hiks .. jadi ikut sedih 
tambahin ah :

KENAPA PAK POLISI YANG MAU MENGIRA SAYA JALAN DARI ARAH VERBODEN -- PADAHAL 
MOTOR LAIN JALAN JUGA-- ITU BERTANYA,
"SAYA BERIKAN SURAT TILANG, APAKAH BAPAK SEMPAT KE PENGADILAN JAKARTA SELATAN?"
SAYA JAWAB, "YA HARUS SEMPAT, TAPI SAYA BENER KOK PAK SAYA DARI ARAH SELATAN, 
BUKAN DARI SEBERANG KERETA?"
"OH IYA, TAPI APAKAH BAPAK SEMPAT KE PENGADILAN JAKARTA SELATAN?"

hiks hiks... ternyata ke pengadilan itu bukan urusan hukum, tapi masalah sempat 
dan gak sempat ... hmm, karena saya masih sempat ke pengadilan, malah saya 
kemudian bebas ...

oooo pengalaman yang menyedihkan.. pe er es be ye ju ga


mawan sugiyanto

bogor, indonesia  www.maoneid.indoinvestor.com 


--- On Fri, 7/10/09, Yandi Dwiputra F <[email protected]> wrote:

> From: Yandi Dwiputra F <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] Membela Orang Kafir Membunuh Muslim? Re: Bls: Fw: 
> PEMULUNGNAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
> To: [email protected]
> Date: Friday, July 10, 2009, 8:20 AM
> Kang Nizami yang sedang gundah,
> 
> sabar kang....sabar.....saya tau kok hati akang sekarang
> sedang terluka.....
> semua rezeki bersumber dari Allah.....Nikmati dan
> syukurilah rezeki yang telah diberikan Allah kepada
> kita.....begitu juga SBY bisa terpilih kembali ya karena
> seizin Allah kang.....so syukurilah kang atas pemberian
> Allah ini....Kalau kita bersyukur, insyaAllah kita akan
> diberikan nikmat yang berlipat oleh Allah....amien...
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]on
> Behalf Of A Nizami
> Sent: Friday, July 10, 2009 7:50 AM
> To: [email protected]
> Subject: [Is-lam] Membela Orang Kafir Membunuh Muslim? Re:
> Bls: Fw:
> PEMULUNGNAIK KRL UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
> 
> 
> 
> Mungkin imannya kurang mas Bango.
> Kalau orang Islam itu beriman bahwa Allah lah yang Maha
> Pemberi Rezeki. Jadi kita harus bersyukur kepada Allah.
> 
> Tapi kelompok ini tidak beriman seperti itu. Menurut mereka
> SBY yang pemberi rezeki....:) Padahal sebelum SBY lahir,
> rakyat Indonesia bisa hidup. Setelah SBY mati pun rakyat
> Indonesia akan tetap hidup. Kita bukan menumpang hidup pada
> SBY.
> 
> Padahal kalau dilihat, selama ini 90% kekayaan alam kita
> hasilnya dinikmati oleh orang asing/kafir. Mereka ini bukan
> mujahid/muslim. Tapi tak lebih dari pembela orang2
> kafir....
> 
> Padahal dalam Al Qur'an, ummat Islam itu keras terhadap
> orang kafir dan lemah lembut terhadap sesama.
> 
> "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu
> yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan
> mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan
> merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap
> orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang
> kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut
> kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah,
> diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah
> Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui." [Al
> Maa'idah:54]
>  
> Namun mereka dengan suka rela turut membantu agar
> perusahaan2 AS bisa menguasai kekayaan alam Indonesia
> sehingga anggaran militer AS bisa mencapai US$ 655
> milyar/tahun (Rp 6550 trilyun/tahun) dan membantai ummat
> Islam di Iraq dan Afghanistan. Saat ini 13 Muslim di
> Afghanistan tewas setiap hari dibantai pasukan AS dan
> sekutunya. Tentu orang2 yang menyumbang AS dengan kekayaan
> alam Indonesia turut berdosa.
> 
> 
> http://infoindonesia.wordpress.com/2009/06/30/selama-kekayaan-alam-dirampas-asing-indonesia-akan-terus-miskin/

> 
> Selama Kekayaan Alam Dirampas Asing Indonesia Akan Terus
> Miskin
> 
> Kenapa Pesawat dan Helikopter TNI Indonesia sering jatuh
> sehingga lebih dari 150 orang tewas di tahun 2008-2009?
> 
> Kenapa 11,5 juta rakyat Indonesia menderita busung lapar
> atau gizi buruk?
> 
> Kenapa 120 juta rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan
> (versi Bank Dunia)?
> 
> Kenapa meski SD-SMP gratis tapi SMU dan Perguruan Tinggi
> Negeri justru mahal dan tidak terjangkau bagi rakyat
> miskin?
> 
> Kenapa pelayanan kesehatan umum di Indonesia sangat mahal
> dan tidak terjangkau?
> 
> Kenapa korupsi merajalela di Indonesia?
> 
> Kenapa rel kereta api dan kabel telpon dicuri?
> 
> Kenapa penculikan anak sering terjadi, begitu pula
> perampokan yang tak jarang menimbulkan korban jiwa?
> 
> Kenapa Hutang Luar Negeri Indonesia terus meningkat dari Rp
> 1.200 trilyun di tahun 2004 jadi Rp 1.600 trilyun di tahun
> 2009?
> 
> Kenapa Indonesia selalu bergantung pada Investor Asing dan
> jika tak ada Investor Asing datang maka pembangunan tidak
> berjalan?
> 
> Jawaban dari semua pertanyaan di atas adalah karena
> Indonesia tidak punya cukup uang.
> 
> Akibatnya, mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam
> kemiskinan. Sebagian dari mereka terpaksa mencuri, menculik,
> merampok dan sebagainya untuk mendapatkan uang. Seorang
> anggota Kapak Merah yang didor polisi berkata, “Biarlah
> saya ditembak mati. Habis saya cuma lulus SD. Cari kerja
> susah. Jadi merampok guna mendapatkan uang”
> 
> Pemerintah tidak bisa membeli pesawat dan helikopter baru
> untuk menggantikan pesawat dan helikopter lama yang umurnya
> sudah 30 tahun lebih. Pemerintah hanya bisa memberi bantuan
> Rp 100 ribu/bulan untuk kurang dari 40 juta rakyat
> Indonesia. Itu pun BLT tidak bisa berjalan rutin setiap
> bulan. Pemerintah tidak bisa membiayai penuh pendidikan dan
> kesehatan sehingga mayoritas rakyat Indonesia meski
> tergolong miskin versi Bank Dunia harus membayar mahal untuk
> pendidikan dan kesehatan.
> 
> Dengan mahalnya biaya pendidikan di SMU dan Perguruan
> Tinggi Negeri, maka jika zaman ORBA mayoritas rakyat lulusan
> SMA, maka dalam 5-10 tahun mendatang jika kebijakan Ekonomi
> tidak berubah rata-rata pendidikan hanya lulus SMP saja.
> 
> Karena pemerintah tidak punya cukup uang, maka terpaksa
> harus berhutang dan menggantungkan pada datangnya Investor
> Asing. Jika tidak, pembangunan tidak akan jalan. Menurut
> penganut paham Ekonomi Neoliberalisme tanpa hutang tidak
> mungkin ada pembangunan. Padahal kalau hutang sudah membukit
> dan si peminjam sampai mendikte bangsa Indonesia untuk
> menyerahkan kekayaan alam dan menjual BUMN yang dimiliki
> serta menaikkan berbagai harga yang menyengsarakan rakyat,
> itu sudah tidak sehat lagi.
> 
> Hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dari GNP jelas
> sudah sangat besar dibanding Singapura yang hanya 14%, Arab
> Saudi 11%, Iran 8%, atau bahkan Malta yang 0%! Jangan
> “Besar Pasak daripada Tiang!” begitu kata-kata yang
> bijak dari nenek moyang kita.
> 
> Korupsi merajalela di negara kita karena gaji pejabat dan
> pegawai negeri di Indonesia sangat kecil. Menurut seorang
> staf Bappenas, GAJI POKOK pejabat tertinggi hanya Rp 3 juta.
> Padahal di AS, gaji pengantar Pizza saja yang menurut ukuran
> sana miskin, mencapai Rp 14 juta. Itu pun belum termasuk
> Tips!
> 
> Gaji Presiden Indonesia kurang dari Rp 70 juta/bulan.
> Kekayaan Presiden SBY “hanya” RP 8,5 milyar! Padahal
> gaji CEO Chevron (satu perusahaan migas asing yang
> beroperasi di Indonesia) mencapai US$ 7,8 juta/tahun atau Rp
> 7,1 milyar/bulan. Artinya dalam 30 tahun masa kerja, CEO
> perusahaan migas asing ini pendapatannya mencapai  Rp
> 2,5 trilyun! Itu baru satu orang. Kalau Direksi ada 5 orang
> dan komisaris ada 5 orang, semuanya bisa mendapat Rp 12
> trilyun. Darimana uang untuk menggaji mereka sebesar itu? Di
> antaranya ya dari minyak dan gas Indonesia!
> 
> Coba anda bayangkan, jika Dirut perusahaan migas asing
> total gajinya mencapai Rp 2,5 trilyun, sementara Dirut BUMN
> Pertamina hanya Rp 100 juta/bulan atau Rp 36 milyar, mana
> yang lebih banyak mengambil uang dari kekayaan alam
> Indonesia? Tentu Dirut perusahaan asing bukan? Bahkan
> seandainya Dirut BUMN itu korupsi Rp 1 trilyun pun tetap
> saja lebih banyak uang yang diambil Dirut perusahaan asing
> dari bumi Indonesia dengan gaji raksasanya yang
> “legal.”
> 
> Silahkan lihat Daftar Perusahaan Terkaya versi Forbes 500:
> 
> http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_companies_by_revenue

> 
> 1. Exxon Mobil, pendapatan $390.3 billion/tahun, gaji CEO,
> Rex W. Tillerson, $4.12M/tahun
> 
> 3. Shell, pendapatan $355.8 billion/tahun, gaji CEO, Jeroen
> van der Veer, €7,509,244
> 
> 4. British Petroleum, pendapatan $292 billion/tahun, gaji
> CEO, Tony Hayward, $4.73M
> 
> 6. Total S.A., pendapatan $217.6
> 
> 7. Chevron Corp., pendapatan 214.1 billion/tahun, gaji CEO,
> David J. O’Reilly, $7.82M
> 
> 8. Saudi Aramco (BUMN Saudi), pendapatan $197.9
> billion/tahun
> 
> 10.. ConocoPhillips, pendapatan $187.4 billion/tahun, gaji
> CEO, James Mulva, $6.88M
> 
> Total dari perusahaan itu saja (10 perusahaan teratas versi
> Forbes 500) yang juga beroperasi di Indonesia mengelola
> kekayaan alam kita, itu US$ 1.655 milyar atau sekitar 17
> ribu trilyun/tahun. Di antaranya berasal dari kekayaan alam
> Indonesia. Jumlah itu 17 kali lipat dari APBN Indonesia
> tahun 2009 yang hanya mencapai Rp 1.037 Trilyun.
> 
> Dari data di atas, cukup aneh jika Indonesia yang katanya
> untuk Migas dapat 85% (kalau Pertambangan lain Indonesia
> memang cuma dapat 15%) dan asing cuma 15% ternyata dapat
> tidak lebih dari Rp 350 trilyun/tahun dari Migas sementara 6
> perusahaan migas tersebut yang “cuma” dapat 15% bisa
> mendapat Rp 17.000 Trilyun! Atau 5.600% lebih! Menurut nalar
> saya itu tidak masuk di akal.
> 
> Itu belum dari berbagai perusahaan lain seperti Freeport,
> Newmont, BHP, dsb yang menguasai emas, perak, tembaga,
> nikel, dsb di Indonesia. Bisa jadi total penerimaan mereka
> sekitar Rp 30 Ribu Trilyun/tahun.
> 
> Ada yang menyebut bahwa selain yang 15% itu, pihak asing
> juga mengklaim “Cost Recovery” untuk eksplorasi migas
> dan juga operasional sehingga besarnya bisa mencapai 30-40%.
> Selain itu besar migas yang diproduksi juga tidak jelas.
> Amien Rais berkata, “Jika dari perusahaan migas langsung
> gasnya disalurkan melalui pipa ke Singapura, bagaimana kita
> tahu berapa gas yang sebenarnya diproduksi?”
> 
> Perbedaan signifikan besarnya angka pendapatan yang
> diperoleh 6 perusahaan Migas dengan minimnya pendapatan yang
> diperoleh bangsa Indonesia harusnya menjadi satu indikasi
> yang harus diinvestigasi.
> 
> Arab Saudi cukup cerdas menasionalisasi perusahaan Aramco
> tahun 1974, Chavez presiden Venezuela juga menasionalisasi
> perusahaan migas di sana sehingga Venezuela yang merupakan
> negara penghutang terbesar, sekarang rasio hutangnya hanya
> kurang dari 40% total GDPnya. Di bawah Indonesia yang rasio
> hutangnya sudah mencapai 68% dari GDP dan terus bertambah
> sekitar Rp 100 trilyun/tahun. Kuwait dan Qatar juga
> mengandalkan BUMN mereka untuk mengelola kekayaan alamnya
> sehingga tidak bocor ke asing.
> 
> Akibatnya negara mereka makmur. Ketika saya tinggal di Arab
> Saudi selama 6 bulan di rumah satu warga negaranya, di sana
> bukan cuma bensin lebih murah, tapi sekolah, listrik, rumah
> sakit gratis. Bahkan di sana kalau kuliah diberi uang saku.
> 
> Negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris,
> Perancis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, dsb itu tidak pernah
> menyerahkan kekayaan alam mereka ke asing. Mereka mengelola
> sendiri kekayaan alam mereka. Qatar dan Kuwat meski SDMnya
> sedikit, mereka tetap buat BUMN sendiri. Tenaga ahli mereka
> cari dari luar negeri termasuk dari Indonesia. Coba lihat
> Kompas Sabtu-Minggu di kolom lowongan kerja, banyak iklan
> lowongan kerja dari BUMN Qatar, Kuwait, dsb yang mencari
> ahli migas dari Indonesia. Dan memang SDM Migas Indonesia
> cukup ahli dan melimpah karena sebagian besar pekerja di
> perusahaan migas asing di Indonesia juga merupakan
> putra-putri Indonesia
> 
> Selama kekayaan alam Indonesia masih dinikmati oleh asing,
> Indonesia tidak akan pernah bebas dari kemiskinan.
> 
> Tidak ada satu bangsa pun yang maju dan sejahtera yang
> menyerahkan kekayaan alamnya ke pihak asing. Jika kita lihat
> negara-negara yang maju/makmur seperti AS, Inggris,
> Perancis, Jerman, Swis, Arab Saudi, Qatar, Kuwait,
> Venezuela, dan sebagainya, mereka tidak mau menyerahkan
> kekayaan alamnya ke pihak asing. Harusnya ekonom Indonesia
> berjuang agar Indonesia bisa mandiri. Bisa berdikari.
> 
> Bukan justru membujuk rakyat/pemerintah agar Indonesia
> tidak mandiri dan bergantung kepada perusahaan2 asing yang
> ternyata justru memperkaya perusahaan dan direksi mereka
> sendiri
> 
> Oleh karena itu, dari Rp 30 Ribu Trilyun/tahun yang didapat
> perusahaan-perusahaan asing tersebut, bisa jadi 10-20%
> berasal dari kekayaan alam Indonesia atau minimal Rp 3.000
> Trilyun/tahun.
> 
> Saat ini APBN Indonesia hanya sekitar Rp 1.000 trilyun
> untuk 240 juta rakyat Indonesia. Artinya tiap orang hanya
> mendapat sekitar US$ 34/bulan. Masih di bawah garis
> kemiskinan Bank Dunia yang US$ 60/bulan/orang. Tak heran
> Indonesia tidak punya cukup uang untuk mensejahterakan
> rakyat, memberi pendidikan yang terjangkau dari SD hingga
> Perguruan Tinggi, memberi layanan Rumah Sakit yang
> terjangkau, Pembaruan Alutsista, menyelamatkan anak-anak
> jalanan, dan sebagainya.
> 
> Faisal, Raja Arab Saudi, menasionalisasi perusahaan migas
> Aramco sehingga menjadi BUMN di tahun 1974. Sejak itu
> pendapatan negara Arab Saudi meningkat drastis dan bisa
> memberikan pendidikan gratis bagi rakyatnya dari SD hingga
> Perguruan Tinggi. Rumah Sakit dan Listrik juga diberikan
> gratis. Sementara Bensin di sana hanya Rp 700/liter.
> 
> Venezuela yang sebelumnya merupakan satu negara penghutang
> terbesar dan miskin, ketika Hugo Chavez menjadi presiden,
> menasionalisasi berbagai perusahaan migas dan pertambangan
> sehingga pendapatannya bertambah. Hutang luar negeri
> Venezuela saat ini tinggal 40% dari GDP. Ini lebih baik
> ketimbang hutang Indonesia yang sudah mencapai 68% dan terus
> bertambah hampir Rp 100 trilyun/tahun setiap tahun.
> Venezuela bahkan memberi pinjaman ke beberapa negara dan
> mensubsidi rakyat miskin di AS dengan minyak murah.
> 
> AS, Inggris, Perancis, Belanda, dsb maju dan makmur karena
> selain mengelola kekayaan alamnya sendiri, mereka juga
> menguras kekayaan alam negara lain. Tak heran jika Anggaran
> Belanja Militer AS saja mencapai US$ 655 Milyar/tahun atau
> Rp 6.550 Trilyun/tahun sementara Anggaran Belanja Militer
> Indonesia cuma Rp 36 Trilyun saja. Kurang dari 1% anggaran
> AS!
> 
> Bayangkan seandainya Indonesia mandiri dan mendapat
> tambahan Rp 3.000 trilyun dari hasil kekayaan alamnya
> sehingga APBN kita menjadi Rp 4.000 trilyun/tahun. Artinya
> ada US$ 138/bulan untuk setiap orang. Seluruh penduduk
> Indonesia bisa lepas dari garis kemiskinan VERSI BANK DUNIA
> yang US$ 60/bulan. Indonesia bisa melunasi hutangnya yang Rp
> 1.600 trilyun dengan mudah. Indonesia tidak perlu
> menunggu-nunggu “INVESTOR ASING” untuk membangun
> negerinya.
> 
> Segala janji bahwa pendidikan murah, layanan Rumah Sakit
> murah, pembaruan alutsista, atau pun mensejahterakan rakyat
> itu hanya omong kosong belaka jika Presiden kita tidak mau
> mandiri mengelola kekayaan alam Indonesia. Indonesia tidak
> akan punya cukup uang selama hasil kekayaan alam kita yang
> menikmati justru Kompeni-kompeni gaya baru yang didukung
> oleh pemerintah mereka.
> 
> Indonesia butuh pemimpin yang bijak dan berani seperti Raja
> Faisal dari Arab Saudi dan Hugo Chavez dari Venezuela yang
> berani menasionalisasi perusahaan pertambangan asing dan
> mandiri mengelola kekayaan alamnya.
> 
> Di bawah adalah sebagian hasil kekayaan alam Indonesia.
> Indonesia masih punya banyak kekayaan alam yang melimpah
> selain statistik di bawah.
> 
> tambang
> 
> kebun
> 
> MINYAK
> 
> batubara
> 
> Norway’s economy is a mixed one of public and private
> enterprises. Although the economy is based on free-market
> principles, the government exercises considerable
> supervision and control. The state owns railroads and most
> of the public utilities, and state-owned enterprises largely
> control the vital oil and natural gas sectors.
> 
> Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft
> Corporation. All rights reserved.
> Crude Petroleum Production (thousand barrels/year)
>     
>            
>     
> No     Country     Production
>     Non BUMN Production    
> Description
> 
> 1
>     Saudi Arabia     
> 
> 2.788.463
>     
> 
> BUMN
>     
> 
> 2
>     Russia     
> 
> 2.705.835
>     
> 
> 2.705.835
>     BUMN?
> 
> 3
>     United States     
> 
> 2.098.560
>     
> 
> 2.098.560
>     National Company
> 
> 4
>     Iran     
> 
> 1.258.031
>     
> 
> BUMN
>     
> 
> 5
>     China     
> 
> 1.238.070
>     
> 
> 1.238.070
>     BUMN?
> 
> 6
>     Mexico     
> 
> 1.160.479
>     
> 
> 1.160.479
>     
> 
> 7
>     Norway     
> 
> 1.092.157
>     
> 
> BUMN
>     
> 
> 8
>     Venezuela     
> 
> 951.091
>     
> 
> BUMN
>     
> 
> 9
>     United Kingdom     
> 
> 837.053
>     
> 
> 837.053
>     National Company
> 
> 10
>     Canada     
> 
> 792.812
>     
> 
> 792.812
>     National Company
> 
> 11
>     Nigeria     
> 

> 773.549
>     
> 
> 773.549
>     
> 
> 12
>     United Arab Emirates    
> 
> 
> 760.449
>     
> 
> 760.449
>     
> 
> 13
>     Iraq     
> 
> 738.901
>     
> 
> 738.901
>     
> 
> 14
>     Kuwait     
> 
> 691.842
>     
> 
> BUMN
>     
> 
> 15
>     Brazil     
> 
> 531.509
>     
> 
> 531.509
>     
> 
> 16
>     Libya     
> 
> 481.590
>     
> 
> 481.590
>     
> 
> 17
>     Algeria     
> 
> 477.007
>     
> 
> 477.007
>     
> 
> 18
>     Indonesia     
> 
> 462.782
>     
> 
> 462.782
>     
> 
> 19
>     Oman     
> 
> 327.528
>     
> 
> 327.528
>     
> 
> 20
>     Angola     
> 
> 327.399
>     
> 
> 327.399
>     
> 
> 21
>     Kazakhstan     
> 
> 298.906
>     
> 
> 298.906
>     
> 
> 22
>     Argentina     
> 
> 276.510
>     
> 
> 276.510
>     
> 
> 23
>     Malaysia     
> 
> 255.113
>     
> 
> 255.113
>     
> 
> 24
>     Qatar     
> 
> 248.045
>     
> 
> BUMN
>     
> 
> 25
>     India     
> 
> 242.801
>     
> 
> 242.801
>     
> 
> 26
>     Egypt     
> 
> 230.605
>     
> 
> 230.605
>     
> 
> 27
>     Australia     
> 
> 228.634
>     
> 
> 228.634
>     
> 
> 28
>     Colombia     
> 
> 210.727
>     
> 
> 210.727
>     
> 
> 29
>     Syria     
> 
> 186.571
>     
> 
> 186.571
>     
> 
> 30
>     Yemen     
> 
> 161.911
>     
> 
> 161.911
>     
> 
> 31
>     Ecuador     
> 
> 143.371
>     
> 
> 143.371
>     
> 
> 32
>     Denmark     
> 
> 135.421
>     
> 
> 135.421
>     
> 
> 33
>     Vietnam     
> 
> 124.037
>     
> 
> 124.037
>     
> 
> 34
>     Azerbaijan     
> 
> 113.322
>     
> 
> 113.322
>     
> 
> 35
>     Gabon     
> 
> 91.751
>     
> 
> 91.751
>     
> 
> 36
>     Congo (ROC)     
> 
> 91.021
>     
> 
> 91.021
>     
> 
> 37
>     Sudan     
> 
> 87.210
>     
> 
> 87.210
>     
> 
> 38
>     Equatorial Guinea     
> 
> 77.638
>     
> 
> 77.638
>     
> 
> 39
>     Turkmenistan     
> 
> 65.588
>     
> 
> 65.588
>     
> 
> 40
>     Brunei     
> 
> 59.536
>     
> 
> 59.536
>     
> 
> 41
>     Thailand     
> 
> 46.446
>     
> 
> 46.446
>     
> 
> 42
>     Trinidad and Tobago     
> 
> 44.501
>     
> 
> 44.501
>     
> 
> 43
>     Romania     
> 
> 43.830
>     
> 
> 43.830
>     
> 
> 44
>     Peru     
> 
> 35.380
>     
> 
> 35.380
>     
> 
> 45
>     South Korea     
> 
> 33.140
>     
> 
> 33.140
>     
> 
> 46
>     Italy     
> 
> 31.178
>     
> 
> 31.178
>     
> 
> 47
>     Uzbekistan     
> 
> 29.013
>     
> 
> 29.013
>     
> 
> 48
>     Tunisia     
> 
> 27.689
>     
> 
> 27.689
>     
> 
> 49
>     Ukraine     
> 
> 27.543
>     
> 
> 27.543
>     
> 
> 50
>     Cameroon     
> 
> 25.501
>     
> 
> 25.501
>     
> 
> 51
>     Germany     
> 
> 25.152
>     
> 
> 25.152
>     
> 
> 52
>     Papua New Guinea     
> 
> 20.145
>     
> 
> 20.145
>     
> 
> 53
>     Pakistan     
> 
> 18.356
>     
> 
> 18.356
>     
> 
> 54
>     Cuba     
> 
> 17.275
>     
> 
> 17.275
>     
> 
> 55
>     Turkey     
> 
> 17.048
>     
> 
> 17.048
>     
> 
> 56
>     Netherlands, The     
> 
> 16.922
>     
> 
> 16.922
>     
> 
> 57
>     Belarus     
> 
> 13.334
>     
> 
> 13.334
>     
> 
> 58
>     Bahrain     
> 
> 12.784
>     
> 
> 12.784
>     
> 
> 59
>     Bolivia     
> 
> 11.748
>     
> 
> 11.748
>     
> 
> 60
>     New Zealand     
> 
> 11.100
>     
> 
> 11.100
>     
> 
> 61
>     France     
> 
> 9.832
>     
> 
> 9.832
>     
> 
> 62
>     Hungary     
> 
> 8.793
>     
> 
> 8..793
>     
> 
> 63
>     Philippines     
> 
> 8.588
>     
> 
> 8.588
>     
> 
> 64
>     Congo (DRC)     
> 
> 8.279
>     
> 
> 8.279
>     
> 
> 65
>     Croatia     
> 
> 8.036
>     
> 
> 8.036
>     
> 
> 66
>     South Africa     
> 
> 7.121
>     
> 
> 7.121
>     
> 
> 67
>     Austria     
> 
> 6.787
>     
> 
> 6.787
>     
> 
> 68
>     Côte d’Ivoire     
> 
> 6.715
>     
> 
> 6.715
>     
> 
> 69
>     Guatemala     
> 
> 6.573
>     
> 
> 6.573
>     
> 
> 70
>     Poland     
> 
> 6.114
>     
> 
> 6.114
>     
> 
> 71
>     Myanmar     
> 
> 5.479
>     
> 
> 5.479
>     
> 
> 72
>     Serbia and Montenegro    
> 
> 
> 5.114
>     
> 
> 5.114
>     
> 
> 73
>     Belgium     
> 
> 4.383
>     
> 
> 4.383
>     
> 
> 74
>     Suriname     
> 
> 3.653
>     
> 
> 3.653
>     
> 
> 75
>     Lithuania     
> 
> 3.229
>     
> 
> 3.229
>     
> 
> 76
>     Czech Republic     
> 
> 2.738
>     
> 
> 2.738
>     
> 
> 77
>     Ghana     
> 
> 2.557
>     
> 
> 2.557
>     
> 
> 78
>     Spain     
> 
> 2.402
>     
> 
> 2.402
>     
> 
> 79
>     Albania     
> 
> 2.323
>     
> 
> 2.323
>     
> 
> 80
>     Bangladesh     
> 
> 2.192
>     
> 
> 2..192
>     
> 
> 81
>     Chile     
> 
> 2.192
>     
> 
> 2.192
>     
> 
> 82
>     Japan     
> 
> 1.948
>     
> 
> 1.948
>     
> 
> 83
>     Estonia     
> 
> 1.863
>     
> 
> 1.863
>     
> 
> 84
>     Singapore     
> 
> 1.461
>     
> 
> 1.461
>     
> 
> 85
>     Sweden     
> 
> 1.461
>     
> 
> 1.461
>     
> 
> 86
>     Greece     
> 
> 1.155
>     
> 
> 1.155
>     
> 
> 87
>     Georgia     
> 
> 731
>     
> 
> 731
>     
> 
> 88
>     Portugal     
> 
> 731
>     
> 
> 731
>     
> 
> 89
>     Kyrgyzstan     
> 
> 731
>     
> 
> 731
>     
> 
> 90
>     Kenya     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 91
>     Ireland     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 92
>     Panama     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 93
>     Slovakia     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 94
>     Dominican Republic     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 95
>     Bulgaria     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 96
>     Barbados     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 97
>     Benin     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 98
>     Switzerland     
> 
> 365
>     
> 
> 365
>     
> 
> 99
>     Morocco     
> 
> 183
>     
> 
> 183
>     
> 
> 100
>     Tajikistan     
> 
> 91
>     
> 
> 91
>     
> 
> 101
>     Israel     
> 
> 37
>     
> 
> 37
>     
> 
> 102
>     Jordan     
> 
> 15
>     
> 
> 15
>     
> 
> 103
>     Slovenia     
> 
> 7
>     
> 
> 7
>     
>     Total     
> 
> 24.458.709
>     
> 
> 17.429.080
>     
>     Value in US$    
>     
> 
> 1.220.035.600.000
>     
>     Value in Rp    
>     
> 
> 12.200.356.000.000.000
>     
>     15% of Sharing    
>     
> 
> 1.830.053.400.000.000
>     
>            
>     
> Microsoft ® Encarta ® 2006. © 1993-2005 Microsoft
> Corporation. All rights reserved.
> Natural Gas Production    
>     
> (Billion cu feet)         
>             
> 
> 1
>     Russia     
> 
> 21.012
>     
> 
> BUMN
> 
> 2
>     United States     
> 
> 19.917
>     
> 
> 19.917
> 
> 3
>     Canada     
> 
> 6.639
>     
> 
> 6.639
> 
> 4
>     United Kingdom     
> 
> 3.602
>     
> 
> 3.602
> 
> 5
>     Algeria     
> 
> 2.790
>     
> 
> 2.790
> 
> 6
>     Iran     
> 
> 2.649
>     
> 
> BUMN
> 
> 7
>     Netherlands, The     
> 
> 2.649
>     
> 
> 2.649
> 
> 8
>     Indonesia     
> 
> 2.472
>     
> 
> 2.472
> 
> 9
>     Norway     
> 
> 2.401
>     
> 
> BUMN
> 
> 10
>     Uzbekistan     
> 
> 2.048
>     
> 
> 2.048
> 
> 11
>     Saudi Arabia     
> 
> 2.013
>     
> 
> BUMN
> 
> 12
>     Turkmenistan     
> 
> 1.907
>     
> 
> 1..907
> 
> 13
>     Malaysia     
> 
> 1.730
>     
> 
> 1.730
> 
> 14
>     United Arab Emirates    
> 
> 
> 1.519
>     
> 
> 1.519
> 
> 15
>     Mexico     
> 
> 1.342
>     
> 
> 1.342
> 
> 16
>     Argentina     
> 
> 1.271
>     
> 
> 1.271
> 
> 17
>     Australia     
> 
> 1.271
>     
> 
> 1.271
> 
> 18
>     China     
> 
> 1.165
>     
> 
> 1.165
> 
> 19
>     Qatar     
> 
> 1.059
>     
> 
> BUMN
> 
> 20
>     Venezuela     
> 
> 1.059
>     
> 
> BUMN
> 
> 21
>     Egypt     
> 
> 953
>     
> 
> 953
> 
> 22
>     India     
> 
> 883
>     
> 
> 883
> 
> 23
>     Pakistan     
> 
> 812
>     
> 
> 812
> 
> 24
>     Germany     
> 
> 777
>     
> 
> 777
> 
> 25
>     Thailand     
> 
> 671
>     
> 
> 671
> 
> 26
>     Ukraine     
> 
> 636
>     
> 
> 636
> 
> 27
>     Trinidad and Tobago     
> 
> 600
>     
> 
> 600
> 
> 28
>     Oman     
> 
> 530
>     
> 
> 530
> 
> 29
>     Italy     
> 
> 530
>     
> 
> 530
> 
> 30
>     Nigeria     
> 
> 494
>     
> 
> 494
> 
> 31
>     Romania     
> 
> 459
>     
> 
> 459

> 
> 32
>     Kazakhstan     
> 
> 459
>     
> 
> 459
> 
> 33
>     Brunei     
> 
> 388
>     
> 
> 388
> 
> 34
>     Bangladesh     
> 
> 388
>     
> 
> 388
> 
> 35
>     Bahrain     
> 
> 318
>     
> 
> 318
> 
> 36
>     Brazil     
> 
> 283
>     
> 
> 283
> 
> 37
>     Denmark     
> 
> 283
>     
> 
> 283
> 
> 38
>     Kuwait     
> 
> 283
>     
> 
> BUMN
> 
> 39
>     Myanmar     
> 
> 283
>     
> 
> 283
> 
> 40
>     New Zealand     
> 
> 212
>     
> 
> 212
> 
> 41
>     Libya     
> 
> 212
>     
> 
> 212
> 
> 42
>     Poland     
> 
> 212
>     
> 
> 212
> 
> 43
>     Colombia     
> 
> 212
>     
> 
> 212
> 
> 44
>     Bolivia     
> 
> 212
>     
> 
> 212
> 
> 45
>     Syria     
> 
> 212
>     
> 
> 212
> 
> 46
>     Azerbaijan     
> 
> 177
>     
> 
> 177
> 
> 47
>     Hungary     
> 
> 106
>     
> 
> 106
> 
> 48
>     Japan     
> 
> 106
>     
> 
> 106
> 
> 49
>     Iraq     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 50
>     Croatia     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 51
>     France     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 52
>     Austria     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 53
>     South Africa     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 54
>     Tunisia     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 55
>     Philippines     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 56
>     Vietnam     
> 
> 71
>     
> 
> 71
> 
> 57
>     Angola     
> 
> 35
>     
> 
> 35
> 
> 58
>     Chile     
> 
> 35
>     
> 
> 35
> 
> 59
>     Côte d’Ivoire     
> 
> 35
>     
> 
> 35
> 
> 60
>     Equatorial Guinea     
> 
> 35
>     
> 
> 35
> 
> 61
>     Ireland     
> 
> 35
>     
> 
> 35
> 
> 62
>     Serbia and Montenegro    
> 
> 
> 35
>     
> 
> 35
> 
> 63
>     Spain     
> 
> 35
>     
> 
> 35
>             
>             
> 
> 62.543
> 
> ===
> Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
> http://media-islam.or.id

> 
> 
> --- Pada Kam, 9/7/09, Bango Samparan <[email protected]>
> menulis:
> 
> > Dari: Bango Samparan <[email protected]>
> > Judul: Re: [Is-lam] Bls:  Fw: PEMULUNG NAIK KRL
> UNTUK MENGUBUR ANAKNYA
> > Kepada: [email protected]
> > Tanggal: Kamis, 9 Juli, 2009, 6:04 AM
> > Om,
> > nyantainya juga sama-sama donk. Mosok yang golput dan
> yang
> > tidak memilih SBY-BOEDIONO kok seakan trus dianggap
> sebagai
> > free-rider (penikmat) saja :-)
> > 
> > 2 temen saya dokter, selalu golput. Tapi dia punya
> lembaga
> > pelayanan pengobatan gratis. Tiap hari sekitar 50-100
> orang
> > - kebanyakan kalangan tidak mampu - diperiksa dan
> diberi
> > obat gratis-tis. Musim liburan ini juga ngadakan
> sunnatan
> > massal gratis-tis juga, sekitar 600-800 anak-anak -
> biasanya
> > dari kalangan tidak mampu - disunat, biasanya juga
> ditambahi
> > dikasih sarung sama bingkisan.
> > 
> > Om, apa karena golput trus amal yang begituan tidak
> layak
> > dihitung sebagai tindakan memakmurkan negeri ini tho?
> > 
> > Ngingeten lho Om, Umar tuh sebagai penguasa sangat
> gelisah
> > dan akhirnya sering meronda kesana kemari. Beliau
> begitu,
> > takut kalau-kalau Allah akan meminta pertanggungan
> jawab
> > bahkan ketika ada keledai
> >  yang mati di daerah kekuasaannya.
> > 
> > Salam hangat
> > 
> > B. Samparan
> > 
> > --- On Thu, 7/9/09, Yandi Dwiputra F
> > <[email protected]>
> wrote:
> > 
> > From: Yandi Dwiputra F
> > <[email protected]>
> > Subject: Re: [Is-lam] Bls:  Fw: PEMULUNG NAIK KRL
> UNTUK
> > MENGUBUR ANAKNYA
> > To: [email protected]
> > Date: Thursday, July 9, 2009, 4:03 PM
> > 
> > 
> > 
> >  
> > 
> > 
> > hehehe....santai aja dong kang
> > jangan terlalu 
> > semangat......
> >  
> > yah 
> > masak sih kang kita gak ikut merasakannya apabila
> misalnya
> > nanti keadaan ekonomi 
> > kita semakin membaik, harga sembako semakin murah,
> > pendidikan dan kesehatan 
> > gratis, trasnportasi membaik, keamanan relatif stabil,
> 
> > dll.........
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >       
> > -----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
> > 
> > _______________________________________________
> > Is-lam mailing list
> > [email protected]
> > http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

> > 
> 
> 
>      
> ___________________________________________________________________________
> Nama baru untuk Anda! 
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru
> @ymail dan @rocketmail. 
> Cepat sebelum diambil orang lain!
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

> 
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
> 


      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke