Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran, lanjtan2

Abstraks: Pertanyaan yang menggelitik kadang-kadang perlu ENERGI untuk
memikirkanya yaitu ADILKAH TUHAN DALAM DISTRIBUSI LAILATUL QADAR, jika hanya
diberikan pada seseorang yang hanya MENGEJAR LAILATUL QADAR pada malam-malam
Ramadan saja, atau tuhan akan memantau hasil performance setahun ummat yang
bertaqwa, sehingga tanpa harus mengejar, Lailatul Qadar akan merupakan BONUS
bagi mereka-mereka yang bertaqwa yaitu yang melaksanakan rukun iman dan
rukun islam secara menyeluruh plus full option menjadi seorang yang IKHSAN
dan MUKHLISIN?

Makanya judul diatas dituliskan dengan kalimat Lailatul Qadar Dipersimpangan
Jalan Diantara Dua Pemikiran.

*       Kelompok pemikiran yang pertama, mereka beranggapan, Kun Fa Ya Kun,
semuanya urusan Tuhan, kalau pada Laitul Qadar, beliau itu tidak tidur-tidur
dan terus saja ber-ibadah, who knows kejiprat lailatul qadar, alhamdulillah,
maka type-type manusia begini, ada istilah pada mereka yaitu berburu,
mengejar, memburu, HUNTING lailatul qadar.

*       Kelompok pemikiran kedua, mereka tidak ada istilah berburu atau
HUNTING lailatul qadar, karena pemikiran yang kedua ini lailatul qadar
bukanlah urusan yang hanya Kun Fa Ya Kun, tapi adalah proses yang terjadi
pada periode 355 hari dimana pada periode 10 hari berikutnya adalah
PEMATANGAN, maka satu tahun yang 365 hari dimana 10 hari terakhir pada bulan
ramadan adalah perlu peningkatan ibadah karena hari-hari tersebut adalah
merupakan IMTIHAN/ EXAMINATION kalau pada hari-hari UJIAN tersebut nilai-nya
bagus ditambah HOME WORK selama 355 hari yang lalu, maka BONUS lailatul
qadar akan di-REWARD tanpa harus membuat istilah berburu lalitul qadar.

Diantara kedua pemikiran tersebut janganlah di-PILAH tapi disinergi-kan,
insya Allah lailatul qadar yang menjadi dambaan akan di-PETIK sebagai tanda
orang-orang yang ber-TAQWA. Tanda bertaqwa itu akan ter-REFLEKSI dari
perbuatan, ucapan dan BEHAVIOR setelah menggapai hari KEMENANGAN untuk
mengalahkan NAFSU DIRI SENDIRI, maka segala perbuatan tergantung dari NIAT.
Maka setelah ramadan tanda-tanda memperoleh lailatul qadar terlihat dari
behaviour seseorang setelah ramadan. Getting better or getting worse or not
changing, masya Allah.

 Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

================================================

Lailatul Qadar Dipersimpangan Jalan Diantara Dua Pemikiran,

Abstarks:Didalam perjalanan Islam yang panjang telah terdapat dua aliran
pemikiran Islam yang mana diantara keduanya saling mengisi jika dilihat
secara menyeluruh, tapi akan sangat bertentangan kalau hanya dilihat satu
sisi saja. Pemikiran tersebut adalah JABARIYAH & QADARIYAH. Disini pembaca
dianggap telah mengerti akan kedua konsep tersebut sama seperti ADAGIUM.
Selanjutnya beranjak kepada konsep Lailatul Qadar.

Pertanyaan pertama yang harus dijawab adalah kapan malam Lailatul Qadar
tersebut?

Berdasarkan alqur'an malam lailatul qadar ada dibulan Ramadan, kenapa?

*       Karena pada lailatul qadar adalah dimana al-Qur'an diturunkan

*       Karena pada lailatul qadar adalah lebih baik dari 1000 bulan

Specifikasi kedua bullet diatas terdapat pada bulan Ramadan

*       Pada bulan Ramadan al-Qur'an diturunkan

*       Ramadan adalah bulan Mulia

Selanjutnya, kapan dibulan Ramadan puncaknya Lailatul Qadar?

*       10 hari yang pertama dinamakan rahmah

*       10 hari yang kedua dinamakan maghfirah/ pengampunan

*       10 hari ketiga dinamakam Ithqun min (al) Naar (terhindar dari api
NERAKA), tidak ada yang lebih hebat selain terhindar dari api neraka, yaitu
orang-orang yang terhindar dari api neraka adalah orang-orang yang telah
ter-ampunkan segala doas-dosa-nya yang mana berarti beliau-beliau itulah
adalah CALPENGSUR yaitu calon penghuni surga.

Maka berdasarkan ketiga bullet diatas, maka sepakat ulama-ulama bahwa
Lailatul Qadar adalah terjadi pada hari-hari setelah malam ke-20 dari
ramadan yaitu pada hari ke-10 yang ketiga yaitu yang dikenal dengan Ithqun
min  (al) Naar (ithqun minan naar), yaitu terbebas pada api neraka.
Ulama-ulama sepakat bahwa Laitul Qadar adalah setelah malam 20 keatas puasa
ramadan. Tapi mereka berbeda untuk tidak sepakat cara menggapai Laitul
Qadar, makanya judul diatas tertuliskan sbb: Lailatul Qadar Dipersimpangan
Jalan Diantara Dua Pemikiran.

Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke