Boleh Percaya, Tapi Percayalah, Membaca Obat Mujarab Anti Pikun, Apalagi
Rajin Menulis,

Abstraks: Banyak cerita ataupun artikel yang memaparkan bahwa membaca adalah
salah satu obat paling mujarab sebagai obat anti PIKUN. Boleh percaya, tapi
percayalah, salah satu kisah yang bakal dituliskan dibawah ini adalah kisah
nyata, dimana salah seorang pensiunan guru yang sudah berumur sangat lanjut
tapi masih tetap kuat daya ingatnya itu tiada lain pensiunan guru tersebut
sudah sejak lama hobi membaca yaitu selalu berlangganan koran hingga
sekarang ini (apakah beliau masih hidup wallahu a'lam).

Membaca atau juga menulis secara tidak langsung ibarat pepatah "hafal kaji
karena diulang, rupanya juga sangat baik sebagai anti pikun" Dua bullet
dibawah adalah titik tolak dari dasar pembuktian bahwa pikun bisa terhindar
jika rajin membaca apalagi kalau terlibat aktif dalam hal tulis menulis,
kedua bullet stb adalah:

*       Ajarilah ilmu yang engkau ketahui, maka Allah akan mengajari ilmu
yang belum engkau ketahui

*       Bacalah, dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan

Khusus utk cik Das & cik Sbk bullet pertama adalah ilmu Besilam yang sangat
mendalam ma'nanya, sehingga suatu hari tahun dan bulanya (sudah lupa). Para
guru dihebohkan oleh peraturan baru, dimana peraturan tersebut meminta para
guru-guru sewaktu akan mengajar haruslah membuat persiapan mengajar. Tentu
sudah lumrah terjadi jika ada peraturan baru akan terdapat 3 kelompok yaitu
Pro, kontra & absence. Dan waktu terus berjalan, maka memang sepantasnya
sewaktu akan mengajar, seminar, simposium apapun namanya tentulah harus ada
persiapan. Jadi misalnya jika kita ingin menulis, tentulah kita akan
membalik-balik lembaran referensi, sehingga jika ada pertanyaan yang muncul
akan bisa dijawab dan juga referensi yang digunakan juga jelas. Maka masya
Allah, subhanallah memang benar sekali apa yang dimaksud dengan "Ajarilah
ilmu yang engkau ketahui, maka Allah akan mengajari ilmu yang belum engkau
ketahui" dan itu telah terbukti, sewaktu kita membalik-balik halaman sebagai
rujukan pada saat itulah tanpa kita sengaja kita telah bertambah dengan ilmu
yang belum kita ketahui, memang luar biasa sekali ilmu besilam tersebut.
Maka bagi yang hobbi menulis ataupun yang profesinya sebagai guru atau
pengajar, maka terus sajalah Iqra' Iqra' & Iqra' tulislah dan ajarilah dan
sharinglah apa saja yang bisa dituliskan walau kadang-kadang harus
"Katakanlah yang benar walupun pahit" dan "Uthlubul ilmi minal mahdi ila
lahdi"

Kisah Nyata: seorang adik saya di BPK, suaminya orang jawa di PU, neneknya
adalah pensiun guru (umur mungkin lebih 70 ~ 80 thn) tapi masih kuat daya
ingat, karena hobi/ kebiasaan rajin membaca (karena beliau mantan guru),
tapi saudara beliau umur hampir sama, tapi mata sudah kabur juga daya ingat
sudah berkurang alias sudah pikun. Tapi sayangnya saya lupa menanyakan gaya
hidup dan gaya makan beliau.

Insya Allah bersambung, salam kompak selalu dari Doha, State of Qatar.

Alkhori M

Alkhor Community

Qatar

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke