On 1 Aug 2009 at 22:41, Dewa Gede Permana wrote:

> Hal yg terpenting nurutku yg dhoif ini adalah kite
> nih kudu sadar dan paham sebenar-benar pemahaman
> siapa yg jadi sumber penggerak hakiki, dan ke pusat
> titik itulah seharusnya konsentrasi hati ditujukan
> tanpa ada perantara apapun lagi. (akal pikiran tdk
> bisa melakukan ini krn pasti akan terhalang hijab
> inderawiah serta hijab akal itu sendiri). 

ambil contoh dari link berita sbb :

mana yg sudah sadar dan yang belum sadar ?

http://www.detiknews.com/read/2009/08/02/105633/1175813/10/anak-sakit-tapi-lebih-banyak-berdoa-pria-wisconsin-dituduh-membunuh

http://www.detiknews.com/read/2009/08/02/153510/1175907/10/alat-pendeteksi-suhu-tubuh-di-terminal-2-cengkareng-hanya-formalitas

http://www.detiknews.com/read/2009/08/02/145017/1175897/10/tjahjo-dpr-bukan-airport-berlebihan-dipasangi-pendeteksi-flu-babi

ikut prihatin

sinung


> Adapun kekufuran (keterhijaban) terjadi adalah
> karena masih adanya pengakuan hati bhw ada oknum
> perantara dibalik sumber penggerak tadi. Nurutku,
> yahudi jatuh kufur krn menggunakan akal dalam
> mencapai sumber penggerak; dan nasrani jatuh kufur
> krn hati masih butuh perantara utk sampai ke sumber
> penggerak. Kalo ada yahudi dan nasrani
> gontok-gontokan ya wis biarin aja cape sendiri....
> :)) 


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke