Kiriman dari shohibul baik Hermawan Budiarto,

“Shodaqoh Menolak Bala Bencana. Betulkah Sabda Rosululloh Shollallohu wasallam?”

Suatu hari, teman saya bercerita bahwa dia pernah mengalami kecelakaan
yang sangat mengerikan. Logika manusia berkata bahwa seharusnya ia
meninggal, tetapi tidak. Dia selamat sehat wal afiat dan hanya
mengalami luka ringan saja; istilahnya, ”nyawa balen”. Dia berkata,
”Saya tertabrak mobil dan terpental dari kendaraan lalu jatuh di dekat
ban mobil yang menabrak saya. Saya merasakan rambut terjambak oleh ban
mobil.” Di balik kisah itu, dia sedikit bertanya-tanya, ”apakah karena
itu?” Bahwa di tengah perjalanan dia melihat seorang pemulung yang
sudah tua, yang sedang sibuk membongkar sampah. Karena iba dia merogoh
koceknya dan dia berikan semuanya kepada pemulung itu.

Mungkin kita anggap bahwa itu adalah keselamatan diri karena sebuah
kebetulan. Tapi, tidak ada yang namanya sebuah kebetulan.
Dari Sayyid Ali Ar-Ridho, dari kakeknya Sayyid Ja’far Ash-Shodiq, dari
kakeknya Sayyid Ali Zainal Abidin, dari kakeknya Ali bin Abi Thalib,
dari Rasulullah Saw, bersabda: ”Sedekah melalui tangan itu dapat
menghindarikan diri dari kematian yang tidak baik, menjaga diri dari
tujuh puluh macam bencana.” Sebuah pesan penting didapat dari hadits
ini, bahwa tidak ada peristiwa kebetulan, karena segala sesuatu pasti
memiliki sebab akibat, dan perilaku yang baik akan menghasilkan buah
perilaku yang baik pula.

Dari kisah teman saya di atas, ternyata sedekah dapat merubah nasib
atau perjalanan hidup seseorang; sebenarnya tidak hanya sedekat,
tetapi doa dan silaturahmi juga dapat merubah takdir kita. Hal ini
tidak seperti yang sering kita dengar, bahwa: jodoh, mau, nasib sudah
digariskan Tuhan dan tidak bisa diganggu gugat sehingga jika kita
mengalami senang dan sengsara karena Tuhan yang menghendakinya.

Sungguh, sebenarnya manusia mampu mengubah jalan hidupnya dengan
perbuatan baik, sedekah, silaturahmi, tobat, istighfar, dan rasa
syukur. Bisa dikatakan bahwa kita bisa memilih takdir kita sendiri
(dengan doa yang disertai sedekah); sebagaimana yang terjadi pada kaum
Nabi Yunus yang berdoa dan bertaubat sehingga terhindar dari murka
Allah. Begitu juga dnegan silaturahmi yang dapat memanjangkan umur.
Al-Kulaini meriwayatkan, dari Abu Hasan berkata, ”Orang yang dapat
melakukan silaturahmi Allah akan memanjangkan umurnya tiga puluh
tahun.” Allah juga telah berfirman, ”Sesungguhnya Allah tidak akan
mengubah suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka
sendiri.” (QS. 13:11)

Alkisah, Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah didatangi seseorang yang
mengeluh karena perniagaannya yang terus merugi. Dia bertanya tentang
apa yang harus dilakukannya. Sayyidina Ali lalu memberi resep yang
berbunyi, ”Berniagalah engkau dengan Allah.” Berniaga dengan Allah
adalah dengan memperbanyak sedekah; setiap kita bersedekah berarti
kita meminjami Allah dan Allah membayarnya dengan berlipat ganda
seperti dalam surat Al-Baqarah 245: ”Siapa yang memberikan pinjaman
yang berarti kepada Allah, niscaya Allah akan melipatgandakan
pembayaran kepadanya yang banyak sekali dan Allah sanggup mempersulit
dan melapangkan rizki dan kepadaNya kamu dikembalikan.” Dengan
demikian kita dapat menghindari bencana kerugian dengan bersedekah.

Pengalaman, kisah dan sejarah telah mengajarkan kepada kita, bahwa
ternyata sedekah mampu memiliki daya rubah yang luar biasa. Seperti
kisah yang sering kita dengar; dimana seorang pelacur masuk surga
hanya lantaran memberi sedekah air kepada seekor anjing yang kehausan.
Dia terbebas dari bencana neraka karena sedekahnya. Dari kita itu kita
semakin yakin bahwa sedekah memang memiliki kemampuan untuk merubah
dan menolak bencana. Akan sia-sia jika kita memandang sedekah sebagai
hal yang hanya sekedar mengurangi saldo. Dan hanya pada-Nya kita semua
akan kembali. Wallahu a’lam[]

Her Budiarto

Sumber: Buletin Dakwah Pelita Hati Nomor: 03, Edisi: 10, 30 Desember 2005
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke