Assalamu'alaikum Wr Wb
Sebenarnya saya nggak pengen latah dengan ikut memperbincangkan kematian Mbah
Surip yang doyan kopi dan rokok. Tapi, pagi ini ada yang menggelitik, ketika WS
Rendra juga meninggal, di pekan yang sama dan dimakamkan di pemakaman yang sama
dengan Mbah Surip, yaitu di Bengkel Teaternya Rendra sendiri dan sama-sama
basic-nya seni.
Allah memang yang paling paham alur skenario dari seluruh sandiwara yang ada di
dunia ini. Termasuk untuk apa Allah baru memunculkan Mbah Surip setelah sekian
lama si Mbah ini nyemplung di dunia seni yang dia pahami dengan caranya. Dan
Allah belum memberlakukan Hukum Gossen pada ketenaran Mbah Surip, karena saat
di klimaks, episode tentang mbah surip-pun tamat alias "the end".
Beberapa hari menjelang meninggal, Mbah Surip berkelakar kalau meninggal ingin
dimakamkan di Bengkel Teater Rendra di bawah pohon jengkol. Setelah meninggal,
keinginannyapun diluluskan Sang Burung Merak. Uniknya, tiga hari kemudian "Si
Tuan Rumah" ikut berpulang.
Siapa yang tidak mengenal Rendra. Sejak mengenal puisi di Taman
Kanak-kanak, anak-anak juga dikenalkan puisi-puisinya. Buku-buku Bahasa
Indonesia dan Sastra mengukir nama dan puisinya. Meskipun setahu saya, semakin
tahun Rendra hanya dikenal secara eksklusif oleh kalangan seniman (baca-
seniman tertentu).
Si Mbah dan Si Merak mungkin fenomena. Sayangnya keterbatasan otak saya, belum
bisa terlalu banyak menyimpulkan risalah kematian kedua fenomena itu. Mungkin
ada yang bisa bantu?
Wassalamu'alaikum Wr Wb
Echy Pamungkas
Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini!
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam