beginilah typical pemberitaan ttg org2 amerika dukungan zionist israel yahudi.
besar, sangat besar & teramat besar sekali!!!
siapapun org bisa mendpt julukan se-wah mungkin. bhw inilah bangsa amerika,
bangsa yang gagah, bangsa yang memiliki warga sangat-sangat-sangat berjasa bagi
dunia, bagi milyaran nyawa manusia di muka bumi ... kelas dunia cing!! bukan
lokal kampungan!
oleh karenanya,
siapapun manusia Indonesia yg sangat ingin & berhasrat memperoleh gelar duniawi
yang sangat-sangat-sangat wah-wah-wah, yang ingin hidup, makmur, kaya raya,
tentram, merasa terhormat, tersanjung dgn berbagai predikat hijrahlah ke
amerika. semakin lama tinggal hingga mati, semakin tinggi kans utk mendpt
predikat-predikat ... duniawi.
kalau ada org dgn sangat ikhlas bisa memasukkan benang ke lubang jarum demi &
atas nama bangsa amerika serikat, niscaya akan dikabarkan pada dunia,
riwayatnya, alumni mana .. dst, dst-nya.
mungkin saat ini menunggu reveal per-gelar-an yg lebih spektakuler, siapa sosok
warga/diwargakan sbg amerikan yang mampu menunda kiamat?
ada yg mau andil??
salam,
Fahru
-----
Si Penyelamat Ratusan Juta Jiwa Berpulang
WASHINGTON - Norman Borlaug, yang dikenal sebagai bapak revolusi hijau dunia,
mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Dallas, Texas, pada usia 95 tahun
Sabtu sore waktu setempat (12/9). Juru bicara Texas A&M University yang
berlokasi di College Station, Texas, tempat Borlaug bekerja, menyampaikan bahwa
peraih nobel pada 1970 di bidang inovasi pertanian dan peningkatan hasil panen
itu meninggal karena menderita komplikasi kanker.
''Kami (dari keluarga Borlaug) berharap agar hidupnya (Borlaug) bisa menjadi
contoh untuk kita semua. Kami akan senang jika kehidupannya bisa membuat
perbedaan pada kehidupan orang lain dan dapat mengakhiri kesengsaraan untuk
seluruh umat manusia,'' tutur keluarga Borlaug dalam sebuah pernyataan yang
dirilis Texas A&M University sebagaimana dikutip Reuters kemarin (13/9).
Pria kelahiran Iowa pada 1914 itu dikenal akan revolusi hijaunya melalui
penemuan tanaman varietas yang tergolong baru pada saat itu. Pada awal 1960-an,
Borlaug berhasil menemukan varietas gandum berbatang pendek. Tanaman itu bisa
lebih memiliki energi untuk menumbuhkan bulir-bulir biji yang lebih besar.
Buntutnya, petani pun bisa panen lebih cepat.
Penemuan gandum cebolnya itu amat membantu negara-negara yang sedang
berkembang, seperti India dan Pakistan, untuk memenuhi produksi makanan
sendiri. Hal itu telah terbukti pula berhasil dijalankan di Amerika Latin.
Revolusi hijau kreasi pria yang menempuh pendidikan di University of Minnesota
itu juga berjasa mendorong peningkatan produksi pangan dunia lebih dari dua
kali lipat. Yakni, pada 1960-1990. Kini inovasi Borlaug telah menolong
negara-negara di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin menghadapi bencana
kelaparan.
''Dia telah menyelamatkan ratusan juta jiwa. Borlaug telah memberikan roti
untuk dunia yang kelaparan,'' ungkap Nobel Institute, organisasi pemberi
penghargaan nobel, seperti dikutip BBC.
Sejak Borlaug menemukan varietas baru pada 1960-an, pengamat sudah memprediksi
bahwa penemuannya dapat menciptakan revolusi hijau. Terutama dapat menolong
mereka yang kelaparan pada akhir abad ke-20. (war/ttg)
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam