Memangnya kenapa Mas, bukannya dia memberikan andil besar dari sisi keilmuan
dari titipan Allah swt?

Malah nurut saya negara kita ini yg aneh, agraris tapi tdk swasembada
pangan, beras masih impor, sembako mahal, rakyat kelaparan, tanah utk
bercocok tanam malah diuruk aspal.

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of AFR
Sent: 15 September 2009 7:17
To: Milis is-lam
Subject: [Is-lam] Si Penyelamat Ratusan Juta Jiwa Berpulang -- huff???

 


beginilah typical pemberitaan ttg org2 amerika dukungan zionist israel
yahudi. besar, sangat besar & teramat besar sekali!!!

 

siapapun org bisa mendpt julukan se-wah mungkin. bhw inilah bangsa amerika,
bangsa yang gagah, bangsa yang memiliki warga sangat-sangat-sangat berjasa
bagi dunia, bagi milyaran nyawa manusia di muka bumi ... kelas dunia cing!!
bukan lokal kampungan!

 

oleh karenanya, 

siapapun manusia Indonesia yg sangat ingin & berhasrat memperoleh gelar
duniawi yang sangat-sangat-sangat wah-wah-wah, yang ingin hidup, makmur,
kaya raya, tentram, merasa terhormat, tersanjung dgn berbagai predikat
hijrahlah ke amerika. semakin lama tinggal hingga mati, semakin tinggi kans
utk mendpt predikat-predikat ... duniawi.

 

kalau ada org dgn sangat ikhlas bisa memasukkan benang ke lubang jarum demi
& atas nama bangsa amerika serikat, niscaya akan dikabarkan pada dunia,
riwayatnya, alumni mana .. dst, dst-nya. 

 

mungkin saat ini menunggu reveal per-gelar-an yg lebih spektakuler, siapa
sosok warga/diwargakan sbg amerikan yang mampu menunda kiamat? 

 

ada yg mau andil?? 

 

 

 

salam,

Fahru

-----

Si Penyelamat Ratusan Juta Jiwa Berpulang 

WASHINGTON - Norman Borlaug, yang dikenal sebagai bapak revolusi hijau
dunia, mengembuskan napas terakhir di kediamannya di Dallas, Texas, pada
usia 95 tahun Sabtu sore waktu setempat (12/9). Juru bicara Texas A&M
University yang berlokasi di College Station, Texas, tempat Borlaug bekerja,
menyampaikan bahwa peraih nobel pada 1970 di bidang inovasi pertanian dan
peningkatan hasil panen itu meninggal karena menderita komplikasi kanker.

''Kami (dari keluarga Borlaug) berharap agar hidupnya (Borlaug) bisa menjadi
contoh untuk kita semua. Kami akan senang jika kehidupannya bisa membuat
perbedaan pada kehidupan orang lain dan dapat mengakhiri kesengsaraan untuk
seluruh umat manusia,'' tutur keluarga Borlaug dalam sebuah pernyataan yang
dirilis Texas A&M University sebagaimana dikutip Reuters kemarin (13/9).

Pria kelahiran Iowa pada 1914 itu dikenal akan revolusi hijaunya melalui
penemuan tanaman varietas yang tergolong baru pada saat itu. Pada awal
1960-an, Borlaug berhasil menemukan varietas gandum berbatang pendek.
Tanaman itu bisa lebih memiliki energi untuk menumbuhkan bulir-bulir biji
yang lebih besar. Buntutnya, petani pun bisa panen lebih cepat.

Penemuan gandum cebolnya itu amat membantu negara-negara yang sedang
berkembang, seperti India dan Pakistan, untuk memenuhi produksi makanan
sendiri. Hal itu telah terbukti pula berhasil dijalankan di Amerika Latin. 

Revolusi hijau kreasi pria yang menempuh pendidikan di University of
Minnesota itu juga berjasa mendorong peningkatan produksi pangan dunia lebih
dari dua kali lipat. Yakni, pada 1960-1990. Kini inovasi Borlaug telah
menolong negara-negara di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin menghadapi
bencana kelaparan. 

''Dia telah menyelamatkan ratusan juta jiwa. Borlaug telah memberikan roti
untuk dunia yang kelaparan,'' ungkap Nobel Institute, organisasi pemberi
penghargaan nobel, seperti dikutip BBC. 

Sejak Borlaug menemukan varietas baru pada 1960-an, pengamat sudah
memprediksi bahwa penemuannya dapat menciptakan revolusi hijau. Terutama
dapat menolong mereka yang kelaparan pada akhir abad ke-20. (war/ttg)

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke