Sebagai sesama muslim kita punya kewajiban untuk menghormati dan menghargai para musyafir, apalagi syafarnya itu didasari atas niat mardhotillah.
Saudara kita yang biasa kita kenal dengan jama'ah tablig, sejauh saya tahu dalam aktifitasnya selalu menyampaikan hal2 yang mengandung hikmah yang mungkin hal itu tidak sempat dilakukan oleh sebagian muslim lainnya, namun mereka dengan ketulusannya mau melakukannya. Akankah Islam dinegri yang mayoritas ini akan selalu menjadi umat yang tertuduh...? sehingga setiap aktifitasnya selalu dicurigai...? dimana peran para ulama, para politisi dari partai2 Islam, kenapa diam seribu basa seakan mengaminkan/membiarkan hal seperti ini terjadi, ataukah memang sudah enggan untuk menyoal karena takut kalau kepentingannya terganggu .? Meskipun dalihnya untuk memerangi teroris, janganlah hendaknya kita itu mengeneralisir permasalahan. Wassalam Pengurus Mesjid Diimbau Tidak Menerima Tamu Menginap Senin, 17 Agustus 2009 06:29 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | Dibaca 322 kali Pengurus Mesjid Diimbau Tidak Menerima Tamu Menginap Masjid/ilustrasi (ANTARA/Ardika)@ Kudus (ANTARA News) - Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Kudus, mengirimkan surat imbauan kepada semua pengurus mesjid yang ada di kota ini untuk tidak mengizinkan tamu menginap di mesjid untuk mengantisipasi masuknya anggota jaringan teroris. "Surat imbauan ini dikirimkan ke semua pengurus mesjid di Kudus sejak beberapa pekan lalu, sebagai upaya untuk mempersempit ruang gerak jaringan teroris yang akan masuk ke Kudus," kata Kepala Kesbangpolinmas Kudus Ali Rifa`i melalui Kasi Ideologi Noor Hadi, di Kudus, Minggu. Berdasarkan informasi dan hasil temuan di masyarakat, katanya, akhir-akhir ini banyak pendatang yang menginap secara berpindah-pindah, dari satu masjid ke masjid yang lain. "Mereka dikenal sebagai anggota jemaah tablig," ujarnya. "Aktivitas mereka tidak hanya sekadar menginap, tetapi melakukan aktivitas lain, seperti menyebarkan ajaran yang mereka anut dan aktivitas memasak selama menginap," ujarnya. Ia mengimbau, kepada semua pengurus masjid untuk tidak mengizinkan pendatang menginap di masjid dan menyarankan untuk menginap di rumah penduduk sekitar dengan meminta izin kepada ketua RT/RW setempat. "Jika menginap di rumah penduduk sekitar, maka identitas pendatang tersebut bisa diketahui dan dicatat, sehingga jika terjadi sesuatu hal mudah dilacak," ujarnya.(*) _____ From: Dewa Gede Permana [mailto:[email protected]] Sent: Wednesday, August 19, 2009 7:52 AM To: [email protected] Subject: [Is-lam] Penampilan Seperti Ini Bukanlah Teroris Penampilan Seperti Ini Bukanlah Teroris Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal [Pengasuh Radio Muslim, Jogjakarta] Setelah peristiwa pengeboman Mega Kuningan 17 Juli 2009, polisi mulai melancarkan operasi penangkapan terhadap orang-orang yang diduga teroris. Seperti kemarin baru saja kita saksikan penyergapan di Jatiasih dan Temanggung yang dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri. Dalam penyergapan tersebut diduga bahwa kepolisian telah berhasil menewaskan pelaku teroris nomor satu di negeri ini yaitu Noordin M Top, yang berkewanegaraan Malaysia. Di samping itu, kita lihat di beberapa tempat polisi juga melakukan raziah dengan tujuan untuk mencari orang-orang yang diduga teroris. ................. .................. .................. __________ NOD32 4310 (20090805) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
<<image001.jpg>>
_______________________________________________ Is-lam mailing list [email protected] http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
