Kang Nizami yang sedang gundah, sabar kang....sabar.....saya tau kok hati akang sekarang sedang terluka..... semua rezeki bersumber dari Allah.....Nikmati dan syukurilah rezeki yang telah diberikan Allah kepada kita.....begitu juga SBY bisa terpilih kembali ya karena seizin Allah kang.....so syukurilah kang atas pemberian Allah ini....Kalau kita bersyukur, insyaAllah kita akan diberikan nikmat yang berlipat oleh Allah....amien...
-----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]]on Behalf Of A Nizami Sent: Friday, July 10, 2009 7:50 AM To: [email protected] Subject: [Is-lam] Membela Orang Kafir Membunuh Muslim? Re: Bls: Fw: PEMULUNGNAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA Mungkin imannya kurang mas Bango. Kalau orang Islam itu beriman bahwa Allah lah yang Maha Pemberi Rezeki. Jadi kita harus bersyukur kepada Allah. Tapi kelompok ini tidak beriman seperti itu. Menurut mereka SBY yang pemberi rezeki....:) Padahal sebelum SBY lahir, rakyat Indonesia bisa hidup. Setelah SBY mati pun rakyat Indonesia akan tetap hidup. Kita bukan menumpang hidup pada SBY. Padahal kalau dilihat, selama ini 90% kekayaan alam kita hasilnya dinikmati oleh orang asing/kafir. Mereka ini bukan mujahid/muslim. Tapi tak lebih dari pembela orang2 kafir.... Padahal dalam Al Qur'an, ummat Islam itu keras terhadap orang kafir dan lemah lembut terhadap sesama. "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." [Al Maa'idah:54] Namun mereka dengan suka rela turut membantu agar perusahaan2 AS bisa menguasai kekayaan alam Indonesia sehingga anggaran militer AS bisa mencapai US$ 655 milyar/tahun (Rp 6550 trilyun/tahun) dan membantai ummat Islam di Iraq dan Afghanistan. Saat ini 13 Muslim di Afghanistan tewas setiap hari dibantai pasukan AS dan sekutunya. Tentu orang2 yang menyumbang AS dengan kekayaan alam Indonesia turut berdosa. http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/ Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus Miskin Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009? Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar atau gizi buruk? Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan (versi Bank Dunia)? Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat miskin? Kenapa pelayanan kesehatan umum di Indonesia sangat mahal dan tidak terjangkau? Kenapa korupsi merajalela di Indonesia? Kenapa rel kereta api dan kabel telpon dicuri? Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula perampokan yang tak jarang menimbulkan korban jiwa? Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp 1.200 trilyun di tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun 2009? Kenapa Indonesia selalu bergantung pada Investor Asing dan jika tak ada Investor Asing datang maka pembangunan tidak berjalan? Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena Indonesia tidak punya cukup uang. Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Sebagian dari mereka terpaksa mencuri, menculik, merampok dan sebagainya untuk mendapatkan uang. Seorang anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah saya ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja susah. Jadi merampok guna mendapatkan uang” Pemerintah tidak bisa membeli pesawat dan helikopter baru untuk menggantikan pesawat dan helikopter lama yang umurnya sudah 30 tahun lebih. Pemerintah hanya bisa memberi bantuan Rp 100 ribu/bulan untuk kurang dari 40 juta rakyat Indonesia. Itu pun BLT tidak bisa berjalan rutin setiap bulan. Pemerintah tidak bisa membiayai penuh pendidikan dan kesehatan sehingga mayoritas rakyat Indonesia meski tergolong miskin versi Bank Dunia harus membayar mahal untuk pendidikan dan kesehatan. Dengan mahalnya biaya pendidikan di SMU dan Perguruan Tinggi Negeri, maka jika zaman ORBA mayoritas rakyat lulusan SMA, maka dalam 5-10 tahun mendatang jika kebijakan Ekonomi tidak berubah rata-rata pendidikan hanya lulus SMP saja. Karena pemerintah tidak punya cukup uang, maka terpaksa harus berhutang dan menggantungkan pada datangnya Investor Asing. Jika tidak, pembangunan tidak akan jalan. Menurut penganut paham Ekonomi Neoliberalisme tanpa hutang tidak mungkin ada pembangunan. Padahal kalau hutang sudah membukit dan si peminjam sampai mendikte bangsa Indonesia untuk menyerahkan kekayaan alam dan menjual BUMN yang dimiliki serta menaikkan berbagai harga yang menyengsarakan rakyat, itu sudah tidak sehat lagi. Hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dari GNP jelas sudah sangat besar dibanding Singapura yang hanya 14%, Arab Saudi 11%, Iran 8%, atau bahkan Malta yang 0%! Jangan “Besar Pasak daripada Tiang!” begitu kata-kata yang bijak dari nenek moyang kita. Korupsi merajalela di negara kita karena gaji pejabat dan pegawai negeri di Indonesia sangat kecil. Menurut seorang staf Bappenas, GAJI POKOK pejabat tertinggi hanya Rp 3 juta. Padahal di AS, gaji pengantar Pizza saja yang menurut ukuran sana miskin, mencapai Rp 14 juta. Itu pun belum termasuk Tips! Gaji Presiden Indonesia kurang dari Rp 70 juta/bulan. Kekayaan Presiden SBY “hanya” RP 8,5 milyar! Padahal gaji CEO Chevron (satu perusahaan migas asing yang beroperasi di Indonesia) mencapai US$ 7,8 juta/tahun atau Rp 7,1 milyar/bulan. Artinya dalam 30 tahun masa kerja, CEO perusahaan migas asing ini pendapatannya mencapai Rp 2,5 trilyun! Itu baru satu orang. Kalau Direksi ada 5 orang dan komisaris ada 5 orang, semuanya bisa mendapat Rp 12 trilyun. Darimana uang untuk menggaji mereka sebesar itu? Di antaranya ya dari minyak dan gas Indonesia! Coba anda bayangkan, jika Dirut perusahaan migas asing total gajinya mencapai Rp 2,5 trilyun, sementara Dirut BUMN Pertamina hanya Rp 100 juta/bulan atau Rp 36 milyar, mana yang lebih banyak mengambil uang dari kekayaan alam Indonesia? Tentu Dirut perusahaan asing bukan? Bahkan seandainya Dirut BUMN itu korupsi Rp 1 trilyun pun tetap saja lebih banyak uang yang diambil Dirut perusahaan asing dari bumi Indonesia dengan gaji raksasanya yang “legal.” Silahkan lihat Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue 1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO, Rex W. Tillerson, $4.12M/tahun 3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen van der Veer, €7,509,244 4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji CEO, Tony Hayward, $4.73M 6. Total S.A., pendapatan $217.6 7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO, David J. O’Reilly, $7.82M 8. Saudi Aramco (BUMN Saudi), pendapatan $197.9 billion/tahun 10.. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji CEO, James Mulva, $6.88M Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi Forbes 500) yang juga beroperasi di Indonesia mengelola kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar atau sekitar 17 ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia tahun 2009 yang hanya mencapai Rp 1.037 Trilyun. Dari data di atas, cukup aneh jika Indonesia yang katanya untuk Migas dapat 85% (kalau Pertambangan lain Indonesia memang cuma dapat 15%) dan asing cuma 15% ternyata dapat tidak lebih dari Rp 350 trilyun/tahun dari Migas sementara 6 perusahaan migas tersebut yang “cuma” dapat 15% bisa mendapat Rp 17.000 Trilyun! Atau 5.600% lebih! Menurut nalar saya itu tidak masuk di akal. Itu belum dari berbagai perusahaan lain seperti Freeport, Newmont, BHP, dsb yang menguasai emas, perak, tembaga, nikel, dsb di Indonesia. Bisa jadi total penerimaan mereka sekitar Rp 30 Ribu Trilyun/tahun. Ada yang menyebut bahwa selain yang 15% itu, pihak asing juga mengklaim “Cost Recovery” untuk eksplorasi migas dan juga operasional sehingga besarnya bisa mencapai 30-40%. Selain itu besar migas yang diproduksi juga tidak jelas. Amien Rais berkata, “Jika dari perusahaan migas langsung gasnya disalurkan melalui pipa ke Singapura, bagaimana kita tahu berapa gas yang sebenarnya diproduksi?” Perbedaan signifikan besarnya angka pendapatan yang diperoleh 6 perusahaan Migas dengan minimnya pendapatan yang diperoleh bangsa Indonesia harusnya menjadi satu indikasi yang harus diinvestigasi. Arab Saudi cukup cerdas menasionalisasi perusahaan Aramco tahun 1974, Chavez presiden Venezuela juga menasionalisasi perusahaan migas di sana sehingga Venezuela yang merupakan negara penghutang terbesar, sekarang rasio hutangnya hanya kurang dari 40% total GDPnya. Di bawah Indonesia yang rasio hutangnya sudah mencapai 68% dari GDP dan terus bertambah sekitar Rp 100 trilyun/tahun. Kuwait dan Qatar juga mengandalkan BUMN mereka untuk mengelola kekayaan alamnya sehingga tidak bocor ke asing. Akibatnya negara mereka makmur. Ketika saya tinggal di Arab Saudi selama 6 bulan di rumah satu warga negaranya, di sana bukan cuma bensin lebih murah, tapi sekolah, listrik, rumah sakit gratis. Bahkan di sana kalau kuliah diberi uang saku. Negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dsb itu tidak pernah menyerahkan kekayaan alam mereka ke asing. Mereka mengelola sendiri kekayaan alam mereka. Qatar dan Kuwat meski SDMnya sedikit, mereka tetap buat BUMN sendiri. Tenaga ahli mereka cari dari luar negeri termasuk dari Indonesia. Coba lihat Kompas Sabtu-Minggu di kolom lowongan kerja, banyak iklan lowongan kerja dari BUMN Qatar, Kuwait, dsb yang mencari ahli migas dari Indonesia. Dan memang SDM Migas Indonesia cukup ahli dan melimpah karena sebagian besar pekerja di perusahaan migas asing di Indonesia juga merupakan putra-putri Indonesia Selama kekayaan alam Indonesia masih dinikmati oleh asing, Indonesia tidak akan pernah bebas dari kemiskinan. Tidak ada satu bangsa pun yang maju dan sejahtera yang menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. Jika kita lihat negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris, Perancis, Jerman, Swis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Venezuela, dan sebagainya, mereka tidak mau menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. Harusnya ekonom Indonesia berjuang agar Indonesia bisa mandiri. Bisa berdikari. Bukan justru membujuk rakyat/pemerintah agar Indonesia tidak mandiri dan bergantung kepada perusahaan2 asing yang ternyata justru memperkaya perusahaan dan direksi mereka sendiri Oleh karena itu, dari Rp 30 Ribu Trilyun/tahun yang didapat perusahaan-perusahaan asing tersebut, bisa jadi 10-20% berasal dari kekayaan alam Indonesia atau minimal Rp 3.000 Trilyun/tahun. Saat ini APBN Indonesia hanya sekitar Rp 1.000 trilyun untuk 240 juta rakyat Indonesia. Artinya tiap orang hanya mendapat sekitar US$ 34/bulan. Masih di bawah garis kemiskinan Bank Dunia yang US$ 60/bulan/orang. Tak heran Indonesia tidak punya cukup uang untuk mensejahterakan rakyat, memberi pendidikan yang terjangkau dari SD hingga Perguruan Tinggi, memberi layanan Rumah Sakit yang terjangkau, Pembaruan Alutsista, menyelamatkan anak-anak jalanan, dan sebagainya. Faisal, Raja Arab Saudi, menasionalisasi perusahaan migas Aramco sehingga menjadi BUMN di tahun 1974. Sejak itu pendapatan negara Arab Saudi meningkat drastis dan bisa memberikan pendidikan gratis bagi rakyatnya dari SD hingga Perguruan Tinggi. Rumah Sakit dan Listrik juga diberikan gratis. Sementara Bensin di sana hanya Rp 700/liter. Venezuela yang sebelumnya merupakan satu negara penghutang terbesar dan miskin, ketika Hugo Chavez menjadi presiden, menasionalisasi berbagai perusahaan migas dan pertambangan sehingga pendapatannya bertambah. Hutang luar negeri Venezuela saat ini tinggal 40% dari GDP. Ini lebih baik ketimbang hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dan terus bertambah hampir Rp 100 trilyun/tahun setiap tahun. Venezuela bahkan memberi pinjaman ke beberapa negara dan mensubsidi rakyat miskin di AS dengan minyak murah. AS, Inggris, Perancis, Belanda, dsb maju dan makmur karena selain mengelola kekayaan alamnya sendiri, mereka juga menguras kekayaan alam negara lain. Tak heran jika Anggaran Belanja Militer AS saja mencapai US$ 655 Milyar/tahun atau Rp 6.550 Trilyun/tahun sementara Anggaran Belanja Militer Indonesia cuma Rp 36 Trilyun saja. Kurang dari 1% anggaran AS! Bayangkan seandainya Indonesia mandiri dan mendapat tambahan Rp 3.000 trilyun dari hasil kekayaan alamnya sehingga APBN kita menjadi Rp 4.000 trilyun/tahun. Artinya ada US$ 138/bulan untuk setiap orang. Seluruh penduduk Indonesia bisa lepas dari garis kemiskinan VERSI BANK DUNIA yang US$ 60/bulan. Indonesia bisa melunasi hutangnya yang Rp 1.600 trilyun dengan mudah. Indonesia tidak perlu menunggu-nunggu “INVESTOR ASING” untuk membangun negerinya. Segala janji bahwa pendidikan murah, layanan Rumah Sakit murah, pembaruan alutsista, atau pun mensejahterakan rakyat itu hanya omong kosong belaka jika Presiden kita tidak mau mandiri mengelola kekayaan alam Indonesia. Indonesia tidak akan punya cukup uang selama hasil kekayaan alam kita yang menikmati justru Kompeni-kompeni gaya baru yang didukung oleh pemerintah mereka. Indonesia butuh pemimpin yang bijak dan berani seperti Raja Faisal dari Arab Saudi dan Hugo Chavez dari Venezuela yang berani menasionalisasi perusahaan pertambangan asing dan mandiri mengelola kekayaan alamnya. Di bawah adalah sebagian hasil kekayaan alam Indonesia. Indonesia masih punya banyak kekayaan alam yang melimpah selain statistik di bawah. tambang kebun MINYAK batubara Norway’s economy is a mixed one of public and private enterprises. Although the economy is based on free-market principles, the government exercises considerable supervision and control. The state owns railroads and most of the public utilities, and state-owned enterprises largely control the vital oil and natural gas sectors. Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights reserved. Crude Petroleum Production (thousand barrels/year) No Country Production Non BUMN Production Description 1 Saudi Arabia 2.788.463 BUMN 2 Russia 2.705.835 2.705.835 BUMN? 3 United States 2.098.560 2.098.560 National Company 4 Iran 1.258.031 BUMN 5 China 1.238.070 1.238.070 BUMN? 6 Mexico 1.160.479 1.160.479 7 Norway 1.092.157 BUMN 8 Venezuela 951.091 BUMN 9 United Kingdom 837.053 837.053 National Company 10 Canada 792.812 792.812 National Company 11 Nigeria 773.549 773.549 12 United Arab Emirates 760.449 760.449 13 Iraq 738.901 738.901 14 Kuwait 691.842 BUMN 15 Brazil 531.509 531.509 16 Libya 481.590 481.590 17 Algeria 477.007 477.007 18 Indonesia 462.782 462.782 19 Oman 327.528 327.528 20 Angola 327.399 327.399 21 Kazakhstan 298.906 298.906 22 Argentina 276.510 276.510 23 Malaysia 255.113 255.113 24 Qatar 248.045 BUMN 25 India 242.801 242.801 26 Egypt 230.605 230.605 27 Australia 228.634 228.634 28 Colombia 210.727 210.727 29 Syria 186.571 186.571 30 Yemen 161.911 161.911 31 Ecuador 143.371 143.371 32 Denmark 135.421 135.421 33 Vietnam 124.037 124.037 34 Azerbaijan 113.322 113.322 35 Gabon 91.751 91.751 36 Congo (ROC) 91.021 91.021 37 Sudan 87.210 87.210 38 Equatorial Guinea 77.638 77.638 39 Turkmenistan 65.588 65.588 40 Brunei 59.536 59.536 41 Thailand 46.446 46.446 42 Trinidad and Tobago 44.501 44.501 43 Romania 43.830 43.830 44 Peru 35.380 35.380 45 South Korea 33.140 33.140 46 Italy 31.178 31.178 47 Uzbekistan 29.013 29.013 48 Tunisia 27.689 27.689 49 Ukraine 27.543 27.543 50 Cameroon 25.501 25.501 51 Germany 25.152 25.152 52 Papua New Guinea 20.145 20.145 53 Pakistan 18.356 18.356 54 Cuba 17.275 17.275 55 Turkey 17.048 17.048 56 Netherlands, The 16.922 16.922 57 Belarus 13.334 13.334 58 Bahrain 12.784 12.784 59 Bolivia 11.748 11.748 60 New Zealand 11.100 11.100 61 France 9.832 9.832 62 Hungary 8.793 8..793 63 Philippines 8.588 8.588 64 Congo (DRC) 8.279 8.279 65 Croatia 8.036 8.036 66 South Africa 7.121 7.121 67 Austria 6.787 6.787 68 Côte d’Ivoire 6.715 6.715 69 Guatemala 6.573 6.573 70 Poland 6.114 6.114 71 Myanmar 5.479 5.479 72 Serbia and Montenegro 5.114 5.114 73 Belgium 4.383 4.383 74 Suriname 3.653 3.653 75 Lithuania 3.229 3.229 76 Czech Republic 2.738 2.738 77 Ghana 2.557 2.557 78 Spain 2.402 2.402 79 Albania 2.323 2.323 80 Bangladesh 2.192 2..192 81 Chile 2.192 2.192 82 Japan 1.948 1.948 83 Estonia 1.863 1.863 84 Singapore 1.461 1.461 85 Sweden 1.461 1.461 86 Greece 1.155 1.155 87 Georgia 731 731 88 Portugal 731 731 89 Kyrgyzstan 731 731 90 Kenya 365 365 91 Ireland 365 365 92 Panama 365 365 93 Slovakia 365 365 94 Dominican Republic 365 365 95 Bulgaria 365 365 96 Barbados 365 365 97 Benin 365 365 98 Switzerland 365 365 99 Morocco 183 183 100 Tajikistan 91 91 101 Israel 37 37 102 Jordan 15 15 103 Slovenia 7 7 Total 24.458.709 17.429.080 Value in US$ 1.220.035.600.000 Value in Rp 12.200.356.000.000.000 15% of Sharing 1.830.053.400.000.000 Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft Corporation. All rights reserved. Natural Gas Production (Billion cu feet) 1 Russia 21.012 BUMN 2 United States 19.917 19.917 3 Canada 6.639 6.639 4 United Kingdom 3.602 3.602 5 Algeria 2.790 2.790 6 Iran 2.649 BUMN 7 Netherlands, The 2.649 2.649 8 Indonesia 2.472 2.472 9 Norway 2.401 BUMN 10 Uzbekistan 2.048 2.048 11 Saudi Arabia 2.013 BUMN 12 Turkmenistan 1.907 1..907 13 Malaysia 1.730 1.730 14 United Arab Emirates 1.519 1.519 15 Mexico 1.342 1.342 16 Argentina 1.271 1.271 17 Australia 1.271 1.271 18 China 1.165 1.165 19 Qatar 1.059 BUMN 20 Venezuela 1.059 BUMN 21 Egypt 953 953 22 India 883 883 23 Pakistan 812 812 24 Germany 777 777 25 Thailand 671 671 26 Ukraine 636 636 27 Trinidad and Tobago 600 600 28 Oman 530 530 29 Italy 530 530 30 Nigeria 494 494 31 Romania 459 459 32 Kazakhstan 459 459 33 Brunei 388 388 34 Bangladesh 388 388 35 Bahrain 318 318 36 Brazil 283 283 37 Denmark 283 283 38 Kuwait 283 BUMN 39 Myanmar 283 283 40 New Zealand 212 212 41 Libya 212 212 42 Poland 212 212 43 Colombia 212 212 44 Bolivia 212 212 45 Syria 212 212 46 Azerbaijan 177 177 47 Hungary 106 106 48 Japan 106 106 49 Iraq 71 71 50 Croatia 71 71 51 France 71 71 52 Austria 71 71 53 South Africa 71 71 54 Tunisia 71 71 55 Philippines 71 71 56 Vietnam 71 71 57 Angola 35 35 58 Chile 35 35 59 Côte d’Ivoire 35 35 60 Equatorial Guinea 35 35 61 Ireland 35 35 62 Serbia and Montenegro 35 35 63 Spain 35 35 62.543 === Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits http://media-islam.or.id --- Pada Kam, 9/7/09, Bango Samparan <[email protected]> menulis: > Dari: Bango Samparan <[email protected]> > Judul: Re: [Is-lam] Bls: Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA > Kepada: [email protected] > Tanggal: Kamis, 9 Juli, 2009, 6:04 AM > Om, > nyantainya juga sama-sama donk. Mosok yang golput dan yang > tidak memilih SBY-BOEDIONO kok seakan trus dianggap sebagai > free-rider (penikmat) saja :-) > > 2 temen saya dokter, selalu golput. Tapi dia punya lembaga > pelayanan pengobatan gratis. Tiap hari sekitar 50-100 orang > - kebanyakan kalangan tidak mampu - diperiksa dan diberi > obat gratis-tis. Musim liburan ini juga ngadakan sunnatan > massal gratis-tis juga, sekitar 600-800 anak-anak - biasanya > dari kalangan tidak mampu - disunat, biasanya juga ditambahi > dikasih sarung sama bingkisan. > > Om, apa karena golput trus amal yang begituan tidak layak > dihitung sebagai tindakan memakmurkan negeri ini tho? > > Ngingeten lho Om, Umar tuh sebagai penguasa sangat gelisah > dan akhirnya sering meronda kesana kemari. Beliau begitu, > takut kalau-kalau Allah akan meminta pertanggungan jawab > bahkan ketika ada keledai > yang mati di daerah kekuasaannya. > > Salam hangat > > B. Samparan > > --- On Thu, 7/9/09, Yandi Dwiputra F > <[email protected]> wrote: > > From: Yandi Dwiputra F > <[email protected]> > Subject: Re: [Is-lam] Bls: Fw: PEMULUNG NAIK KRL UNTUK > MENGUBUR ANAKNYA > To: [email protected] > Date: Thursday, July 9, 2009, 4:03 PM > > > > > > > hehehe....santai aja dong kang > jangan terlalu > semangat...... > > yah > masak sih kang kita gak ikut merasakannya apabila misalnya > nanti keadaan ekonomi > kita semakin membaik, harga sembako semakin murah, > pendidikan dan kesehatan > gratis, trasnportasi membaik, keamanan relatif stabil, > dll......... > > > > > > > -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan----- > > _______________________________________________ > Is-lam mailing list > [email protected] > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam > ___________________________________________________________________________ Nama baru untuk Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. Cepat sebelum diambil orang lain! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/ _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam _______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
