orang-orang kafir itu tidak akan senang samapi engkau mengikuti agamanya...
Wassalamu'alaikum wr wb
Echy Pamungkas
--- Pada Kam, 27/8/09, AFR <[email protected]> menulis:
Dari: AFR <[email protected]>
Judul: [Is-lam] Anak Belasan Tahun Lecehkan Islam
Kepada: "Milis is-lam" <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 27 Agustus, 2009, 6:27 AM
kata Rasulullah SAW,
setiap anak itu terlahir fitrah, emak-bapaknya yg jadikan mereka yahudi,
nasrani atw majusi.
jadi siapa yg cari gara-gara? dilakukan dlm bulan suci lagi!! kalo perhatikan
bapaknya pendeta
gereja yg mestinya lbh tahu mengajarkan bgmana hidup beragama, itu pun jika
ajaran agama
mereka haq. kalo ummat Islam yg bener kelakuannya saja jumlah sedikit, apalagi
yg non-Muslim.
betapapun mereka khatam baca 'kitab suci'-nya?
salam,
Fahru
---
Anak Belasan Tahun Lecehkan Islam
By Republika Newsroom
Rabu, 26 Agustus 2009 pukul 13:43:00 GAINESVILLE.COM
GAINESVILLE, FLORIDA--Faith Sapp, siswi kelas 5 berusia 10 tahun di SD Talbot,
Senin (24/8) lalu, dikirim pulang oleh pihak sekolah atas pelanggaran terhadap
aturan berpakaian distrik sekolah ketika mereka menolak untuk mengganti kausnya
atau menutupi pernyataan anti Muslim yang tercetak di pakaian mereka itu.
Juru bicara dewan sekolah, Jackie Johnson, menegaskan pakaian yang dikenakan
oleh Faith bertentangan dengan aturan sekolah. Aturan berpakaian di sekolah
mengharuskan seluruh siswa untuk mengenakan pakaian yang tidak menyinggung
sentimen terhadap golongan tertentu dan harus sesuai dengan kepatutan sekolah.
Pihak sekolah memanggil orangtua Faith dan memberikan pilihan untuk membawa
pakaian lain yang layak sebagai ganti pakaian yang sedang dikenakan anaknya
atau membawa anaknya pulang. Namun sang orangtua lebih memilih untuk membawa
anaknya pulang.
Dewan sekolah mengatakan Faith tidak akan diskor atau dikeluarkan dari sekolah
dan ia bisa kembali bersekolah pada hari Selasa besoknya, namun dia harus
mengikuti aturan berpakaian yang ditetapkan sekolah.
Sementara itu, kakak Faith Sapp, Emily Sapp, 15, adalah murid yang dikirim
pulang dari SMA Gainesville pada Selasa (25/8), kemarin. Baik Faith maupun
Emily mengatakan bahwa mengenakan kaus tersebut ke sekolah adalah keputusan
mereka sendiri, bukan perintah dari orangtua mereka, dengan tujuan
mempromosikan keyakinan Kristen yang mereka anut.
Di bagian belakang kaus itu tertulis "Islam Is Of The Devil" (Islam berasal
dari setan), sementara di bagian depan terdapat salinan sebaris ayat dari Injil
Yohanes, "Yesus menjawab, sayalah jalan dan kebenaran dan kehidupan; tidak ada
yang dapat menghadap Bapa kecuali melalui saya," dan pernyataan, "Saya
sependapat dengan Dove Outreach Center." Pesan "Islam Berasal Dari Setan" ada
di bagian belakang.
Emily Sapp mengatakan pernyataan "Islam Is Of The Devil" ditujukan pada
agamanya, bukan penganutnya.
"Tidak ada masalah dengan orang-orangnya," ujarnya. "Orang adalah orang. Mereka
bisa diselamatkan seperti yang lainnya."
Ayah mereka, Wayne Sapp, adalah seorang pendeta dari gereja Dove Outreach
Center. Wayne yang mengenakan kaus serupa mengatakan tak terkejut dengan
respons yang diterima kedua anaknya.
Dove Outreach Center adalah sebuah gereja di wilayah barat laut kota
Gainesville Amerika Serikat, yang Juli lalu menuai aksi protes masa karena
telah memasang papan tanda di depan gereja dengan tulisan berwarna merah "Islam
Is Of The Devil". Pihak gereja mengakui hal itu sebagai bagian dari ungkapan
ke-'rejilius'-an dari kepercayaan jemaat gereja tersebut. Papan yang berisi
tulisan yang menghina Islam itu, mereka anggap sebagai pesan dari sebuah
tindakan yang luar biasa atas nama cinta.
"Ungkapan ini bagian dari cara kami mengatakan bahwa hanya ada satu jalan, dan
tentunya itu adalah jalan kekristenan. Hal ini memberikan penjelasan kepada
masyarakat, bagaimana jalan yang benar dan jalan yang benar adalah Yesus dan
hanya Yesus," kata pendeta senior Terry Jones.
"Kami rasa papan tanda yang ada di depan gereja kami adalah sebuah tindakan
untuk memberikan masyarakat kesempatan untuk memilih," tambahnya.
Mengomentari masalah kaos Sapp bersaudara, Jones mengatakan, menyebarkan
pesan-pesan gereja “lebih penting daripada pendidikan itu sendiri.”
Jones, mengatakan tidak ada perusahaan lokal yang berani mencetak kaus-kaus
itu. Kemudian mereka memesan kaus itu lewat internet dari sebuah perusahaan
yang membolehkan seseorang mendesain sendiri kausnya.
Saeed R. Khan, presiden Asosiasi Muslim Florida Utara Pusat, mengatakan pesan
anti Islam itu tidak dapat diterima ketika “sekolah seharusnya mengajarkan
toleransi terhadap orang lain.”
“Sangat menyinggung kan?” ujar Saeed R. Khan menanggapi pesan di bagian
belakang kaus itu. “Terutama di sekolah tempat kita berusaha menciptakan sebuah
atmosfer di mana orang-orang harusnya saling menghormati satu sama lain dan
hidup berdampingan, di mana terdapat orang-orang dari beragam etnisitas dan
agama,” imbuhnya.
Semua anggota Dove yang diwawancarai mengatakan meskipun mereka tidak akan suka
melihat seorang murid mengenakan kaus anti Kristen ke sekolah, mereka
berpandangan murid-murid memiliki hak untuk melakukannya. gvl/iia/wftv/taq
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang
Lebih Cepat hari ini! http://id.mail.yahoo.com_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam