ini artikel menjelang pemilu lalu ya bang...tai masih relevan juga....masih
adakah kemugkinan kita dipimpin oleh orang sepert umar bin bdul azis?
wassalam
Echy Pamungkas
--- Pada Kam, 1/10/09, Dewa Gede Permana <[email protected]> menulis:
Dari: Dewa Gede Permana <[email protected]>
Judul: [Is-lam] Umar bin Abdul Aziz : model pemimpin tauladan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 1 Oktober, 2009, 12:00 AM
Umar bin Abdul Aziz : model pemimpin tauladan
“Saya tidak begitu heran melihat petapa yang meninggalkan kesenagan duniawi
agar hanya dapat menyembah Tuhan. Tapi saya sungguh kagum menyaksikan seorang
pemilik kesenangan duniawi yang tinggal meraih dari telapak kakinya, tapi ia
malah menutup matanya rapat-rapat dan hidup di dalam kesalehan, Setelah Yesus,
jika ada orang yang mampu menghidupkan kembali orang mati, dia itulah orangnya.”
Itulah kira-kira komentar Raja Bizantium (Romawi Timur) dalam suasan duka saat
menerima kabar wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada tahun 719 M.
Bisa jadi komentar tersebut terasa belebihan, apalagi jika diucapkan oleh
seseorang yang baru ditinggal mati sahabatnya. Yang jelas, Umar hanya
meninggalkan 17 dinar saat ia wafat. itu pun dengan wasiat agar sebagiannya
digunakan untuk membayar sewa rumah tempatnya meninggal, dan sebagian lagi
untuk membeli tanah pemakamannya. Umar wafat pada usia 36 di Darus SIman, dekat
Hims.
Namanya adalah Umar Bin Abdul Aziz atau Umar II (Umar I adalah kakek buyutnya
sendiri dari pihak ibunya, Umar bin Khattab), lahir di Halwan, Mesir tahun 63
Hijriah atau 682 Masehi dan wafat bulan Februari 720 M. Anak dari Gubernur
Mesir, Abdul Aziz ini selain dikenal kesalehanya, juga masyhur lantaran
kesederhanaannya. Makananya tak lebih baik dari manakan rakyat jelata. Ia tak
membangun rumah pribadi dan hanya membelanjakan 2 dirham sehari. Ia juga
menyerahkan istana untuk ditinggali keluarga Sulaiman bin Abdul Malik khalifah
sebelumnya. Ia juga menolak pengawalan, dengan membubarkan 600 pengawal pribadi
khalifah. Sebelum menjabat khalifah, harta pribadinya menghasilkan pendapatan
50.000 per tahun. Namaun segera ia lelang dan ia serahkan ke Baitul Mal saat ia
terpilih menjadi Khalifah. AKibatnya pendapatanya merosot menjadi 200 dinar
pertahun.
Umar dikenal paling anti dengan hadiah. SUatu hari seseorang menghadiahkan
sekeranjang apelke padanya. Umar menolaknya. Orang tersebut lalu memberikan
contoh Nabi yang mau menerima hadiah., Nmaun kata Umar,” Tidak diragukan lagi,
hadiah itu memang untuk Nabi. kalau diberikan kepadaku itu namanya suap.”
Keluarga kerajaan , yang biasanya hidup mewah atas biaya rakyat, sudah tentu
tidak suka dengan kebijkan Umar. Meraka protes atas pengembalian harta yang
telah mereka kuasai kepada negara, atau kepada yang berhak, yang dahulu diambil
secra paksa. Mereka juga protes , karena Umar memecat anggota keluarga Umaiyah
yang terbukti tidak pecus jadi aparat negara.
Dalam salah satu suratnya yang dialamatkan kepada Gubernur Kufah, Umar
mendesaknya agar menghapus semua peraturan tidak adil, Ia menulis:
“Anda harus mengetahui, agama dapat terpelihara baik, jika terdapat keadilan
dan kebajikan. jangan remehkan segala dosa: jangan coba mengurangi apa yang
menjadi hak rakyat: jangan paksakan rakyat melakukan sesuatu di luar batas
kemampuan mereka. Ambilah drai mereka apa yang dapat mereka berikan. Lakukan
apa saja untuk memperbaiki kehidupan dan kesejahteraan rakyat. Jangan menerima
hadiah pada hari-hari besar…”
Dalam kisah lain diceritakan, Umar juga tampak kaget ketika menerima kabar
bahwa salah satu putranya membeli permata yang mahal sekali, Umar pun segera
menulis surat: “aku dengar kamu membeli sebutir permata seharga 1.000 dirham.
Jika surat ini smapai, juallah cincin itu dan beri makanlah 1.000 orang miskin.
Lalu buatlah cincin dari besi China, lalu tulis di situ: “Allah mengasihi orang
yang tahu harga dirinya yang sebenarnya.”
Dan masih banyak lagi kisah-kisah yang menceritakan kebijakan Khalifah Umar bin
Abdul Aziz ini. Kisah-kisah yang semakin kita baca semakin kita sedih akan
kerinduan kita terhadap pemimpin sepertinya. Di tengah-tengah ramainya orang
mempromosikan dirinya layak sebagai pengusa dan pemangku jabatan menjelang
Pemilu April nanti. Kebijakan Umar merupakan penegasan apa yang kita sebut
sekarang dengan Good governace & clean government. Adakah dari sekian banyak
orang yang memajang foto dirinya untuk dipilih sebagai pengusa memberikan
impian dan mengobati kerinduan ini?taq/ass
-----Berikut adalah Lampiran dalam Pesan-----
_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam
Apakah wajar artis ikut Pemilu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers.
http://id.answers.yahoo.com_______________________________________________
Is-lam mailing list
[email protected]
http://server03.abangadek.com/cgi-bin/mailman/listinfo/is-lam