       

951.091
        

BUMN
        

9
        United Kingdom  

837.053
        

837.053
        National Company

10
        Canada  

792.812
        

792.812
        National Company

11
        Nigeria         

773.549
        

773.549
        

12
        United Arab Emirates    

760.449
        

760.449
        

13
        Iraq    

738.901
        

738.901
        

14
        Kuwait  

691.842
        

BUMN
        

15
        Brazil  

531.509
        

531.509
        

16
        Libya   

481.590
        

481.590
        

17
        Algeria         

477.007
        

477.007
        

18
        Indonesia       

462.782
        

462.782
        

19
        Oman    

327.528
        

327.528
        

20
        Angola  

327.399
        

327.399
        

21
        Kazakhstan      

298.906
        

298.906
        

22
        Argentina       

276.510
        

276.510
        

23
        Malaysia        

255.113
        

255.113
        

24
        Qatar   

248.045
        

BUMN
        

25
        India   

242.801
        

242.801
        

26
        Egypt   

230.605
        

230.605
        

27
        Australia       

228.634
        

228.634
        

28
        Colombia        

210.727
        

210.727
        

29
        Syria   

186.571
        

186.571
        

30
        Yemen   

161.911
        

161.911
        

31
        Ecuador         

143.371
        

143.371
        

32
        Denmark         

135.421
        

135.421
        

33
        Vietnam         

124.037
        

124.037
        

34
        Azerbaijan      

113.322
        

113.322
        

35
        Gabon   

91.751
        

91.751
        

36
        Congo (ROC)     

91.021
        

91.021
        

37
        Sudan   

87.210
        

87.210
        

38
        Equatorial Guinea       

77.638
        

77.638
        

39
        Turkmenistan    

65.588
        

65.588
        

40
        Brunei  

59.536
        

59.536
        

41
        Thailand        

46.446
        

46.446
        

42
        Trinidad and Tobago     

44.501
        

44.501
        

43
        Romania         

43.830
        

43.830
        

44
        Peru    

35.380
        

35.380
        

45
        South Korea     

33.140
        

33.140
        

46
        Italy   

31.178
        

31.178
        

47
        Uzbekistan      

29.013
        

29.013
        

48
        Tunisia         

27.689
        

27.689
        

49
        Ukraine         

27.543
        

27.543
        

50
        Cameroon        

25.501
        

25.501
        

51
        Germany         

25.152
        

25.152
        

52
        Papua New Guinea        

20.145
        

20.145
        

53
        Pakistan        

18.356
        

18.356
        

54
        Cuba    

17.275
        

17.275
        

55
        Turkey  

17.048
        

17.048
        

56
        Netherlands, The        

16.922
        

16.922
        

57
        Belarus         

13.334
        

13.334
        

58
        Bahrain         

12.784
        

12.784
        

59
        Bolivia         

11.748
        

11.748
        

60
        New Zealand     

11.100
        

11.100
        

61
        France  

9.832
        

9.832
        

62
        Hungary         

8.793
        

8..793
        

63
        Philippines     

8.588
        

8.588
        

64
        Congo (DRC)     

8.279
        

8.279
        

65
        Croatia         

8.036
        

8.036
        

66
        South Africa    

7.121
        

7.121
        

67
        Austria         

6.787
        

6.787
        

68
        Côte d’Ivoire   

6.715
        

6.715
        

69
        Guatemala       

6.573
        

6.573
        

70
        Poland  

6.114
        

6.114
        

71
        Myanmar         

5.479
        

5.479
        

72
        Serbia and Montenegro   

5.114
        

5.114
        

73
        Belgium         

4.383
        

4.383
        

74
        Suriname        

3.653
        

3.653
        

75
        Lithuania       

3.229
        

3.229
        

76
        Czech Republic  

2.738
        

2.738
        

77
        Ghana   

2.557
        

2.557
        

78
        Spain   

2.402
        

2.402
        

79
        Albania         

2.323
        

2.323
        

80
        Bangladesh      

2.192
        

2..192
        

81
        Chile   

2.192
        

2.192
        

82
        Japan   

1.948
        

1.948
        

83
        Estonia         

1.863
        

1.863
        

84
        Singapore       

1.461
        

1.461
        

85
        Sweden  

1.461
        

1.461
        

86
        Greece  

1.155
        

1.155
        

87
        Georgia         

731
        

731
        

88
        Portugal        

731
        

731
        

89
        Kyrgyzstan      

731
        

731
        

90
        Kenya   

365
        

365
        

91
        Ireland         

365
        

365
        

92
        Panama  

365
        

365
        

93
        Slovakia        

365
        

365
        

94
        Dominican Republic      

365
        

365
        

95
        Bulgaria        

365
        

365
        

96
        Barbados        

365
        

365
        

97
        Benin   

365
        

365
        

98
        Switzerland     

365
        

365
        

99
        Morocco         

183
        

183
        

100
        Tajikistan      

91
        

91
        

101
        Israel  

37
        

37
        

102
        Jordan  

15
        

15
        

103
        Slovenia        

7
        

7
        
        Total   

24.458.709
        

17.429.080
        
        Value in US$            

1.220.035.600.000
        
        Value in Rp             

12.200.356.000.000.000
        
        15% of Sharing          

1.830.053.400.000.000
        
                                
Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights 
reserved.
Natural Gas Production          
(Billion cu feet)               
                        

1
        Russia  

21.012
        

BUMN

2
        United States   

19.917
        

19.917

3
        Canada  

6.639
        

6.639

4
        United Kingdom  

3.602
        

3.602

5
        Algeria         

2.790
        

2.790

6
        Iran    

2.649
        

BUMN

7
        Netherlands, The        

2.649
        

2.649

8
        Indonesia       

2.472
        

2.472

9
        Norway  

2.401
        

BUMN

10
        Uzbekistan      

2.048
        

2.048

11
        Saudi Arabia    

2.013
        

BUMN

12
        Turkmenistan    

1.907
        

1..907

13
        Malaysia        

1.730
        

1.730

14
        United Arab Emirates    

1.519
        

1.519

15
        Mexico  

1.342
        

1.342

16
        Argentina       

1.271
        

1.271

17
        Australia       

1.271
        

1.271

18
        China   

1.165
        

1.165

19
        Qatar   

1.059
        

BUMN

20
        Venezuela       

1.059
        

BUMN

21
        Egypt   

953
        

953

22
        India   

883
        

883

23
        Pakistan        

812
        

812

24
        Germany         

777
        

777

25
        Thailand        

671
        

671

26
        Ukraine         

636
        

636

27
        Trinidad and Tobago     

600
        

600

28
        Oman    

530
        

530

29
        Italy   

530
        

530

30
        Nigeria         

494
        

494

31
        Romania         

459
        

459

32
        Kazakhstan      

459
        

459

33
        Brunei  

388
        

388

34
        Bangladesh      

388
        

388

35
        Bahrain         

318
        

318

36
        Brazil  

283
        

283

37
        Denmark         

283
        

283

38
        Kuwait  

283
        

BUMN

39
        Myanmar         

283
        

283

40
        New Zealand     

212
        

212

41
        Libya   

212
        

212

42
        Poland  

212
        

212

43
        Colombia        

212
        

212

44
        Bolivia         

212
        

212

45
        Syria   

212
        

212

46
        Azerbaijan      

177
        

177

47
        Hungary         

106
        

106

48
        Japan   

106
        

106

49
        Iraq    

71
        

71

50
        Croatia         

71
        

71

51
        France  

71
        

71

52
        Austria         

71
        

71

53
        South Africa    

71
        

71

54
        Tunisia         

71
        

71

55
        Philippines     

71
        

71

56
        Vietnam         

71
        

71

57
        Angola  

35
        

35

58
        Chile   

35
        

35

59
        Côte d’Ivoire   

35
        

35

60
        Equatorial Guinea       

35
        

35

61
        Ireland         

35
        

35

62
        Serbia and Montenegro   

35
        

35

63
        Spain   

35
        

35
                        
                        

62.543

===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


--- Pada Kam, 9/7/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis:

> Dari: Bango Samparan <[email protected]>
> Judul: Re: [Is-lam] Bls:  Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Kamis, 9 Juli, 2009, 6:04 AM
> Om,
> nyantainya juga sama-sama donk. Mosok yang golput dan yang
> tidak memilih SBY-BOEDIONO kok seakan trus dianggap sebagai
> free-rider (penikmat) saja :-)
> 
> 2 temen saya dokter, selalu golput. Tapi dia punya lembaga
> pelayanan pengobatan gratis. Tiap hari sekitar 50-100 orang
> - kebanyakan kalangan tidak mampu - diperiksa dan diberi
> obat gratis-tis. Musim liburan ini juga ngadakan sunnatan
> massal gratis-tis juga, sekitar 600-800 anak-anak - biasanya
> dari kalangan tidak mampu - disunat, biasanya juga ditambahi
> dikasih sarung sama bingkisan.
> 
> Om, apa karena golput trus amal yang begituan tidak layak
> dihitung sebagai tindakan memakmurkan negeri ini tho?
> 
> Ngingeten lho Om, Umar tuh sebagai penguasa sangat gelisah
> dan akhirnya sering meronda kesana kemari. Beliau begitu,
> takut kalau-kalau Allah akan meminta pertanggungan jawab
> bahkan ketika ada keledai
>  yang mati di daerah kekuasaannya.
> 
> Salam hangat
> 
> B. Samparan
> 
> --- On Thu, 7/9/09, Yandi Dwiputra F
> <[email protected]> wrote:
> 
> From: Yandi Dwiputra F
> <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Bls:  Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK
> MENGUBUR ANAKNYA
> To: [email protected]
> Date: Thursday, July 9, 2009, 4:03 PM
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> hehehe....santai aja dong kang
> jangan terlalu 
> semangat......
>  
> yah 
> masak sih kang kita gak ikut merasakannya apabila misalnya
> nanti keadaan ekonomi 
> kita semakin membaik, harga sembako semakin murah,
> pendidikan dan kesehatan 
> gratis, trasnportasi membaik, keamanan relatif stabil, 
> dll.........
> 
> 
> 
> 
> 
>       
> -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke