kata Rasulullah SAW,
setiap anak itu terlahir fitrah, emak-bapaknya yg jadikan merekayahudi, nasrani
atw majusi.
jadi siapa yg cari gara-gara? dilakukan dlm bulan suci lagi!! kalo perhatikan
bapaknya pendeta
gereja yg mestinya lbh tahu mengajarkan bgmana hidup beragama, itu pun jika
ajaran agama
mereka haq. kalo ummat Islam yg bener kelakuannya saja jumlah sedikit, apalagi
yg non-Muslim.
betapapun mereka khatam baca 'kitab suci'-nya?
salam,
Fahru
---
Anak Belasan Tahun Lecehkan Islam
By Republika Newsroom
Rabu, 26 Agustus 2009 pukul 13:43:00 GAINESVILLE.COM
GAINESVILLE,
FLORIDA--Faith Sapp, siswi kelas 5 berusia 10 tahun di SD Talbot, Senin
(24/8) lalu, dikirim pulang oleh pihak sekolah atas pelanggaran
terhadap aturan berpakaian distrik sekolah ketika mereka menolak untuk
mengganti kausnya atau menutupi pernyataan anti Muslim yang tercetak di
pakaian mereka itu.
Juru bicara dewan sekolah, Jackie Johnson,
menegaskan pakaian yang dikenakan oleh Faith bertentangan dengan aturan
sekolah. Aturan berpakaian di sekolah mengharuskan seluruh siswa untuk
mengenakan pakaian yang tidak menyinggung sentimen terhadap golongan
tertentu dan harus sesuai dengan kepatutan sekolah.
Pihak
sekolah memanggil orangtua Faith dan memberikan pilihan untuk membawa
pakaian lain yang layak sebagai ganti pakaian yang sedang dikenakan
anaknya atau membawa anaknya pulang. Namun sang orangtua lebih memilih
untuk membawa anaknya pulang.
Dewan sekolah mengatakan Faith
tidak akan diskor atau dikeluarkan dari sekolah dan ia bisa kembali
bersekolah pada hari Selasa besoknya, namun dia harus mengikuti aturan
berpakaian yang ditetapkan sekolah.
Sementara itu, kakak Faith
Sapp, Emily Sapp, 15, adalah murid yang dikirim pulang dari SMA
Gainesville pada Selasa (25/8), kemarin. Baik Faith maupun Emily
mengatakan bahwa mengenakan kaus tersebut ke sekolah adalah keputusan
mereka sendiri, bukan perintah dari orangtua mereka, dengan tujuan
mempromosikan keyakinan Kristen yang mereka anut.
Di bagian
belakang kaus itu tertulis "Islam Is Of The Devil" (Islam berasal dari
setan), sementara di bagian depan terdapat salinan sebaris ayat dari
Injil Yohanes, "Yesus menjawab, sayalah jalan dan kebenaran dan
kehidupan; tidak ada yang dapat menghadap Bapa kecuali melalui saya,"
dan pernyataan, "Saya sependapat dengan Dove Outreach Center." Pesan
"Islam Berasal Dari Setan" ada di bagian belakang.
Emily Sapp mengatakan pernyataan "Islam Is Of The Devil" ditujukan pada
agamanya, bukan penganutnya.
"Tidak ada masalah dengan orang-orangnya," ujarnya. "Orang adalah orang. Mereka
bisa diselamatkan seperti yang lainnya."
Ayah
mereka, Wayne Sapp, adalah seorang pendeta dari gereja Dove Outreach
Center. Wayne yang mengenakan kaus serupa mengatakan tak terkejut
dengan respons yang diterima kedua anaknya.
Dove Outreach Center
adalah sebuah gereja di wilayah barat laut kota Gainesville Amerika
Serikat, yang Juli lalu menuai aksi protes masa karena telah memasang
papan tanda di depan gereja dengan tulisan berwarna merah "Islam Is Of
The Devil". Pihak gereja mengakui hal itu sebagai bagian dari ungkapan
ke-'rejilius'-an dari kepercayaan jemaat gereja tersebut. Papan yang
berisi tulisan yang menghina Islam itu, mereka anggap sebagai pesan
dari sebuah tindakan yang luar biasa atas nama cinta.
"Ungkapan
ini bagian dari cara kami mengatakan bahwa hanya ada satu jalan, dan
tentunya itu adalah jalan kekristenan. Hal ini memberikan penjelasan
kepada masyarakat, bagaimana jalan yang benar dan jalan yang benar
adalah Yesus dan hanya Yesus," kata pendeta senior Terry Jones.
"Kami
rasa papan tanda yang ada di depan gereja kami adalah sebuah tindakan
untuk memberikan masyarakat kesempatan untuk memilih," tambahnya.
Mengomentari
masalah kaos Sapp bersaudara, Jones mengatakan, menyebarkan pesan-pesan
gereja “lebih penting daripada pendidikan itu sendiri.”
Jones,
mengatakan tidak ada perusahaan lokal yang berani mencetak kaus-kaus
itu. Kemudian mereka memesan kaus itu lewat internet dari sebuah
perusahaan yang membolehkan seseorang mendesain sendiri kausnya.
Saeed
R. Khan, presiden Asosiasi Muslim Florida Utara Pusat, mengatakan pesan
anti Islam itu tidak dapat diterima ketika “sekolah seharusnya
mengajarkan toleransi terhadap orang lain.”
“Sangat menyinggung
kan?” ujar Saeed R. Khan menanggapi pesan di bagian belakang kaus itu.
“Terutama di sekolah tempat kita berusaha menciptakan sebuah atmosfer
di mana orang-orang harusnya saling menghormati satu sama lain dan
hidup berdampingan, di mana terdapat orang-orang dari beragam etnisitas
dan agama,” imbuhnya.
Semua anggota Dove yang diwawancarai
mengatakan meskipun mereka tidak akan suka melihat seorang murid
mengenakan kaus anti Kristen ke sekolah, mereka berpandangan
murid-murid memiliki hak untuk melakukannya. gvl/iia/wftv/taq
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam