Anu mas... maksute jual-able itu sebetulnya terkait dgn efektifitas
daya serap suatu dakwah. Kalo tdk salah Kanjeng Nabi juga melakukan
teknik penyampaian yg berbeda disesuaikan dgn seberapa besar daya
serap orang yg diajak berbicara.
Menjelaskan kegunaan heroin dihadapan team dokter tentu akan berbeda
dibandingkan menjelaskan kepada sekelompok anak remaja. Tentu ada
perbedaan dalam cara mengemas isi dakwah. Begitu juga hal nya dengan
berpoligami, lha kan dulu tdk semua orang arab punya budak...  dan
saya juga nggak tau Bilal itu istrinya brapa... :))

:)
salam hangat

2009/7/28 Syarif Hidayat <[email protected]>:
> Hmmm,.
> Jual able gaknya sih, saya belum bisa menjawab,...
> Ketika hukum polygami dimasukan ke dalam syariah semasa jaman rosul Muhammad
> SAW, saat itu keadaan jamannya sedikit berbeda dengan sekarang, dimana pada
> waktu itu, masalah sosial yang terjadi adalah suatu masa dimana terjadinya
> banyak perjinahan, perbudakan, perang dan kemiskinan. Walau sekarangpun
> masih demikian juga. Bedanya, pada masa tersebut semua masalah tersebut
> diselesaikan melalui syariah Islam yang kaffah (khusus daerah-daerah yang
> sudah memeluk Islam saja). Jadi memang pada saat tersebut sedang ada
> permintaan pasar dimana diperlukan solusi singkat, cepat dan tepat untuk
> mengatasi masalah-masalah sosial di masyarakat. Dan... Islam datang tepat
> pada waktunya.
>
> Jaman sekarang (khususnya Indonesia) harus diakui bahwa keadaanya sudah
> lebih baik daripada jaman jahiliah Arab semasa Rosul. Akan tetapi potensi
> dan tantangan masalah sosialnya lebih tinggi lagi,
> Kemajuan teknologi, pendidikan, dan kebudayaan modern yang salah arah (tidak
> terkontrol secara moral & spiritual) menyebabkan potensi dan kesempatan
> untuk berbuat maksiat atau sesuatu yang lebih merugikan yang akan berdampak
> terhadap masyarakat ternyata lebih besar lagi daripada semasa jaman
> jahiliah.
>
> Ini suatu contoh :
> Pada saat jaman jahiliah,. untuk berjinah seseorang harus punya harta cukup
> yang bisa dipakai untuk membeli wanita (semasa itu wanita diperjual belikan)
> atau jika tidak punya terpaksa harus merampok dulu dengan resiko dipenggal
> musuh. Jika ingin pergi ke tempat maksiat sekalipun harus menunggang unta,
> atau jalan kaki yang memerlukan waktu lebih lama.
>
> Pada jaman ini di Indonsia, untuk berjinah seseorang tampa harus naik onta
> atau jalan kaki, bisa langsung tinggal telepon saja, maka barang akan
> diantar ke rumah. Jika tidak punya uang, asal sudah berlangganan maka bisa
> pake sistem tagihan. :) atau credit card.
> Untuk berjudi tidak usah pergi ke Casino, cukup nyalakan komputer saja
> bahkan bisa lewat PDA atau HP sambil baringan di tempat tidur. Belum lagi
> dengan banyaknya obat-obat penambah nafsu makan,.. eh maksud saya anu...:)
> Untuk berselingkuh, bahkan lebih mudah lagi, kapan saja dimana saja, dengan
> siapa saja asal mau sama mau maka terjadilah karna fasilitias, kesempataan
> dan keadaan memang sudah mendukung untuk itu (khusus kota besar saja)
>
> Jika sampeyan tanya jual able gak nya,.. ya saya jawab,.. bukan masalah jual
> able gaknya,.. tetapi bangsa ini butuh gak sih?
> Kan ada pepatah "Siapa yang perlu ya dia yang datang toh.."
> Hi,,,hi,,,hi
>
> Kecuali kalau kita sudah memang merasa gak butuh dan menyombongkan diri
> seperti kaum sekuler, ya udah selesai tinggal tunggu aja azabnya. Gak usah
> nunggu tsunami atau air bah, atau gunung meletus, flue babi, Aids, korupsi
> dan penyimpangan seksual sudah cukup untuk menghancurkan suatu tatanan
> sosial.
> Bommmmmm.......... Budi tidak bisa main Bola...... karna Bola nya lebih
> mahal daripada Bom, ya udah main Bom ajah....
>
>
> Wasalam
>
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Dewa Gede Permana" <[email protected]>
> To: <[email protected]>
> Sent: Tuesday, July 28, 2009 2:02 PM
> Subject: Re: [Is-lam] Ada apa dengan anti POLGAMI?
>
>
> Betul mas, rupanya utk berpoligami butuh kesiapan unggul, baik itu
> pengetahuan, kemampuan mengelola, tekad, dan tujuan.
> Terbersit pikiran harusnya kalo memang muncul dorongan utk berpoligami
> ya ambil aja janda-janda yatim atau janda-janda yg berada dalam
> keadaan moral dan sosialnya tertindas, yang kebanyakannya ada di
> pelosok atau di emperan jalan atau dikehidupan malam; jadi bukannya
> milih gadis2 ting-ting nan cantik dari kalangan cukup mapan, status
> ekonomi mantap dgn warisan melimpah dan pengetahuan agamanya pun
> baik... :))
>
> Gimana tuh mas kalo seperti itu, kira-kira proyek poligami ini akan
> jual-able gak ?
>
> 2009/7/28 Syarif Hidayat <[email protected]>:
>>
>> Jika polygami sudah bisa dijalankan dengan benar oleh orang yang benar,
>> maka
>> hal ini malah bisa sebagai pemicu pemerataan ekonomi dan peningkatan moral
>> sosial di masyarakat.
>>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
> _______________________________________________
> Is-lam mailing list
> [email protected]
> http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
>
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke