Nek istri saya tuh boleh lho mas saya nambah. Dia malah sering menceritakan 
juga, nih ada temen yang sudah perawan tua, ya nggak jelek-jelek amat, trus ada 
juga janda, begini begitu. Gimana?

Tapi kalau trus tak timbang-timbang diri ini, pakai neraca merek "tahu diri", 
kok ya jadi malu sendiri kalau mau nambah. Pertama, jadi suami istri yang ini 
saja rasanya belum optimal (adil?)kok, mau nambah-nambah. Kedua, lawong 
keimanan dan ilmu agama masih kelas ngalor-ngidul, opo ya pantes nambah satu 
lagi, opo yo iso mendidik dengan baik-baik. Ketiga, tak hitung-hitung wong saya 
ini ya cukupan saya ekonominya, nambah lagi rasanya malah bisa berabe, yang 
lama jadi rekoso, begitu pun yang baru. Keempat, kelihatan juga nggak ada yang 
mau sama aku=)) Kelima, nih istri, tambah tua, tambah mateng dan makin asyik 
saja je =)) Keenam, mbayangin saja sudah capek rasanya ni badan=))

BTW, kalau memang ada yang kelebihan energi dan harta, cukup matang jiwanya, 
ilmu juga cukup, ya kenapa tidak mengambil beban lebih. Kalau soal 
cemburu-cemburu-an, rasanya mah, cuma satu saja juga bisa jadi penyakit.

Tul enggak tuh?

Salam hangat
B. Samparan


--- On Wed, 7/29/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> wrote:

> From: Dewa Gede Permana <[email protected]>
> Subject: Re: [Is-lam] POLGAM : Bukti Seshalehan Istri
> To: [email protected]
> Date: Wednesday, July 29, 2009, 2:23 PM
> betul mas, dan lelaki yang beruntung
> mendapatkannya malah akan merasa
> sulit utk membagi perhatiannya kpd wanita2 lain.
> karenanya mereka justru malah tak terpikir utk mencari
> wanita-wanita lain.
> 



      
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke