iya kang,
 
saya yang juga jualan habbatus sauda, sari kurma dan madu lalu saya pantas 
disebut teroris? saya sedih banget di kecamatan tetangga ada ikhwah jamaah 
tabligh diusir mentah-mentah kayak (maaf) ayam...
 
semoga Allah menguatkan saudara-saudara kita itu...
 
Wassalamu'alaikum 
Echy Pamungkas

--- Pada Rab, 19/8/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> menulis:


Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Judul: [Is-lam] Penampilan Seperti Ini Bukanlah Teroris
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 19 Agustus, 2009, 7:51 AM








Penampilan Seperti Ini Bukanlah Teroris
 
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal
[Pengasuh Radio Muslim, Jogjakarta]

Setelah peristiwa pengeboman Mega Kuningan 17 Juli 2009, polisi mulai 
melancarkan operasi penangkapan terhadap orang-orang yang diduga teroris. 
Seperti kemarin baru saja kita saksikan penyergapan di Jatiasih dan Temanggung 
yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri. Dalam penyergapan 
tersebut diduga bahwa kepolisian telah berhasil menewaskan pelaku teroris nomor 
satu di negeri ini yaitu Noordin M Top, yang berkewanegaraan Malaysia. Di 
samping itu, kita lihat di beberapa tempat polisi juga melakukan raziah dengan 
tujuan untuk mencari orang-orang yang diduga teroris.

Namun bukanlah peristiwa ini yang kami sayangkan. Yang kami risaukan adalah 
tanggapan masyarakat saat ini mengenai orang-orang yang berpenampilan sama 
dengan pelaku-pelaku pengeboman. Sejak masa Amrozi dan Ali Imron dulu, sebagian 
orang memiliki anggapan bahwa orang-orang yang berjenggot dan memakai celana di 
atas mata kaki adalah orang-orang yang sekelompok dengan Noordin cs. Atau 
istri-istri mereka yang mengenakan cadar dituduh sebagai istri para teroris.
Oleh karena itu, dalam tulisan yang singkat ini, kami ingin sekali memberikan 
penjelasan kepada kaum muslimin bahwa tidak setiap orang yang berpenampilan 
sama itu memiliki kesamaan dalam tingkah laku. Jadi, belum tentu orang yang 
berpenampilan dengan celana di atas mata kaki atau berjenggot adalah teroris 
atau temannya teroris atau sekomplotan dengan teroris. Tidak otomatis dari 
penampilan semata seseorang bisa dituduh teroris.
Semoga setiap muslim yang membaca artikel ini mendapatkan pencerahan dan 
mendapatkan taufik dari Allah Ta’ala.

Mengenai Penutup Wajah (Cadar)

Perlu diketahui bahwasanya menutup wajah itu memiliki dasar dari ajaran Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam terlepas apakah menutup wajah merupakan suatu 
yang wajib ataukah mustahab (dianjurkan). Kita dapat melihat dalam hadits Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam 
berkata kepada para wanita, “Wanita yang berihrom itu tidak boleh mengenakan 
niqob maupun kaos tangan.” (HR. Bukhari, An Nasa’i, Al Baihaqi, Ahmad dari Ibnu 
Umar secara marfu’ –yaitu sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-). 
Niqob adalah kain penutup wajah mulai dari hidung atau dari bawah lekuk mata ke 
bawah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah ketika menafsirkan surat An Nur ayat 
59 berkata, ”Ini menunjukkan bahwa cadar dan kaos tangan biasa dipakai oleh 
wanita-wanita yang tidak sedang berihrom. Hal itu menunjukkan bahwa mereka itu 
menutup wajah dan kedua tangan mereka.”
Sebagai bukti lainnya juga, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Ummahatul 
Mukminin (Ibunda orang mukmin yaitu istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa 
sallam) biasa menutup wajah-wajah mereka. Di antara riwayat tersebut adalah : 
Dari Abdullah bin ‘Umar, beliau berkata, ”Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa 
sallam memperlihatkan Shofiyah kepada para shahabiyah, beliau shallallahu 
‘alaihi wa sallam melihat Aisyah mengenakan cadar di kerumunan para wanita. Dan 
beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui kalau itu adalah Aisyah dari 
cadarnya.” (HR. Ibnu Sa’ad)
Jadi, lihatlah bahwa para istri Nabi juga para sahabat sudah terbiasa 
menggunakan penutup wajah. Mungkin kaum muslimin saat ini saja yang merasa 
asing dan aneh dengan penampilan semacam itu.

Mengenai Jenggot

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam- 
mengatakan, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang 
berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih 
sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah 
mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di 
Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu 
wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya 
terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il 
Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al 
Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

Lihatlah saudaraku, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat di atas 
dengan sangat jelas terlihat memiliki jenggot. Lalu pantaskah beliau dikatakan 
sebagai biang kerok berbagai bom terror sebagaimana yang dikatakan pada Noordin 
M Top dan Amrozi?! Semoga lidah dan lisan kita tidak mengeluarkan perkataaan 
semacam ini.

Mengenai Celana Di Atas Mata Kaki

Celana di atas mata kaki juga termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa 
sallam. Hal ini dikhususkan bagi laki-laki, sedangkan wanita diperintahkan 
untuk menutup telapak kakinya.
Dari Al Asy’ats bin Sulaim, ia berkata: Saya pernah mendengar bibi saya 
menceritakan dari pamannya yang berkata, “Ketika saya sedang berjalan di kota 
Al Madinah, tiba-tiba seorang laki-laki di belakangku berkata, ’Angkat kainmu, 
karena itu akan lebih bersih.’ Ternyata orang yang berbicara itu adalah 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata, ”Sesungguhnya yang 
kukenakan ini tak lebih hanyalah burdah yang bergaris-garis hitam dan putih”. 
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah engkau tidak menjadikan 
aku sebagai teladan?” Aku melihat kain sarung beliau, ternyata ujung bawahnya 
di pertengahan kedua betisnya.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Muhammadiyyah, hal. 
69, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

Dari penjelasan yang dipaparkan di atas, kami rasa sudah cukup jelas bahwa 
penampilan berjenggot, bercadar bagi muslimah dan berpenampilan dengan celana 
di atas mata kaki adalah termasuk ajaran Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi 
wa sallam. Lalu pantaskah orang yang mengikuti ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi 
wa sallam dikatakan teroris atau biang kerok pengeboman atau dikatakan 
komplotannya Noordin M Top? Atau pantaskah pula dikatakan kepada orang yang 
memakai cadar dengan panggilan ‘ninja’ atau istri teroris; atau kepada orang 
yang celananya cingkrang (di atas mata kaki) dengan sebutan ‘celana 
kebanjiran’; atau orang yang berjenggot disebut ‘kambing’? Padahal di sana, 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpenampilan berjenggot dan celananya di 
atas mata kaki. Begitu pula istri-istri beliau adalah istri-istri yang menutup 
wajah mereka dengan cadar.

Perhatikanlah suadaraku, sesungguhnya karena lisan seseorang bisa terjerumus 
dalam jurang kebinasaan. Hendaklah seseorang berpikir dulu sebelum berbicara. 
Siapa tahu karena lisannya, dia akan dilempar ke neraka. Rasulullah shallallahu 
‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara 
dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, 
sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada 
jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim no.7673)

Janganlah Mengolok-olok Orang yang Mengikuti Ajaran Nabi

Tidak diragukan lagi bahwa mengolok-olok Allah, Rasul-Nya, ayat-ayat-Nya dan 
syari’at-Nya termasuk dalam kekafiran sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang 
artinya), ”Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu 
selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir 
sesudah beriman.” (QS. At-Taubah [9] : 65-66).
Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahullah, seorang ulama besar dan 
faqih di Saudi Arabia pernah ditanyakan, ”Apakah termasuk dalam dua ayat yang 
disebutkan sebelumnya (yaitu surat At Taubah ayat 65-66, pen) bagi orang-orang 
yang mengejek dan mengolok-olok orang yang memelihara jenggot dan yang komitmen 
dengan agama ini?”
Beliau rahimahullah menjawab, ”Mereka yang mengejek orang yang komitmen dengan 
agama Allah dan yang menunaikan perintah-Nya, jika mereka mengejek ajaran agama 
yang mereka laksanakan, maka ini termasuk mengolok-olok mereka dan 
mengolok-olok syari’at (ajaran) Islam. Dan mengolok-olok syari’at ini termasuk 
kekafiran.
Adapun jika mereka mengolok-olok orangnya secara langsung (tanpa melihat pada 
ajaran agama yang dilakukannya baik itu pakaian atau jenggot), maka semacam ini 
tidaklah kafir. Karena seseorang bisa saja mengolok-olok orang tersebut atau 
perbuatannya. Namun setiap orang seharusnya berhati-hati, jangan sampai dia 
mengolok-olok para ulama atau orang-orang yang komitmen dengan Kitabullah dan 
Sunnah (petunjuk) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Fatawal 
Aqidah wa Arkanil Islam, Darul ‘Aqidah, hal. 120)

Kisah-Kisah Orang Yang Meremehkan Ajaran Nabi

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Maka hendaklah orang-orang yang 
menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” 
(QS. An Nur [24] : 63)
Berikut kami akan membawakan dua kisah tentang orang yang meremehkan atau tidak 
mau mengindahkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan akibat yang 
mereka peroleh di dunia. Kisah pertama kami bawakan dari Sunan Ad Darimi pada 
Bab ‘Disegerakannya hukuman di dunia bagi orang yang meremehkan perkataan Nabi 
dan tidak mengagungkannya’.
Abdurrahman bin Harmalah mengatakan, ”Seorang laki-laki datang menemui Sa’id 
bin Al Musayyib untuk menitipkan sesuatu karena mau berangkat haji dan umroh. 
Lalu Sa’id mengatakan kepadanya, ”Janganlah pergi, hendaklah kamu shalat 
terlebih dahulu karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Tidaklah keluar dari masjid setelah adzan kecuali orang munafik atau orang 
yang ada keperluan dan ingin kembali lagi ke masjid.”
Lalu orang ini mengatakan,”(Tetapi) teman-temanku sedang menunggu di Al 
Harroh.” Lalu dia keluar (dari masjid). Belum lagi Sa’id menyayangkan 
kepergiannya, tiba-tiba dikabarkan orang ini telah jatuh dari kendaraanya 
sehingga pahanya patah.” [Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini 
hasan]
Kisah kedua diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab shohihnya. Dari Ikrimah bin 
‘Ammar, (beliau berkata) Iyas bin Salamah bin Al Akwa’ telah berkata bahwa 
ayahnya mengatakan kepadanya (yaitu) ada seorang laki-laki makan dengan tangan 
kirinya di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau 
shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, ”Makanlah dengan tangan kananmu.” 
Lalu dia mengatakan, ”Aku tidak mampu.” Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa 
sallam berkata, ”Engkau memang tidak akan mampu”. Tidak ada yang menghalanginya 
untuk mentaati Nabi kecuali rasa sombong. Akhirnya, dia tidak bisa lagi 
mengangkat tangan kanannya ke mulut. (HR. Muslim no. 5387)

Perlu kami tegaskan sekali lagi, tulisan ini bukanlah dimaksudkan untuk 
mendukung aksi-aksi terror dan pengeboman. Bahkan perlu diketahui bahwa kami 
termasuk yang menentang aksi-aksi semacam itu sebagaimana yang pernah kami 
ungkapkan dalam beberapa tulisan kami yang lalu.

Juga bagi kaum muslimin yang memang belum bisa menunaikan ajaran Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam secara sempurna seperti berpenampilan berjenggot 
dan celana di atas mata kaki, kami naseharkan agar jangan sampai mencela 
orang-orang yang ingin mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa 
sallam. Kalau memang belum sanggup atau merasa berat, cukuplah lisan-lisan 
kalian diam dan tidak turut mencela. Karena penampilan seperti ini jelas-jelas 
adalah ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga tidak pantas dicemooh 
dan dicela. Adapun mengenai hukum jenggot dan celana di atas mata kaki, 
bukanlah di sini tempatnya. Kami memiliki pembahasan tersendiri mengenai hal 
ini.

Semoga Allah memberi taufik dan hidayah bagi setiap muslim yang membaca tulisan 
ini. Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu mengagungkan ajaran Nabi 
shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjaga lisan dari perkataan yang sia-sia. 
Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala 
nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

sumber: rumaysho.com
 
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----


_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam



      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke