astaghfirullahal 'adzim...sepertinya kiamat memang benar-benar sudah
dekat...semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang selamat...amin...
wassalamu'alikum wr wb
Echy Pamungkas
--- Pada Sel, 11/8/09, saidi <[email protected]> menulis:
Dari: saidi <[email protected]>
Judul: [Is-lam] Fw: Di dalam Muhammadiyah Muncul Kristen-Muhammadiyah
Kepada: "[is-lam]" <[email protected]>
Tanggal: Selasa, 11 Agustus, 2009, 4:56 PM
Muhammadiyah yang semakin liberal.....
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, August 11, 2009 4:23 PM
Subject: Di dalam Muhammadiyah Muncul Kristen-Muhammadiyah
Di dalam Muhammadiyah Muncul Kristen-Muhammadiyah
FRANS AGUNG
/
Selasa, 11 Agustus 2009 | 02:44 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi teror tidak hanya mengguncang tata keamanan
nasional, tapi juga wajah Islam ikut terbawa. Pelaku teror yang mengatasnamakan
Islam cukup mengundang reaksi dari banyak pihak. Di tengah situasi demikian,
saat proses hukum pascapeledakan bom Mega Kuningan masih berlangsung, duet
intelektual Muhammadiyah menerbitkan buku Kristen Muhammadiyah Konvergensi
Muslim dan Kristen dalam Pendidikan. "Kelahirannya sangat tepat, soalnya
ekstremisme dan terorisme sedang berkembang. Itu merupakan bentuk intolerisme,"
komentar Suyanto, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional, dalam peluncuran buku terbitan Al-Wasat Publishing House
di Gedung Muhammadiyah Jakarta, Senin (10/8).
Buku karangan Abdul Mu'ti dan Fajar Riza Ul Haq ini memang mengisahkan
toleransi antara minoritas Islam dengan mayoritas Kristen baik Katolik maupun
Protestan dalam wadah pendidikan Muhammadiyah. Buku yang merupakan bagian dari
desertasi Mu'ti ini memaparkan bagaimana SMA Muhammadiyah di Ende diterima baik
oleh masyarakat yang mayoritas beragama Katolik. Bahkan 2/3 muridnya beragama
Katolik. Bagi mereka ini disediakan guru agama Katolik secara tersendiri.
Bagitu pula dengan SMP Muhammadiyah di Serui Teluk Cenderawasih Papua dan SMA
Muhammadiyah di Putussibau Kalimantan Barat.
Selain di Putussibau perguruan yang dirintis Kyai Haji Ahmad Dahlan itu,
menyediakan guru Kristen atau Katolik dan tidak mewajibkan memakai jilbab bagi
yang non-Muslim. Dengan demikian, menurut Suyanto, melalui buku ini orang bisa
mengembangkan pendidikan partisipatif yang menjamin toleransi. "Pada prinsipnya
orang akan cepat belajar kalau ada contoh-contohnya. Ini contoh baik untuk
mengajari anak-anak dalam toleransi keberagaman," tuturnya.
Adapun menurut Abdul Malik Fadjar, mantan Menteri Pendidikan Nasional pada
Kabinet Gotong Royong, buku setebal 269 halaman ini menarik karena mampu
menggugah kita bersama, bahwa bumi nusantara ini memerlukan upaya konvergensi
untuk mencari titik temu kemajemukan dalam menyongsong Indonesia baru. "Oleh
karena itu, saya yakin Indonesia mampu menjadi juru bicara perdamaian dunia,"
lontarnya.
Lain lagi pendapat Bambang Pranowo. Ia berpendapat karya paduan mantan ketua
umum PP Pemuda Muhammadiyah dan direktur program Ma'arif Institute ini menepis
paradigma Muhammadiyah yang puritan, tidak toleran dan tidak bersahabat dengan
tradisi lokal. Dari awalnya Muhammadiyah lekat dengan anti TBC (takhayul,
bid'ah dan khurafat), namun akhirnya dikembalikan pada lambang matahari.
"Sinarnya memancar pada siapapun di manapun. Menyinari dengan amal karyanya
terutama melalui pendidikan," papar Bambang.
Sinar itu kini memacar di Ende, Serui dan Putussibu. Mereka hadir karena mereka
melihat titik temu kepentingan dakwah dengan kebutuhan masyarakat. Hal ini
terbukti, dengan melihat 2 alasan tertinggi kenapa banyak anak Katolik dan
Protestan bersekolah di Muhammadiyah, yakni karena bagus dan murah. "Musuh kita
sebagai musuh bersama adalah kemiskinan. Siapapun yang concern pada hal ini
akan diterima," ucap Bambang.
Saat ini, Fadjar menambahkan bahwa Muhammadiyah yang katanya puritan ternyata
telah berintegrasi dengan lahirnya Muhammadiyah-Nahdlatul Ulama (MuNU) dan
Marhaenisme-Muhammadiya (Marmud). "Namun sekarang sudah tambah satu lagi,
Krismuha atau Kristen-Muhammadiyah. Krismuha adalah orang Kristen yang sangat
memahami, menjiwai dan mendukung Muhammadiyah," tandasnya.
Thanx
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan
jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam