Metafisika Puasa : Taklukan Sinar Iblis

Oleh : KH Bahaudin Mudhary

 

I. MENCIPTAKAN DAYA NALAR

Pada galibnya puasa sebagai penapis dan penyaring, yang selanjutnya
menentukan kadar ketakwaan seseorang. la membentuk watak yang kukuh-tegar
dalam segala keadaan dan waktu, tak mudah terpedaya oleh terpaan dan godaan,
lantaran iman yang mapan menghujam di relung hati, bahkan yang hebat lagi,
puasa dapat membersihkan ruhani dan nalar pikir dari segala muskil
kesulitan, dan mampu mengentas derajat kemanusiaan.

 

Manusia hidup bergantung dari udara, makanan, tanah dan alam jagat raya
sekitamya. Faktor tersebut memberikan pengaruh kuat bagi hidup dan
kehidupannya menuju obyek yang material. Ini bisa diraup dengan ilmu
pengetahuan. Sedang ilmu itu sendiri tak bakal dimiliki, tanpa melalui
kecerdasan otak dan kecakapan nalar pikir. Fungsi otak sebagai pusat syaraf,
merupakan jaringan butir sel yang sangat halus, rumit dan asketis. Setiap
kemajuan yang diperoleh adalah melalui penalaran akal sehat serta penelaahan
pikiran yang kritis.

 

Karenanya, bagi para pemimpin sekecil apapun sebagai khalifah di bumi, perlu
mencermati dan meneliti gerak-gerik daya otaknya, agar setiap langkah dan
tindakannya dituntut pikiran yang sehat dan jernih.

 

Lantaran otak menjadi pusat urat syaraf Graoto Hersen. Urat syaraf tersusun
dari kumpulan sel sel yang berbilliun jumlahnya. Fungsi syaraf menjadi
perantara yang menerima kesan-kesan perangsang yang datang dari luar tubuh,
langsung disampalkan kepada otak. Ilinu Psikologi dan Anatomi menyebutkan
bahwa otak besar itulah yang mengatur dan mengendalikan langkah dan
perbuatan nianusia. Sebab setiap sesuatu yang terjadi di luar tubuh,
mustahil dapat diketahui dan disadari sebelum peristiwa itu disampalkan oleh
urat syaraf kepada otak besar. Banyak pakar mengemukakan, puasa dapat
mengobati berbagai penyakit seperti diabetes, maag, gangguan usus, gangguan
pencernaan, sakit jantung, kegemukan, paru-paru, lemah badan atau tekanan
darah tinggi. Tapi banyak pula orang beranggapan bahwa puasa penyebab
menurunnya prestasi kerja berkurangnya konsentrasi dan melemahnya tenaga.

 

Padahal kita meyakini, justru berpuasa salah satu cara menuju sehat. WHO
Expert Committee mengartikan sehat ialah terdapat keseimbangan yang optimal,
baik fisik, psikis maupun sosial. Jadi tidak hanya sekedar bebas dari
penyakit lahiriyah, kelemahan dan cacat. Tetapi sehat adalah keseimbangan
dan keserasian jasmani dan rohani, duniawi dan ukhrawi antara fisik dan
psikis. Keseimbangan merupakan prinsip dasar Islami. Agama Islam adalah
agama yang sederhana, mudah, kompleks dan universal. Ia memberikan tuntunan
kepada ummatnya untuk hidup sederhana tapi bersahaja.

 

Dalam al Qur'an termaktub prinisip ini dalam ungkapan:

 

"Makan dan minumlah, tapi jangan melampaui batas, karena Allah tidak
menyukai orang yang melampaui batas. (Q.S. al A'raf. 31)

 

Jika manusia kelewat tebal jasadnya, maka kekuatan ruhaninya akan melemah
atau sifat kehewanannya mengalahkan sifat ruhaniahnya..

 

"Makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang"

 

"Kejarlah duniamu, seolah kau hidup terus dan kejarlah akhiratmu seolah-olah
kau akan mati esok hari"

 

Jadi prinsip keseimbangan ini dapat dilakukan dengan latihan, kebiasaan
sehari-hari. Kiranya puasa di bulan Ramadan, adalah tepat untuk pemusatan
latihan agar jiwa mempunyai disliplin yang kuat, mental terbina mapan dan
ruhani yang murni. Sewaktu perut kenyang, banyak darah tersalur untuk
melakukan proses pencernaan, dan selagi puasa, ketika perut kosong, volume
darah ke bagian pencernaan dapat dikurangi dan dapat dipakai untuk keperluam
lain, terutama untuk melayani otak.

 

Zat makanan yang telah tersaring bersih (dari usus panjang) lalu oleh
jantung disalur-sebarkan ke seluruh tubuh dan disaat itulah sel-sel menerima
makanan.

 

Itulah sebabnya, meski manusia memerlukan makanan harus disesuaikan dengan
kemampuan tubuhnya, gizi yang memadai, sehingga kerja sel tersebut berjalan
lancar, demikian juga kemampuan otak selaras.

 

Namun, apabila perut manusia selalu dipenuhi makanan berlebih, maka sel-sel
tadi akan kebanjiran zat makan, berakibat urat syaraf menjadi lemah, kerja
otak terhambat dan mundur. Sebaliknya bila kita memberikan waktu sesaat bagi
perut dan lambung untuk membersihkan bermacam-macam kotoran yang setahun
penuh bermukim di dalamnya, maka kerja otak kita bertambah giat dan cepat
sehingga menimbulkan daya yang sanggup memecahkan berbagai persoalan tanpa
rasa letih.

 

Cara berpikir yang energik ini menghasilkan buah berbagai disiplin ilmu
pengetahuan. Dengan berpuasa, kita dapat mengurangi atau bahkan dapat
menghilangkan kemungkinan masuknya kuman-kuman kedalam lambung. Para ahli di
bidang kedokteran mengakui bahwa perut sumber-sumber asal timbulnya
penyakit:

 

"Perut adalah sumber penyakit dan pemeliharaanya merupakan obat yang paling
utama "

 

Orang yang terlalu kenyang, mudah diserang rasa kantuk, malas, letih dan
konsentrasi, kemampuan pikir menjadi kurang. Karena itu Rasulullah saw
memberikan peringatan kepada umatnya. "Ilmu dan akal tidak mungkin ada
bersama lambung yang penuh dengan makanan". Nabi Muhammad juga bersabda
"Perut semisal kolam air dalam badan manusia, dan pembuluh dari pergi kesana
untuk diisi" Kalau perut itu sehat, maka kesehatan yang dibawa kembali oleh
pembuluh-pembuluh itu. Tapi sebaliknya kalau perut itu sakit, penyakitlah
yang dibawanya".

 

Otak adalah titik sentral di dalam organ tubuh manusia untuk berfikir,
belajar dan bekerja. Ini berartl bahwa selama lambung kosong, sewaktu
berhenti sejenak dari kerja keras selama setahun, cara berpikir kita lebih
cemerlang.

Jadikan puasa kita yang lengkap, fisik, psikis, dan kejiwaan. Melatih
ketenangan bain, menumbuhkan akal pikiran yang sehat, mengendurkan
ketegangan, stress, mensirnakan iri, dengki, hasud dan cela lainnya.

 

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke