Metafisika Puasa : Taklukan Sinar Iblis

Oleh : KH Bahaudin Mudhary

 

V. DARI EGOIS MENJADI IKHLAS

 

Dalam suatu perjalanan yang lebih nyata, penyakit egosentris, acapkali
menggunakan golongan lain sebagai alat mempengaruhi atau menguasai sesuatu
yang merupakan obyek. Seperti halnya kaum buruh dan tani yang dijadikan alat
agar menimbulkan pertentangan antara buruh dari majikan, yang mengakibatkan
penutupan perusahaan atau perkebunan, yang berbuntut pada pemutusan hubungan
kerja dan terjadilah masalah pengangguran, yang berarti pula menambah
kemelaratan dari penderitaan. Kegiatan nafsu yang demikian, sering dianut
oleh faham kolonialis dan imperialis yang tak jarang oleh kecerdasan otak
lahir tanpa didukung otak batin, maka dunia tak akan lolos dari segala
ancaman kesesatan, pertentangan dan kekacauan.

 

Firman Allah SWT dalam surat Al-Hajj 46

 

"Apakah mereka tidak menjelajah di bumi, padahal mereka mempunyai mata hati
(otak batin) atau telinga (alat pendengar batin) yang mampu mendengarkan,
maka sesungguhnya tidaklah buta alat pancaindera lahirnya akan tetapi buta
pancaindera batinnya. "

 

Ayat ini menyinggung mereka yang tidak memperdulikan badan halusnya yang
mempunyai pancaindera batin, tanpa dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Otak
batin akan melebihi kecakapan dengan daya daya tembus luar biasa. Sehingga
bisa ditingkatkan ke alam yang abstrak yang memancarkan daya dayanya menuju
ke alam 'Tuhan - alam wahdaniyah'.

 

Otak batin hanya dapat dipancarkan daya tembusnya dengan jalan tafakkur
"creatifermegen", meditasi dan perenungan yang hakiki. Meditasi yang
demikian ini dapat dilakukan dengan teratur dan tertib, latihan yang
sungguh-sungguh, apabila seluruh alat pencernaan dapat beristirahat dengan
sebaik baiknya manakala melakukan puasa di siang hari.

 

Dengan menunaikan ibadah puasa, maka daya pikir akan menerima pancaran daya
yang dialirkan oleh "budhi", sehingga terjadilah perpaduan yang harnionis
antara daya otak lahir akan luluh sifatnya yang semula menjadi sentral nafsu
nafsu, menjadi pikiran yang bersih dan murni yang disebut "religius instink"
atau mutmainnah.

 

Menurut hukum kekekalan daya "Behound wet der energie", tidak ada daya yang
hllang lenyap tanpa berubah menjadi daya lain. Semisal, elektron yang
kehilangan sifatnya sebagai elektron akan berubah menjadi sinar atau
gelombang aether. Proses ini dinamakan "radio aktivitet". Daya yang dapat
meruntuhkan elektron menjadi aether dapat dinamakan daya radio aktif

 

Demikian juga daya otak lahir yang berpadu dengan daya otak batin, akan
berubah menjadi daya lain yang disebut "badan budi" yang disebut juga "De
Gesstelijke kracht". Maka otak lahir yang semula berada di bawah pengaruh
nafsu egosentris setelah perpaduan itu berubah sifatnya menjadi suci yang
selalu mengandung ajakan untuk kebajikan, etis dan berkeadilan. Nafu egois
ini berubah menjadi ikhlas.

 

Hasil bekerja otak yang demikian menjelmakan pikiran yang murni dan asli
yang mengandung rasa perikemanusiaan yang dalam. Dan hasil pemikiran yang
demikian akan mampu menghasilkan teori teori baru, menciptakan pendapat baru
yang bermanfaat bagi seluruh umat mengenal kenyataan yang tidak diketahui
oleh orang lain, mengetahui sesuatu tanpa analisa "empiris realitas",
disebabkan dalam cara berpikinya di dorong oleh pancaran yang dapat
ditingkatkan ke arah kenyataan yang mutlak "het transendental".

 

Dengan uralan ini dapat disadari betapa faedah dan hikmah puasa bagi
kecerdasan otak dan kecakapan berfikir. Sekiranya umat Islam zaman ini dalam
melakukan ibadah puasanya benar benar mencontoh jejak puasa Nabi dan para
sahabat, yang dengan hasil puasanya mereka menjadi ahli pikir dan berhasil
membina suatu negara yang demokratis yang belum pernah dicapai oleh
bangsa-bangsa sebelum mereka.

 

Maka, umat Islam di zaman ini sedikitnya setahun sekali dengan ibadah
puasanya akan berhasil menjelmakan ahli-ahli pikir yang infra dari supra
intelektual, seniman yang genius, sastrawan dan pujangga yang mampu
membentuk pembaharuan di bidangnya masing masing dan merubah rona dunia
masyarakat orde baru dalam segala bidang pembangunan material dan spiritual
sesuai dengan program Pemerintah yang terus kita laksanakan. Dalam hal ini
Umat Islam berperan sebagai tenaga penggerak "driving force"

_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam

Kirim email ke