Wah, gak jadi diperiksa dong mas... ampun deh, dah gitu petugasnya
seperti gak brani ambil resiko lagi.. huuuuh. Saya kemaren itu dirumah
dah siapkan kartu dan ktp sekaligus fotocopy 10 lembar biar gak
bolak-balik. Ini hasil belajar dari pengalaman bapak mertua biar gak
terulang lagi. Sepertinya utk data yg melibatkan kerjasama antar
instansi memang masih konvensional mas, jadi belum bisa dikatakan
online sepenuhnya krn mungkin tiap2 instansi punya sistem database
sendiri2. Utk sementara tidak terlalu aneh kalo ada yg bilang
komputerisasi adalah sekedar menggantikan fungsi mesin ketik saja,
bahkan paperless pun juga blom tentu (toh tdk terjadi pengurangan
pegawai atau diferensiasi pekerjaan bagi para pegawai negeri terutama
dibagian data adminstrasi).

Kalo dari info yg beredar hiperaktif biasanya digambarkan dengan
gejala utamanya adalah anak sulit melakukan konsentrasi. Perhatian
mudah sekali beralih atau mudah diganggu oleh stimulus-stimulus obyek
luar. Pada anak-anak usia 0-3 th hiperaktifitas kemungkinan besar agak
sulit dideteksi krn pada dasarnya anak-anak usia dini memang dari
sananya cenderung hiperaktif (ada yg bilang kesenengan melihat dunia
meskipun pas mbrojol rata-rata pake acara nangis dulu.. :-).

Dari anak-anak dengan histori hiperaktifitas yg saya kenal mereka
rata-rata berprestasi dgn sangat baik disekolahnya dengan latar
belakang sikap orangtua yang sangat memperhatikan perkembangan mereka.
Ya kalo nurut saya sepertinya gak ada bedanya antara hiperaktif dan
non-hiperaktif, toh pada intinya sikap positif orangtua terhadap anak
adalah sesuatu yang esensial bagi perkembangan anak. Untuk masalah
bicara itu anu mas... anak saya yg sulung (laki) juga gitu, dulu
ngomongnya ya mah..meh.. gitu tdk seperti kakaknya (perempuan) yg usia
11 bulan sudah terlihat mulai trampil. Lha yg kecil itu baru umur 3 th
(1 hari setelah disapih) baru bisa jelas ngomongnya, dan dalam 1-2
minggu kemudian terjadi perkembangan amat sangat pesat, kosa-kata
melonjak drastis sampe saya sendiri terkaget-kaget kog. Kalo nurut
para ahli sih usia sampai 5 th masih dianggap oke bagi anak-anak yg
terlambat bicara, terkecuali jika memang ada kelainan dalam hal faali
/ syaraf. Gitu mas...

:)
salam hangat

2009/7/23 Echy Pamungkas <[email protected]>:
> Aslm.
>
> Kang Dewa, apa yang panjenengan sepertinya hampir menimpa semua pasien di RS
> Pemerintah. Jadi bertanya-tanya, memang kalau RS Pemerintah layanannya harus
> begitu yah?
>
> Ini saya baru saja pulang dari RS dengan penuh kekecewaan. Januari lalu saya
> pernah dapat rujukan dari RS Banyumas yang konon terbaik di Barlingmascakeb
> (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen). Diagnosa anak
> sulung saya yang baru 2 tahun 9 bulan itu masih belum jelas, antara
> hiperaktif dan gangguan pendengaran, gejalanya anak belum bisa ngomong dan
> aktif sekali. Untuk lebih jelasnya, dokter THT membuat rujukan agar anak
> saya di tes BERRA di RS Sarjito Yogyakarta.
>
> Tapi berhubung saat itu kami belum punya dana cukup untuk pergi ke Jogja,
> barulah pada pertengahan Juli ini saya kembali ke RS Banyumas untuk
> memperpanjang rujukan. Salah saya juga kenapa ASKES anak sampai 'ketingsut'
> entah kemana.
>
> Tapi karena sudah telanjur ijin nggak masuk kerja,saya nekad membawa anak ke
> RS Banyumas yang perjalanannya hampir 2 jam (plus ngetemnya) dari rumah saya
> dengan kendaraan umum. Saya pede saja karena saya punya rujukan dokter
> keluarga dan rujukan dari dokter THT untuk ke Sarjito yang urung saya
> gunakan. Toh didalamnya ada no induk ASKES anak saya, kalo komputerize kan
> tetap bisa dicari.
>
> Tapi perjalanan kami dengan anak ke RS Banyumas selama hampir 2 jam dengan
> bis yang panas dan sesak sia-sia. Petugas ASKES tetap minta bukti askes
> asli, alasannya kalau tanpa itu komputernya tidak bisa. Saya jadi bingung,
> kan yang di-input cuma kodenya, no induknya, bukan kartunya!
>
> Kalau saya melihat Alfamart (mungkin memang sedikit berbeda) juga
> menggunakan komputerize, kalau saya nggak bawa kartu aku, saya cukup
> menyebutkan no kartunya saja beres. Aneh aja, lalu apa gnanya komputerize
> yang serba online, kalau ternyata ngurus perpanjangan rujukan
> berbelit-belit, padahal jelas-jelas nggak mungkin saya nipu ngaku-ngaku
> punya askes, buktinya dokter setempat dulu pernah mengeluarkan rujukan. Ah
> entahlah, padahal kepentingan saya cuma memperpanjang rujukan untuk periksa
> di Jogja. Mungkin saya yang salah karena teledor kartu bisa hilang.
> Hehehe....yang saya harap, anak saya bisa sembuh dan normal seperti
> anak-anak pada umumnya.
>
> Wassalam.
>
> Echy Pamungkas
>
> --- Pada Kam, 23/7/09, Dewa Gede Permana <[email protected]>
> menulis:
>
> Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Judul: Re: [Is-lam] [***SPAM*** Score/Req: 08.70/05.00] Re: Fw: Orang Miskin
> Dilarang Sakit
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Kamis, 23 Juli, 2009, 2:04 AM
>
> Syukron atas semua saran serta nasihat dari Mas Echy, Mas Fahru, Mas
> Mawan, Mas Saidi, Mas Syarif, Om Wong, Mas Nizami, Mas Bango, dan
> rekan2 lainnya yg tak bisa diabsen atu2. Apa yg telah sohiebz2
> sarankan itu pun sudah saya sampaikan ke bininda. Saya baru bisa
> meninggalkan istri jam 23.30, dari pagi jam 8.00 nunggu di RSUP utk
> pesan kamar dan ternyata penuh semua; dan sudah saya coba siang tadi
> konfirmasi ke RSUP lain dan ternyata juga penuh, no room. Rupanya DBD
> memang lagi panen raya... dan akibatnya jam 21.00 baru dapat kamar dan
> itupun di kelas 3... :)) Diajak ke RS swasta blio gak mau, ya
> sudah.... sempat kepikir mungkin istri memang lagi pengen merasakan
> layanan jamsostek, ya wis terserah saja. Terbukti selama hampir 10 jam
> ngendon di UGD katanya kaki kedinginan tanpa ada jasa penyewaan
> selimut, kepala tambah nut-nut an dan suara lumayan berisik dari
> pasien2 yg keluar-masuk. Saya juga ngerasa diusir-usir meskipun pake
> cara halus (dimana-mana UGD memang bukan tempat utk mojok). Sistem
> informasi di RS katanya sudah computerized, tapi utk memprediksi kamar
> kosong kog masih njlimet gak karuan... kayaknya kog seperti di
> "manual-manual" kan, padahal kasus2 DBD sudah ratusan bahkan ribuan
> ditangani RSUP. Mungkin utk sementara ilmu statistik mendadak menjadi
> "not applicable" utk urusan booking kamar. Yang saya butuhkan
> sebetulnya hanya "ada" atau "tidak ada" utk 3-4 jam kedepan? tetapi
> justru jawaban bag registrasi terdengar rada nyleneh dan nggantung :
> "tidak bisa diperkirakan pak, ya sabar saja mudah-mudahan ada... bapak
> cek lagi saja setiap setengah jam !...@#$%".... weeeitsss 'n zzziiii
> ternyata 10 jam kemudian baru ada... :))) Sebetulnya kalau dilihat
> dari segi keramahan mereka (front desk) dapatlah dikatakan cukup baik
> dalam memberikan layanan sbg customer service, namun mungkin sistem yg
> dibangun oleh RS itulah yg seringkali membuat mereka juga tdk bisa
> berbuat banyak. Seharian dari pagi sampe malam sepertinya saya disuruh
> senam kesabaran. Yo wis dah nasib... yg penting ane gak ikutan
> kebawa-bawa ambruk, ntar malah repot kalo gak ada yg nganter anak2
> brangkat sekolah.
>
> Sebetulnya ada beberapa kejanggalan kecil yg saya temui hari ini
> terkait dengan layanan thd kelompok jamsostek-mania, tetapi blom bisa
> saya ungkap sebelum perawatan atas istri saya ini tuntas. Bener apa
> kata Om Wong, tadi sebelum saya pulang, sempat juga ambil juice bening
> sebanyak 600 cc (6 kantong) ke depo farmasi... :))
>
> :)
> Salam Hangat
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> ________________________________
> Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke